Aneka kado ini tidak dijual di toko ataupun di swalayan terkenal. Anda dapat menghadiahkannya setiap saat dan tidak perlu membeli! Meski begitu macam kado ini adalah hadiah terindah dan tidak bernilai bagi orang-orang yang Anda sayangi.
1. Kehadiran
Kehadiran orang yang dikasihi rasanya adalah hadiah yang tidak bernilai harganya. Memang kita bias hadir di hadapannya lewat; surat, telepon, foto, facebook, atau sejenisnya. Namun, dengan keberadaan di sampingnya, Anda dan orang yang Anda kasihi dapat berbagi perasaan, perhatian dan kasih saying yang lebih utuh dan itensif. Dengan demikian kehadiran juga penting. Jadi, kehadiran Andasebagai pembawa kebahagian bagi orang yang Anda kasihi.
2. Mendengar
Sedikit saja orang yang mampu memberi kado ini. Sebab, kebanyakan orang lebih suka didengarkan, daripada mendengarkan. Sedah lama diketahui bahwa keharmonisan hubungan antar-manusia amat ditentukan dengan saling mendengarkan. Berikan kado ini untuk orang yang Anda kasihi. Dengan mencurahkan perhatiankepada segala ucapan bibirnya, secara langsung Andajuga telah menumbuhkan kesabarandan kerendahan hati. Untuk bias mendengarkan dengan baik Anda dalam keadaan betul-betul rileks dan bias menangkap utuh apa yang disambaikannya. Tatap wajahnya. Jangan menyela, mengkritik, apalagi menghakimi. Biarkan dia menuntaskan pembicaraannya, ini memudahkan bagi Anda memberikan yang tepat setelah itu. Tidak harus berupa kata-kata diskusi atau penilaian. Sekedar ucpan terima kasih pun akan tersentuh baginya.
3. Diam
Firmat Tuhan mengatakan bahwa dengan bertobat dan tinggal diam terdapat keselamatan, dalam tinggal tenang terletak kekuatan (Yes 30: 15). Diam dapat dipakai untuk menghukum, mengusir, atau membingungkan dan lebih dari segalanya. Diam juga bias menunjukkan kecintaan kita pada seseorang kerenan memberinya ‘ruang’ jika sehari-hari sudah gemar menasihati, mengatur, mengkritik bahkan mengomeli.
4. Kebebasan
Mengasihi atau mencintai seseorang bukan berarti member kita hakpenuh untuk memiliki atau mengatur kehidupan orang lain terlebih orang yang dicintai. Bisakah kita mengaku mencintai seseorang jika kita selalu mengekangnya dengan segala macam aturan? Misalnya; kamu tidak boleh bertemu dengan ini dan itu! Kamu tidak boleh merokok,berbincang dengan dia atau yang lainnya. Memberi kebebasan adalah salah satu perwujudan cinta dan kasih. Makna kebebasan bukanlah sekedar” Kamu bebas berbuat semaumu.” Lebih dalam dari itu, kebebasan adalah memberinya kepercayaan penuh untuk bertanggungjawab atas segala hal yang ia putuskan dan lakukan. Misalnya ketika kita berpacaran melihat pasangan ngak bahagia kita terus memaksa untuk mencintai kita, ya gak bisatho. Menurut pengalaman saya, saya memberikan kebebasan kepada dia, “Sayang aku sangat mencintai kamu, tetapi aku melihatmu tidak merasa bahagia dan kamu merasa tertekan selama bersama aku. Saying aku memberikan kebebasan kepadamu untuk mencari orang yang bias membuatmu bahagia, aku rela demi kebahagiannmu”. Ini bukan berarti kita tidak mencintainya, justru cinta kita kepada dia lebih besar karena tidak membiarkan orang yang kita cinta berada dalam tekanan batin atau tekanan perasaan.
5. Keindahan
Siapa yang tidak bahagia, jika orang yang dicintai tiba-tiba tampil lebih ganteng atau lebih cantik? Tampil indah juga merupakan kado lho. Bahkan tidak salah jika Anda menghadiahkannya setiap hari. Perlu Anda ketahui orang tertarik bukan dari kecantikan atau kecakepan seseorang tetapi lebih dari itu. Buakn dari apa yang nampak oleh fisik semata keindahan hati perlu. Kebersihan dan kerapian salah satu perwujudan dari keindahan.
6. Tanggapan Positif
Tanpa sadar, sering kita memberikan penilaian negative terhadap pikiran, sikap atautidakan orang yang kita sayangi. Seoralh-olah tidak ada yang benar dari dirinya dan kebenaran mutlak hanya pada diri kita. Benar gak neh? Kali ini, coba hadiahilah dia dengan tanggapan positif. Nyatakan dengan jelas dan tulus. Cobalah ingat, berapa kali dalam seminggu terakhir Anda mengucapkan terima kasih atas segala hal yang dilaukannya terhadap Anda. Ingat-infat pula pernahkan pula Anda memujinya. Kedua hal itu, terima kasih dan pujian ( dan juga permintaan maaf) adalah kado indah yang sering terlupakan.
7. Kesediaan mengalah
Tidak semua masalah layak menjadi bhan pertngkaran. Apa lagi saat terjadi cekcok yang hebat. Semuanya perlu dipertimbangkan, apa iya sebuah hubungan dikorbankan (diberantakan) hanya karena persoalan kecil? Bila Anda salah. Hal ini berarti Anda siap memberikan kado “kesediaan mengalah”. Oke-lah, Anda mungkin kesal atau marah kepada dia. Tetapi kalau kejadiannya baru sekali itu, mengapa meski jadi pemicu pertengkaran yang berlarut-larut. Kesedian untuk mengalah juga dapat melunturkan sakit hati dan mengajak kita menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini, betul gak?
8. Senyuman.
Percaya atau tidak, kekuatan senyum amat luar biasa. Senyuman, terlebih yang diberikan dengan tulus, bias menjadi pencair hubungan yang beku, pemberi semangat dalam keutusasaan, pencerah suasana muram, bahkan menenang jiwa yang resah. Senyuman juga merupakan syarat untuk membuka diri dengan dunia sekeliling kita. Kapankan kita menghadiahkan senyuman manis pada orang yang kita kasihi? Setiap saat!
Sebuah permenungan pengalamanku dalam mencintai