Peristiwa ini terjadi pukul 18.50 saat dilakukan pertandingan lari maraton di stadion olimpiade, Mexico City 1968. Ketika itu suasana stadion sudah sepi karena lomba maraton sudah selesai. Upacara penerimaan medali pun sudah dilakukan setengah jam yang lalu. Begitu pula penontonnya, sudah pulang meninggalkan stadion. Yang masih berada di sana tinggal para petugas pertandingan serta segelintir wartawan TV yang sedang memberesi peralatannya.
Tanpa mendapat perhatian dari mereka yang masih ada di stadion, dari pintu di sebelah kanan muncul Stephen Akwari, pelari marathon Tanzania. Kaki kirinya tampak berdarah sehingga larinya pincang. Terseok-seok pelari kulit hitam itu memutari lintasan menuju garis finis.
Pemandangan langka ini terlihat oleh seorang kamerawan TV, Bud Greenspan. Terkesan oleh keuletan pelari ini, Bud lalu mendatangi Akwari dan menanyakan, mengapa ia harus menyelesaikan tugas yang melelahkan itu ke garis finis. Toh, perlombaan sudah usai. Dengan suara perlahan Akwari menjawab, “Tanzania tidak mengirimkan saya ke olimpiade ini untuk mengikuti perlombaan lari 42,192 km. Mereka mengirim saya untuk menyelesaikan lari 42,192 km.”