Pada hari aku ingin melihat mu
Aku melepaskan mu tanpa rasa ragu-ragu.Meskipun aku sudah ratusan kali menghilangkan mu dari hatiku,yang tinggal hanya rasa menyesal saja. Seperti itulah, aku meninggalkan mu. Seperti orang bodoh, aku kurang mengenal mu. Jantung ku terus berdebar-debar seperti hari pertama aku melihat mu.
Pada hari aku ingin melihat mu, pada hari air mataku berlinang, pada hari jantungku berdebar-debar, dan pada hari aku merasa rindu pada mu aku tanpa sadar menekan tombol nomor telpon mu dan aku rindu sekali pada mu.
Kebetulan aku mendengarkan kabar tentang mu. Entah kau juga terkadang merasa rindu padaku atau tidak? Situasi kita banyak dirubah, maka kenang-kenangan juga menjadi bintang.
Pada hari aku ingin melihat mu, pada hari air mataku berlinang, pada hari jantungku berdebar-debar, dan pada hari aku merasa rindu pada mu aku tanpa sadar menekan tombol nomor telpon mu dan aku rindu sekali pada mu.
Ketika berdasarkan ungkapan terima kasih, ungkapan minta maaf dan ungkapan cinta padaku, dengan hati yang kurang mengekang waktu yang tak bisa dikembalikan, memanggil mu, aku merasa sangat rindu sekali pada mu.
Ketika aku membuka mata, yang kulihat hanya engkau. Kenang-kenangan pada hari pertama kita bertemu, terpancar dari kaca. Apakah aku bisa melihat mu lagi? Pada hari aku ingin melihat mu
Pada hari rasa rindu berlimpah-limpah, pada hari kau terasa menjadi bagian hidupku pada hari aku ingin menangis dan pada hari hatiku sakit, aku tanpa sadar menekan tombol nomor telepon mu. Aku rindu sekali pada mu.
Ketika berdasarkan ungkapan terima kasih, ungkapan minta maaf dan ungkapan cinta padaku, dengan hati yang kurang mengekang waktu yang tak bisa dikembalikan, memanggil mu, aku merasa sangat rindu sekali pada mu.