Dengarkah Engkau?

By isyss

Apakah kita akhirnya harus berpisah?
Apakah kita harus saling menghapuskan satu sama lain dalam ingatan?
Bagaimana aku dapat menempuh kehidupan dengan menahan luka mendalam atas cinta yang diberikan pada ku.
Meskipun setiap hari aku hidup dengan hati yang kosong akibat rasa rindu yang pahit,
aku sama sekali tidak menyesal pernah mencintaimu.
Saat aku merasa rindu sekali padamu sampai-sampai menjadi gila,
aku hanya menangis tanpa diketahui orang lain.
Jangan melupakan.., kau.., jangan melupakan bahwa
aku senantiasa berada di sisimu.
Aku mencintaimu. Apakah kau sekarang mendengarkan ungkapanku?

Meskipun kau tidak bisa kembali kepadaku, namun kita belum berpisah,
karena kau sekarang pergi untuk kembali lagi kepada ku kapan saja.

Saat aku merasa rindu sekali pada mu sampai-sampai menjadi gila,
aku hanya menangis tanpa diketahui orang lain.
Jangan melupakan.., kau.., jangan melupakan bahwa
aku senantiasa berada di sisi mu.
Aku mencintai mu. Apakah kau sekarang mendengarkan ungkapan ku?

Aku senantiasa menantikanmu meskipun kau dulu melupakanku.
Karena aku mencintai mu, aku lebih mencintai mu daripada kamu sendiri.
Aku akan membawa air mata dan juga rasa sepiku.
Jangan menangis, kau, jangan menangis meskipun dunia membuat mu sedih.
Aku mencintai mu. Apakah kau sekarang mendengarkan ungkapan ku?

Leave a Reply