Beban Hidup

November 27, 2009 by isyss

Bukan berat Beban yang membuat kita Stress, tetapi lamanya kita
memikul
beban tersebut.
Pada saat memberikan kuliah tentang Manajemen Stress, Stephen Covey
mengangkat segelas
air dan bertanya kepada para siswanya: “Seberapa berat menurut anda kira
segelas air ini?”

Para siswa menjawab mulai dari 200 gr sampai 500 gr.”Ini bukanlah masalah
berat absolutnya,
tapi tergantung berapa lama anda memegangnya. ” kata Covey.

“Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada masalah. Jika saya
memegangnya selama 1
jam, lengan kanan saya akan sakit. Dan jika saya memegangnya selama 1
hari penuh, mungkin anda
harus memanggilkan ambulans untuk saya.Beratnya sebenarnya sama, tapi
semakin lama saya
memegangnya, maka bebannya akan semakin berat.”

“Jika kita membawa beban kita terus menerus, lambat laun kita tidak akan
mampu membawanya
lagi. Beban itu akan meningkat beratnya.” lanjut Covey. “Apa yang
harus kita lakukan adalah
meletakkan gelas tersebut, istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi”.
Kita harus meninggalkan
beban kita secara periodik, agar kita dapat lebih segar dan mampu
membawanya lagi.

Jadi sebelum pulang ke rumah dari pekerjaan sore ini, tinggalkan beban
pekerjaan. Jangan bawa pulang.

Beban itu dapat diambil lagi besok. Apapun beban yang ada
dipundak anda hari ini, coba
tinggalkan sejenak jika bisa. Setelah beristirahat nanti dapat diambil
lagi.

Hidup ini singkat, jadi cobalah menikmatinya dan memanfaatkannya. ..!! Hal
terindah dan terbaik di dunia ini tak dapat dilihat, atau disentuh, tapi
dapat dirasakan jauh
di relung hati kita.

Nikmati malam ini, letakan dahulu semua beban
biarkan hati dan perasaan menjadi tenang
dan tubuh mengumpulkan tenaga lagi
untuk mengangkat segala sesuatu
yang akan terjadi esok.

Doa

November 27, 2009 by isyss

Nenek Merry sedang menyambut cucu-cucunya pulang dari sekolah. Mereka adalah anak-anak muda – anak muda yang sangat cerdas dan sering menggoda nenek mereka. Kali ini, Tom mulai menggoda dia dengan berkata, “Nek, apakah nenek masih pergi ke gereja pada hari minggu?” Tentu!”
“Apa yang nenek peroleh dari gereja? Apakah nenek bisa memberitahu kami tentang Injil minggu lalu..?”
“Tidak, nenek sudah lupa. Nenek hanya ingat bahwa nenek menyukainya. “

“Lalu apa khotbah dari pastor?”
“Nenek tidak ingat. Nenek sudah semakin tua dan ingatan nenek melemah. Nenek hanya ingat bahwa ia telah memberikan khotbah yang memberi kekuatan, Nenek menyukai khotbah itu.”

Tom menggoda, “Apa untungnya pergi ke gereja jika nenek tidak mendapatkan sesuatu dariNya?”
Nenek itu terdiam oleh kata-kata itu dan ia duduk di sana termenung.
Dan anak-anak lain tampak menjadi malu. Kemudian nenek itu berdiri dan keluar dari ruangan tempat mereka semua duduk, dan berkata, “Anak-anak, ayo ikut nenek ke dapur.”

Ketika mereka tiba di dapur, dia mengambil tas rajutan yang penuh debu dan memberikannya kepada Tom sambil berkata, “Bawalah ini ke mata air, dan isilah dengan air, lalu bawa kemari!”
“Nenek, apa nenek tidak sedang melucu? Air didalam tas rajutan….! ” Nek, apa ini bukan lelucon?” tanya Tom. “Tidak.., lakukanlah seperti yang kuperintahkan. Saya ingin memperlihatkan kepadamu sesuatu.”
Maka Tom berlari keluar dan dalam beberapa menit ia kembali dengan tas
yang basah oleh air.
“Lihat,nek,” katanya. “Tidak ada air di dalamnya.”
“Benar,” katanya. “Tapi lihatlah betapa bersihnya tas itu sekarang. Meskipun kadang kita berdoa dan ke Gereja tidak mendapatkan apa-apa, tpi karena Tuhan membersihkan diri kita tanpa kita sadari. Kalu kalian jarang berdoa atau ke gereja, betapa dekilnya hati kalian dipenuhi kotoran seperti tas nenek tadi yang penuh debu!”

Kita tidak tahan memakai baju kotor selama seminggu, badan jadi gatal dan bau. Tpi kita betah memakai jiwa yang kotor yag sudah bertahun-tahun tidak dicuci. Bgmana jiwa akan damai? Yang ada justru kegelisahan, ketidaktenangan dan hidup kita bikin bau sesama.

Berjuang Meraih Harapan dan Cita2

November 27, 2009 by isyss

Suatu hari seorang anak SD ditanya oleh ayahnya, “Nak, kalau sudah besar nanti kamu mau jadi apa?”

Serta merta anak itu mejawab, “Saya ingin menjadi orang yang popular. Saya ingin terkenal di seluruh dunia.”

Ayahnya tersenyum-senyum mendengar jawaban anaknya. Lantas ia berkata, “Nak, kalau kamu ingin terkenal di dunia, kamu harus mulai dari sekarang. Kamu harus membangun hidupmu mulai dari sekarang.”

Anak itu menjawab, “Baik, ayah. Tetapi bagaimana caranya, ayah?”

Ayahnya menjawab, “Kamu harus bangun pagi-pagi untuk belajar. Kamu harus rajin, baik di rumah maupun di sekolah. Nilai-nilai ujian yang kamu peroleh itu harus murni. Tidak boleh dari hasil nyontek. Kamu tidak boleh memaksa mamamu untuk memandikanmu lagi.”

Mendengar syarat-syarat itu, anak itu menjadi takut. Selama ini ia sulit dibangunkan di pagi hari. Selama ini ia malas belajar. Selama ini ia sering nyontek. Selama ini ia belum mau mandi sendiri. Jadi syarat-syarat itu terlalu berat baginya.

Setelah beberapa lama berpikir, ia berkata kepada ayahnya, “Ayah, lebih baik saya jadi orang yang biasa-biasa saja. Saya masih ingin menikmati hidup ini.”

Untuk menjadi orang populer itu ternyata berat. Dibutuhkan kerja keras untuk menjadi orang yang terkenal di seantero jagat. David Beckham, misalnya, mesti berlatih lima belas jam sehari untuk menjadi seorang pemain sepakbola terkenal. Yang ia petik di puncak kariernya itu sebenarnya sudah ia bangun sejak ia masih kecil.

Kita hidup dalam dunia yang menantang. Dunia terus-menerus menawarkan popularitas kepada semua orang. Pertanyaannya, apakah generasi penerus bangsa ini mampu bekerja keras untuk meraih popularitas? Menjadi tersohor atau populer itu tidak datang dengan sendirinya. Orang mesti berusaha untuk meraih cita-cita yang tinggi itu. Walau kita punya kelemahan dan cacat cela, namun semua itu janga menjadikan kita patah semangat. Berkat Tuhan melampaui keterbatasan manusiawi kita.

Sebagai orang beriman, kita semua diajak untuk senantiasa berusaha dalam meraih cita-cita kita. Orangtua yang ingin anak-anaknya berhasil dalam hidupnya mesti bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan anak-anaknya. Untuk itu, kita butuh rahmat Tuhan yang dapat memberi kita semangat dalam usaha-usaha kita meraih cita-cita.

Setiap hari kita mendapatkan banyak hal baik dari Tuhan dan sesama. Mari kita syukuri semua kebaikan itu. Kita bawa hal-hal baik itu dalam hidup kita. Dengan demikian, kita memperoleh ketenangan dalam hidup ini. Tuhan memberi banyak hal bagi kita, sebagai bekal untuk meraih harapan dan cita-cita. Jangan berputus asa,Tuhan memberkati.

Belajar Setia

November 27, 2009 by isyss

Seorang anak begitu kecewa terhadap ayah dan ibunya. Pasalnya, ayahnya punya istri simpanan. Sedangkan ibunya cuek saja terhadap dirinya. Dalam hatinya, ia memberontak. Namun ia tidak bisa berbuat apa-apa. Ia seorang gadis lemah yang sering dimarahi oleh ayahnya, kalau ia mulai mengungkit-ungkit istri simpanan ayahnya.

Gadis itu begitu merasakan derita yang begitu mendalam dalam batinnya. Ia berjuang untuk menahan semua derita itu. Namun ia tidak kuat. Suatu hari, ia mengambil keputusan untuk pergi dari rumahnya. Ia berharap dengan pergi dari rumah, semua persoalan yang ia hadapi selama ini akan selesai.

Ternyata gadis itu keliru. Justru ia tidak bisa melupakan persoalan dalam keluarganya. Sosok ayahnya selalu menghantui dirinya. Demikian juga sosok istri simpanan ayahnya selalu membayangi-bayangi wajahnya. Akhirnya, ia memutuskan untuk pulang ke rumah. Katanya dalam hati, “Saya akan pulang dan menghadapi semua persoalan ayah dan ibu. Kalau mereka tidak saling setia, saya mau berusaha untuk setia. Apa pun yang akan terjadi, terjadilah.”

Dalam hidup ini kesetiaan itu mesti selalu dibangun. Namun persoalannya adalah membangun kesetiaan satu sama lain itu tidak selalu mudah. Susah-susah gampang, kata orang. Kesetiaan itu ibarat jinak-jinak burung merpati. Padahal kesetiaan itu mesti menjadi landasan dalam membangun sebuah keluarga dan hidup bersama. Suami istri yang saling setia akan memancarkan keharmonisan. Kesetiaan itu membuat suami istri tidak saling curiga. Kesetiaan membuat suami atau istri merasa tenang dalam hidupnya. Tidak ada yang perlu dicurigai.

Karena itu, suatu perkawinan itu tidak selesai, ketika kedua pasangan berjanji setia satu sama lain waktu mereka menikah. Kesetiaan itu mesti dibangun terus-menerus. Kesetiaan itu bukan sesuatu yang instan. Ada kalanya orang jatuh ke dalam godaan dan cobaan. Ada kalanya orang tidak kuat menghadapi berbagai persoalan hidup, sehingga membuat pasangan suami istri menyeleweng.

Setiap keluarga semestinya menjadi tempat untuk belajar kesetiaan. Untuk itu, orangtua mesti lebih dahulu menunjukkan kesetiaan itu dalam keluarga. Orangtua mesti saling setia. Bagaimana kesetiaan itu bisa dibangun? Banyak contoh yang bisa dipelajari dari keluarga-keluarga yang hidupnya baik di masyarakat. Orangtua yang saling setia itu orangtua yang mau memberi contoh kepada anak-anaknya untuk selalu setia dalam hidup sehari-hari.

Kita hidup dalam suatu dunia di mana perbedaan antara kesetiaan dan ketidaksetiaan itu begitu tipis. Kita hidup dalam masyarakat yang begitu mudah mengingkari kasih setia mereka. Hampir setiap hari kita menyaksikan tetangga kita yang cerai. Kita nonton berita begitu banyak artis yang cerai. Ini semua tantangan bagi keluarga-keluarga kita. Untuk memiliki sebuah keluarga yang baik dan harmonis, suami istri mesti tetap setia. Tidak ada jalan lain menuju keharmonisan kecuali melalui jalan kesetiaan.

Kita telah menerima banyak hal baik dari sesama dan Tuhan. Mari kita belajar dari Tuhan yang senantiasa setia kepada kita. Tuhan tidak pernah mengingkari kesetiaanNya kepada manusia, meskipun manusia tidak setia kepadaNya. Tuhan selalu menepati janjiNya. Tuhan memberkati.

My Heroes

November 27, 2009 by isyss

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya…..Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya.
Lalu bagaimana dengan Papa?
Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari,
tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?
Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng,
tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?
Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil……
Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.
Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu…
Kemudian Mama bilang : “Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya” ,
Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka….
Tapi sadarkah kamu?
Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.
Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba.
Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : “Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang”
Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?
Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata :
“Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!”.
Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.
Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.
Ketika kamu sudah beranjak remaja….
Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: “Tidak boleh!”.
Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu?
Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat – sangat luar biasa berharga..
Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu…
Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama….
Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,
Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?
Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia…. :’)
Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..
Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?
Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.
Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir…
Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut – larut…
Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. .
Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang?
“Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa”
Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.
Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata – mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti…
Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa
Ketika kamu menjadi gadis dewasa….
Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain…
Papa harus melepasmu di bandara.
Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu?
Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini – itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .
Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.
Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata “Jaga dirimu baik-baik ya sayang”.
Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT…kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.
Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa.
Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.
Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan…
Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : “Tidak…. Tidak bisa!”
Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan “Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu”.
Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?
Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.
Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.
Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat “putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang”
Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya.Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..
Karena Papa tahu…..Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.
Dan akhirnya….
Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia….
Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?
Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa….
Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: “Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik….
Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik….
Bahagiakanlah ia bersama suaminya…”
Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk…
Dengan rambut yang telah dan semakin memutih….
Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya….
Papa telah menyelesaikan tugasnya….

Papa, dan mama…
Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat…
Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis…
Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .
Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa “KAMU BISA” dalam segala hal..
Dengan segala keterbatasan dan kelemahan, mereka berusaha mewujudkan kasihsayangnya
kendati sering tidak sesuai dengan harapan anak-anaknya.
I Love u Papa and mama, You are my Heroes.

6 Pertanyaan

November 27, 2009 by isyss

Suatu hari Seorang Guru berkumpul dengan murid-muridnya. ..
Lalu beliau mengajukan enam pertanyaan.. ..

Pertama…
“Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini…???”
Murid-muridnya ada yang menjawab…. “orang tua”, “guru”, “teman”, dan “kerabatnya” ..
Sang Guru menjelaskan semua jawaban itu benar…
Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah “kematian”.. ..
Sebab kematian adalah PASTI adanya….

Lalu Sang Guru meneruskan pertanyaan kedua…
“Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini…???”
Murid-muridnya ada yang menjawab… “negara Cina”, “bulan”, “matahari”, dan “bintang-bintang” …
Lalu Sang Guru menjelaskan bahwa semua jawaban yang diberikan adalah benar…
Tapi yang paling benar adalah “masa lalu”…
Siapa pun kita… bagaimana pun kita…dan betapa kayanya kita… tetap kita
TIDAK bisa kembali ke masa lalu…
Sebab itu kita harus menjaga hari ini… dan hari-hari yang akan datang..

Sang Guru meneruskan dengan pertanyaan yang ketiga…
“Apa yang paling besar di dunia ini…???”
Murid-muridnya ada yang menjawab “gunung”, “bumi”, dan “matahari”.. ..
Semua jawaban itu benar kata Sang Guru …
Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah “nafsu”…
Banyak manusia menjadi celaka karena memperturutkan hawa nafsunya…
Segala cara dihalalkan demi mewujudkan impian nafsu duniawi …
Karena itu, kita harus hati-hati dengan hawa nafsu ini… jangan sampai
nafsu membawa kita ke neraka (atau kesengsaraan dunia dan akhirat)…

Pertanyaan keempat adalah…
“Apa yang paling berat di dunia ini…???”
Di antara muridnya ada yang menjawab… “baja”, “besi”, dan “gajah”…
“Semua jawaban hampir benar…”, kata Sang Guru ..
tapi yang paling berat adalah “memegang amanah”…

Pertanyaan yang kelima adalah… “Apa yang paling ringan di dunia ini…???”
Ada yang menjawab “kapas”, “angin”, “debu”, dan “daun-daunan” …
“Semua itu benar…”, kata Sang Guru…
tapi yang paling ringan di dunia ini adalah “meninggalkan ibadah”…

Lalu pertanyaan keenam adalah…
“Apakah yang paling tajam di dunia ini…???”
Murid-muridnya menjawab dengan serentak… “PEDANG…!! !”
“hampir Benar…”, kata Sang Guru
tetapi yang paling tajam adalah “lidah manusia”…
Karena melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati… dan
melukai perasaan saudaranya sendiri…

Sudahkah kita menjadi insan yang selalu ingat akan KEMATIAN…
senantiasa belajar dari MASA LALU…
dan tidak memperturutkan NAFSU…???
Sudahkah kita mampu MENGEMBAN AMANAH sekecil apapun…
dengan tidak MENINGGALKAN IBADAH….
serta senantiasa MENJAGA LIDAH kita…???

Mari Membajak hidup, dengan menatap ke depan lebih optimis,
memegang amanah dan iman dengan teguh
serta dengan mengendalikan hawa nafsu dan diri kita,
itulah korban sejati bagi Tuhan.

Hadiah Terindah yang Tidak Dijual di Toko

November 23, 2009 by isyss

Aneka kado ini tidak dijual di toko ataupun di swalayan terkenal. Anda dapat menghadiahkannya setiap saat dan tidak perlu membeli! Meski begitu macam kado ini adalah hadiah terindah dan tidak bernilai bagi orang-orang yang Anda sayangi.

1. Kehadiran

Kehadiran orang yang dikasihi rasanya adalah hadiah yang tidak bernilai harganya. Memang kita bias hadir di hadapannya lewat; surat, telepon, foto, facebook, atau sejenisnya. Namun, dengan keberadaan di sampingnya, Anda dan orang yang Anda kasihi dapat berbagi perasaan, perhatian dan kasih saying yang lebih utuh dan itensif. Dengan demikian kehadiran juga penting. Jadi, kehadiran Andasebagai pembawa kebahagian bagi orang yang Anda kasihi.

2. Mendengar

Sedikit saja orang yang mampu memberi kado ini. Sebab, kebanyakan orang lebih suka didengarkan, daripada mendengarkan. Sedah lama diketahui bahwa keharmonisan hubungan antar-manusia amat ditentukan dengan saling mendengarkan. Berikan kado ini untuk orang yang Anda kasihi. Dengan mencurahkan perhatiankepada segala ucapan bibirnya, secara langsung Andajuga telah menumbuhkan kesabarandan kerendahan hati. Untuk bias mendengarkan dengan baik Anda dalam keadaan betul-betul rileks dan bias menangkap utuh apa yang disambaikannya. Tatap wajahnya. Jangan menyela, mengkritik, apalagi menghakimi. Biarkan dia menuntaskan pembicaraannya, ini memudahkan bagi Anda memberikan yang tepat setelah itu. Tidak harus berupa kata-kata diskusi atau penilaian. Sekedar ucpan terima kasih pun akan tersentuh baginya.

3. Diam

Firmat Tuhan mengatakan bahwa dengan bertobat dan tinggal diam terdapat keselamatan, dalam tinggal tenang terletak kekuatan (Yes 30: 15). Diam dapat dipakai untuk menghukum, mengusir, atau membingungkan dan lebih dari segalanya. Diam juga bias menunjukkan kecintaan kita pada seseorang kerenan memberinya ‘ruang’ jika sehari-hari sudah gemar menasihati, mengatur, mengkritik bahkan mengomeli.

4. Kebebasan

Mengasihi atau mencintai seseorang bukan berarti member kita hakpenuh untuk memiliki atau mengatur kehidupan orang lain terlebih orang yang dicintai. Bisakah kita mengaku mencintai seseorang jika kita selalu mengekangnya dengan segala macam aturan? Misalnya; kamu tidak boleh bertemu dengan ini dan itu! Kamu tidak boleh merokok,berbincang dengan dia atau yang lainnya. Memberi kebebasan adalah salah satu perwujudan cinta dan kasih. Makna kebebasan bukanlah sekedar” Kamu bebas berbuat semaumu.” Lebih dalam dari itu, kebebasan adalah memberinya kepercayaan penuh untuk bertanggungjawab atas segala hal yang ia putuskan dan lakukan. Misalnya ketika kita berpacaran melihat pasangan ngak bahagia kita terus memaksa untuk mencintai kita, ya gak bisatho. Menurut pengalaman saya, saya memberikan kebebasan kepada dia, “Sayang aku sangat mencintai kamu, tetapi aku melihatmu tidak merasa bahagia dan kamu merasa tertekan selama bersama aku. Saying aku memberikan kebebasan kepadamu untuk mencari orang yang bias membuatmu bahagia, aku rela demi kebahagiannmu”. Ini bukan berarti kita tidak mencintainya, justru cinta kita kepada dia lebih besar karena tidak membiarkan orang yang kita cinta berada dalam tekanan batin atau tekanan perasaan.

5. Keindahan

Siapa yang tidak bahagia, jika orang yang dicintai tiba-tiba tampil lebih ganteng atau lebih cantik? Tampil indah juga merupakan kado lho. Bahkan tidak salah jika Anda menghadiahkannya setiap hari. Perlu Anda ketahui orang tertarik bukan dari kecantikan atau kecakepan seseorang tetapi lebih dari itu. Buakn dari apa yang nampak oleh fisik semata keindahan hati perlu. Kebersihan dan kerapian salah satu perwujudan dari keindahan.

6. Tanggapan Positif

Tanpa sadar, sering kita memberikan penilaian negative terhadap pikiran, sikap atautidakan orang yang kita sayangi. Seoralh-olah tidak ada yang benar dari dirinya dan kebenaran mutlak hanya pada diri kita. Benar gak neh? Kali ini, coba hadiahilah dia dengan tanggapan positif. Nyatakan dengan jelas dan tulus. Cobalah ingat, berapa kali dalam seminggu terakhir Anda mengucapkan terima kasih atas segala hal yang dilaukannya terhadap Anda. Ingat-infat pula pernahkan pula Anda memujinya. Kedua hal itu, terima kasih dan pujian ( dan juga permintaan maaf) adalah kado indah yang sering terlupakan.

7. Kesediaan mengalah

Tidak semua masalah layak menjadi bhan pertngkaran. Apa lagi saat terjadi cekcok yang hebat. Semuanya perlu dipertimbangkan, apa iya sebuah hubungan dikorbankan (diberantakan) hanya karena persoalan kecil? Bila Anda salah. Hal ini berarti Anda siap memberikan kado “kesediaan mengalah”. Oke-lah, Anda mungkin kesal atau marah kepada dia. Tetapi kalau kejadiannya baru sekali itu, mengapa meski jadi pemicu pertengkaran yang berlarut-larut. Kesedian untuk mengalah juga dapat melunturkan sakit hati dan mengajak kita menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini, betul gak?

8. Senyuman.

Percaya atau tidak, kekuatan senyum amat luar biasa. Senyuman, terlebih yang diberikan dengan tulus, bias menjadi pencair hubungan yang beku, pemberi semangat dalam keutusasaan, pencerah suasana muram, bahkan menenang jiwa yang resah. Senyuman juga merupakan syarat untuk membuka diri dengan dunia sekeliling kita. Kapankan kita menghadiahkan senyuman manis pada orang yang kita kasihi? Setiap saat!

 

Sebuah permenungan pengalamanku dalam mencintai

Cinta Tidak Harus Berwujud “Bunga”

November 11, 2009 by isyss

Suami saya adalah seorang insinyur, saya mencintai sifatnya yang alami dan saya menyukai perasaan hangat yang muncul di hati saya ketika saya bersandar di bahunya yang bidang. Tiga tahun dalam masa perkenalan, dan dua tahun dalam masa pernikahan, saya harus akui, bahwa saya mulai merasa lelah, alasan-alasan saya mencintainya dulu telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan.
Saya seorang wanita yang sentimentil dan benar-benar sensitif serta berperasaan halus. Saya merindukan saat-saat romantis seperti seorang anak yang menginginkan permen. Tetapi semua itu tidak pernah saya dapatkan. Suami saya jauh berbeda dari yang saya harapkan. Rasa sensitif-nya kurang. Dan ketidakmampuannya dalam menciptakan suasana yang romantis dalam pernikahan kami telah mementahkan semua harapan saya akan cinta yang ideal.
Suatu hari, saya beranikan diri untuk mengatakan keputusan saya kepadanya, bahwa saya menginginkan perceraian.
“Mengapa?”, dia bertanya dengan terkejut.
“Saya lelah, kamu tidak pernah bisa memberikan cinta yang saya inginkan” Dia terdiam dan termenung sepanjang malam di depan komputernya, tampak seolah-olah sedang mengerjakan sesuatu, padahal tidak. Kekecewaan saya semakin bertambah, seorang pria yang bahkan tidak dapat mengekspresikan perasaannya, apalagi yang bisa saya harapkan darinya?

Dan akhirnya dia bertanya,
“Apa yang dapat saya lakukan untuk merubah pikiranmu?”. Saya menatap matanya dalam-dalam dan menjawab dengan pelan,
“Saya punya pertanyaan, jika kau dapat menemukan jawabannya di dalam hati saya, saya akan merubah pikiran saya: Seandainya, saya menyukai setangkai bunga indah yang ada di tebing gunung dan kita berdua tahu jika kamu memanjat gunung itu, kamu akan mati. Apakah kamu akan melakukannya untuk saya?” Dia termenung dan akhirnya berkata,
“Saya akan memberikan jawabannya besok.” Hati saya langsung gundah mendengar responnya. Keesokan paginya, dia tidak ada dirumah, dan saya menemukan selembar kertas dengan oret-oretan tangannya dibawah sebuah gelas yang berisi susu hangat yang bertuliskan. …

“Sayang, saya tidak akan mengambil bunga itu untukmu, tetapi ijinkan saya untuk menjelaskan alasannya.” Kalimat pertama ini menghancurkan hati saya.

Saya melanjutkan untuk membacanya. “Kamu bisa mengetik di komputer dan selalu mengacaukan program di PC-nya dan akhirnya menangis di depan monitor, saya harus memberikan jari-jari saya supaya bisa membantumu dan memperbaiki programnya.

Kamu selalu lupa membawa kunci rumah ketika kamu keluar rumah, dan saya harus memberikan kaki saya supaya bisa mendobrak pintu, dan membukakan pintu untukmu ketika pulang.

Kamu suka jalan-jalan ke luar kota tetapi selalu nyasar di tempat-tempat baru yang kamu kunjungi, saya harus menunggu di rumah agar bisa memberikan mata saya untuk mengarahkanmu.
Kamu selalu pegal-pegal pada waktu ‘teman baikmu’ datang setiap bulannya, dan saya harus memberikan tangan saya untuk memijat kakimu yang pegal.

Kamu senang diam di rumah, dan saya selalu kuatir kamu akan menjadi ‘aneh’.  Dan harus membelikan sesuatu yang dapat menghiburmu di rumah atau meminjamkan lidahku untuk menceritakan hal-hal lucu yang aku alami.

Kamu selalu menatap komputermu, membaca buku dan itu tidak baik untuk kesehatan matamu, saya harus menjaga mata saya agar ketika kita tua nanti, saya masih dapat menolong mengguntingkan kukumu dan mencabuti ubanmu.
Tanganku akan memegang tanganmu, membimbingmu menelusuri pantai, menikmati matahari pagi dan pasir yang indah. Menceritakan warna-warna bunga yang bersinar dan indah seperti cantiknya wajahmu.

Tetapi sayangku, saya tidak akan mengambil bunga itu untuk mati. Karena, saya tidak sanggup melihat air matamu mengalir menangisi kematianku. Sayangku, saya tahu, ada banyak orang yang bisa mencintaimu lebih dari saya mencintaimu. Untuk itu sayang, jika semua yang telah diberikan tanganku, kakiku, mataku, tidak cukup bagimu. aku tidak bisa menahan dirimu mencari tangan, kaki, dan mata lain yang dapat membahagiakanmu” .
Air mata saya jatuh ke atas tulisannya dan membuat tintanya menjadi kabur, tetapi saya tetap berusaha untuk membacanya.

“Dan sekarang, sayangku, kamu telah selesai membaca jawaban saya. Jika kamu puas dengan semua jawaban ini, dan tetap menginginkanku untuk tinggal di rumah ini, tolong bukakan pintu rumah kita, saya sekarang sedang berdiri disana menunggu jawabanmu. Jika kamu tidak puas, sayangku, biarkan aku masuk untuk membereskan barang-barangku, dan aku tidak akan mempersulit hidupmu. Percayalah, bahagiaku bila kau bahagia.”.
Saya segera berlari membuka pintu dan melihatnya berdiri di depan pintu dengan wajah penasaran sambil tangannya memegang susu dan roti kesukaanku. Oh, kini saya tahu, tidak ada orang yang pernah mencintai saya lebih dari dia mencintaiku. Itulah cinta, di saat kita merasa cinta itu telah berangsur-angsur hilang dari hati kita karena kita merasa dia tidak dapat memberikan cinta dalam wujud yang kita inginkan, maka cinta itu sesungguhnya telah hadir dalam wujud lain yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.

SERINGKALI YANG KITA BUTUHKAN ADALAH MEMAHAMI WUJUD CINTA DARI KONFRATER ANDA, KONSUSTER ANDA, PEMIMPIN ANDA, KONGREGASI ANDA, REKAN ANDA, UMAT ANDA, SAUDARA/I ANDA, ORANGTUA ANDA, PASANGAN ANDA, BAHKAN TUHAN, DAN BUKAN MENGHARAPKAN WUJUD TERTENTU. KARENA CINTA TIDAK SELALU HARUS BERWUJUD “BUNGA” (BARANG), BAHKAN BISA BERUPA KRITIK, SARAN, PENDAPAT, KEMARAHAN, PERHATIAN YANG SEDERHANA, UCAPAN TERIMA KASIH, DLL.

A. Gatot SCJ

Tentang Cinta

November 11, 2009 by isyss

Cinta ibarat KUPU-KUPU

Makin kau kejar, makin ia menghindar tapi bila kau biarkan ia terbang.

ia akan menghampirimu disaat kau tak menduganya.

 

cinta bisa membahagiakanmu tapi sering pula menyakiti.

tapi cinta itu hanya istimewa, apabila kau berikan pada seseorang yang layak menerimanya. …… jadi….tenang saja, jangan tergesa-gesa hingga kau bisa memilih yang terbaik bagimu.

 

= untuk kalian yang ……

Cinta bukanlah perkara menjadi “SEMPURNA” bagi seseorang.

melainkan justru menemukan seseorang yang dapat membantu ‘menyempurnakan’ dirimu dan dirinya.

 

untuk kalian yang…….< PLAYBOY>

Jangan katakan “AKU CINTA PADAMU” bila kau tidak benar-benar peduli padanya.

Jangan bicarakan soal perasaan -perasaan itu bila tidak benar – benar adanya.

Jangan kau Sentuh hidup seseorang jila kau berniat mematahkan hatinya. Jangan menatap kedalam matanya bila apa yang kau katakan cuma DUSTA. Hal terkejam yang bisa kau lakukan ialah membuat seseorang jatuh cinta, padahal kau tidak berniat sama sekali untuk menangkapnya saat ia terjatuh…. ..

 

Untuk kalian yang ………SUDAH MENIKAH

Kalau Cinta jangan katakan “INI SALAHMU !” tapi maafkan aku ya?

Bukan “KAU DIMAnA?! ” melainkan “AKU ADA DISINI”

Bukan “KOK BISA SIH KAU BEGITU ?” tapi “AKU MENGERTI “

Dan bukan “COBA, SEANDAINYA KAU………” akan tetapi “TERIMA kASIH YA, KAMU BEGITU….”

 

Untuk kalian yang……PATAH HATI

Sakit patah hati hanya bertahan selama kau menginginkannya dan akan mengiris luka sedalam kau mengijinkannya.

Tantangannya bukanlah bagaimana bisa mengatasi hati yang patah melainkan hikmah apa yang bisa diambil sebagai pelajaran.

Tentang Sahabat

October 24, 2009 by isyss

seandainya dunia tak perlu sahabat

apalah arti dunia ini

dunia yang penuh dengki iri hati,,,

jauh dari kasih

temanku yang pesimis bilang:

lebih mudah cari 1000 musuh daripada seorang sahabat…

yang benar saja kataku,,,

coba saja lihat dalam hidup ini

dalam hitungan detik saja sahabat menjadi musuh

bahkan terkadang jadi musuh dalam selimut…

temanku lain yang optimis bilang:

Hidup terasa indah dan berarti bukan ketika banyak orang mengenal kita

tetapi ketika mereka merasa bahagia karena mengenal kita…

so, menjadi berkat buat orang lain itu sungguh indah