Archive for the ‘Filsafat’ Category

Kisah Untuk Kawan

October 19, 2009

kuceritakan sebuah kisah kawan…

tentang hidup yang tak kutahu milik siapa mengapa,,,dan untuk apa…

hidupku sebuah perjalanan tanpa akhir tak bisa berpijak di satu tempat

aku bergerak…pindah…pergi

urip iku mung mampir ngombe,,,kata simbah,,,

sekedar lepas dahaga

sekedar menarik nafas ‘tuk kemudian langkahkan kaki lagi

hidupku sebuah persimpangan,,,

‘tukmemilih kemana,,, ‘tuk terus ,,,kapan?

aku pun tak tahu apa yang kucari dalam hidup

temanku bilang: kebahagiaan!

oh kebahagiaankah yang kucari

sedang bahagia berarti tak ada penderitaan

namun kawan lihat sendiri adakah ketiadaan penderitaan,,,

derita dan bahagia tiada bersisi tiada garis batas

bahagia adalah utopia semu…

hanya isapan jempol hiburan dari tukang obat di pasar…

hidup adalah sebuah pencarian yang tiada berakhir

sebuah pencarian yang tak tahu : apa yang dicari

yang penting kawan :MENCARI

mencari dan teruslah mencari,,,

tak perlu kau tahu apa yang kau cari..

yang penting biarkan dirimu untuk mencari…

bkn kebahagiaan yang kau cari kau sia-sia,,,

bahagia adalah belenggumu

jiwamu terpasung oleh bahgia

terus-teruslah mencari kawan

cari dan cari

oh hidup aku datang untuk menemuimu..

okt.2009

by mang axy

Lonceng-lonceng Kuil

June 11, 2009

Sebuah kuil dibangun di suatu pulau, tiga kilometr jauhnya dari pantai. Dalam kuil itu terdapat seribu lonceng. Lonceng-lonceng yang besar, lonceng-lonceng yang kecil, semuanya dibuat oleh pengrajin-pengrajin terbaik dunia. Setiap kali angina bertiup atau taufan menderu, semua lonceng kuil itu serentak berbunyi dan secara terpadu membangun sebuah simponi. Hati setiap orang yang mendengarkannya terpesona.

Tetapi selama berabad-abad pulau itu tenggelam di dalam laut; demikian juga kuil bersama dengan lonceng-loncengnya.

Menurut cerita turun-temurun lonceng-lonceng itu masih terus berbunyi, tanpa henti, dan dapat didengar oleh setiap orang yang mendengarkannya dengan penuh perhatian. Tergerak oleh cerita ini, seorang pemuda menempuh perjalanan sejauh beribu-ribu kilometer. Tekadnya telah bulat untuk mendengarkan bunyi lonceng-lonceng itu. Berhari-hari ia duduk di pantai, berhadapan dengan tempat di mana kuil itu pernah berdiri, dan mendengarkan-mendengarkan dengan penuh perhatian. Tetapi yang didengarnya hanyalah suara gelombang laut yang memecah di tepi pantai. Ia berusaha mati-matian untuk menyisihkan suara gelombang itu supaya dapat didengar bunyi lonceng. Namun sia-sia. Suara laut rupanya memenuhi alam raya.

Ia bertahan sampai berminggu-minggu. Ketika semangatnya mengendor, ia mendengarkan orang tua-tua di kampong. Dengan terharu mereka menceritakan kisah seribu lonceng dan kisah tentang mereka yang telah mendengarnya. Dengan demikian ia semakin yakin bahwa kisah itu memang benar. Dan semangatnya berkobar lagi, apabila mendengar kata-kata mereka…….. tetapi kemudian ia kecewa lagi, kalau usahanya selama berminggu-minggu ternyata tidak menghasilkan apa-apa.

Akhirnya ia memutuskan untuk mengakhiri usahanya. Barangkali ia tidak ditakdirkan menjadi salah seorang yang beruntung dapat mendengar bunyi lonceng-lonceng kuil itu. Mungkin juga legenda itu hanya omong kosongsaja. Lebih baik pulang saja dan mengakui kegagalan, demikian pikirnya. Pada hari terakhir ia duduk di pantai pada tempat yang paling disayanginya. Ia berpamitan kepada laut, langit, angina serta pohon-pohon kelapa. Ia berbaring di atas pasir, memandang langit, mendengarkan suara laut. Pada hari itu ia tidak berusaha menutup telinganya terhadap suara laut, melainkan menyerahkan dirinya sendiri kepadanya. Dan ia pun menemukan suara yang lembut dan menyegarkan di dalam gelora gelombang laut. Segera ia begitu tenggelam dalam suara itu, sehingga ia hamper tidak menyadari dirinya lagi. Begitu dalam keheningan yang ditimbulkan suara gelombang dalm hatinya.

Di dasar keheningan itu, ia mendengarnya! Dentang bunyi satu lonceng disambut oleh yang lain, oleh yang lain lagi, dan oleh yang lain lagi,…………… dan akhirnya seribu lonceng dari kuil itu berdentangan dengan satu melodi yang agung berpadu. Dalam hatinya meluap rasa kagum dan gembira.

Ikan Kecil

June 11, 2009

“Maaf kawan,” kata seekor ikan laut kepada seekor ikan yang lain.”Anda lebih tua dan lebih berpengalaman daripada saya. Dimanakah saya dpat menemukan laut? Saya sudah mencarinya dimana-mana tetapi sia-sia saja!”

“Laut,” kata ikan yang lebih tua,”adalah tempat kau berenag sekarang ini”

“Haa? Ini hanya air saja! Yang kucari adalah laut,” sangkal ikan yang muda dengan perasaan sangat kecewa ia pergi mencarinya di tempat lain.

Ikan kecil berhentilah mencari! Tidak ada yang perlu dicari. Heninglah sebentar, bukalah matamu dan lihatlah! Engkau tak mungkin lagi keliru.

Seekor Kera Menyelamatkan Ikan

June 11, 2009

“Apa yang kau lakukan?” tanyaku kepada seekor kera, ketika aku melihatnya sedang mengangkat ikan dari air dan meletakkannya di atas dahan sebatang pohon.
“Kuselamatkan dia, agar jangan mati tenggelam,” jawab kera.

Yang bagi seseorang merupakan makanan, bagi yang lain menjadi racun.

Matahari membuat burung garuda bisa melihat, namun membutakan mata burung hantu.

Manusia Kuat

March 4, 2009

Ada kekuatan di dalam cinta,

Orang yang sanggup memberikan cinta adalah

orang yang kuat

Karena ia bisa mengalahkan keinginannya

Untuk mementingkan diri sendiri.

Ada kekuatan dalam tawa kegembiraan,

Orang tertawa gembira adalah orang yang kuat

Karena ia tidak pernah terlarut dengan

tantangan dan cobaan.

Ada kekuatan di dalam kedamaian diri

Orang yang dirinya penuh damai bahagia adalah

orang yang kuat

Karena ia tidak pernah tergoyahkan

Dan tidak mudah diombang-ambingkan.

Ada kekuatan di dalam kesabaran,

Orang yang sabar adalah orang yang kuat

Karena ia sanggup menanggung segala sesuatu

Dan ia tidak pernah merasa disakiti.

Ada kekuatan di dalam kemurahan,

Orang yang murah hati adalah orang yang kuat

Karena ia tidak pernah menahan mulut dan

tangannya

Untuk melakukan yang baik bagi sesamanya.

Ada kekuatan di dalam kebaikan,

Orang yang baik adalah orang yang kuat

Karena ia bisa selalu mampu melakukan yang

baik bagi semua orang.

Ada kekuatan di dalam kesetiaan,

Orang yang setia adalah orang yang kuat

Karena ia bisa mengalahkan nafsu dan keinginan

pribadi

Dengan kesetiaannya kepada Allah dan sesama.

Ada kekuatan di dalam kelemahlembutan,

Orang yang lemah lembut adalah orang yang kuat

Karena ia bisa menahan diri untuk tidak

membalas dendam.

Ada kekuatan di dalam penguasaan diri,

Orang yang bisa menguasai diri adalah orang

yang kuat

Karena ia bisa mengendalikan segala nafsu

keduniawian.

__________________________________________________________


Sadarkah teman bahwa engkau juga memiliki

cukup Kekuatan untuk mengatasi segala

permasalahan

dalam hidup ini?

Dimanapun, seberat dan serumit apapun juga.

Karena pencobaan tidak akan pernah dibiarkan

melebihi kekuatan kita.

Cangkir yang Cantik

September 9, 2008

Sepasang kakek dan nenek pergi belanja di sebuah toko suvenir untuk mencari hadiah buat cucu mereka. Kemudian mata mereka tertuju kepada sebuah cangkir yang cantik. “Lihat cangkir itu,” kata si nenek kepada suaminya. “Kau benar, inilah cangkir tercantik yang pernah aku lihat,” ujar si kakek.
Saat mereka mendekati cangkir itu, tiba-tiba cangkir yang dimaksud berbicara “Terima kasih untuk perhatiannya, perlu diketahui bahwa aku dulunya tidak cantik. Sebelum menjadi cangkir yang dikagumi, aku hanyalah seonggok tanah liat
yang tidak berguna. Namun suatu hari ada seorang pengrajin dengan tangan kotor melempar aku ke sebuah roda berputar.
Kemudian ia mulai memutar-mutar aku hingga aku merasa pusing. Stop ! Stop ! Aku berteriak, Tetapi orang itu berkata “belum !” lalu ia mulai menyodok dan meninjuku berulang-ulang. Stop! Stop ! teriakku lagi. Tapi orang ini masih saja meninjuku, tanpa menghiraukan teriakanku. Bahkan lebih buruk lagi ia memasukkan aku ke dalam perapian. Panas ! Panas ! Teriakku dengan keras. Stop ! Cukup ! Teriakku lagi. Tapi orang ini berkata “belum !”
Akhirnya ia mengangkat aku dari perapian itu dan membiarkan aku sampai dingin. Aku pikir, selesailah penderitaanku. Oh ternyata belum. Setelah dingin aku diberikan kepada seorang wanita muda dan dan ia mulai mewarnai aku. Asapnya begitu memualkan. Stop ! Stop ! Aku berteriak.
Wanita itu berkata “belum !” Lalu ia memberikan aku kepada seorang pria dan ia memasukkan aku lagi ke perapian yang lebih panas dari sebelumnya! Tolong ! Hentikan penyiksaan ini ! Sambil menangis aku berteriak sekuat-kuatnya. Tapi orang ini tidak peduli dengan teriakanku.Ia terus membakarku. Setelah puas “menyiksaku” kini aku dibiarkan dingin.
Setelah benar-benar dingin, seorang wanita cantik mengangkatku dan menempatkan aku dekat kaca. Aku melihat diriku. Aku terkejut sekali. Aku hampir tidak percaya, karena di hadapanku berdiri sebuah cangkir yang begitu cantik. Semua kesakitan dan penderitaanku yang lalu menjadi sirna tatkala kulihat diriku.
Renungan :
Seperti inilah Tuhan membentuk kita. Pada saat Tuhan membentuk kita, tidaklah menyenangkan, sakit, penuh penderitaan, dan banyak air mata. Tetapi inilah satu-satunya cara bagi-Nya untuk mengubah kita supaya menjadi cantik dan memancarkan kemuliaan-Nya.
“Anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai pencobaan, sebab Anda tahu bahwa ujian terhadap kita menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang supaya Anda menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun.”
Apabila Anda sedang menghadapi ujian hidup, jangan kecil hati, karena Dia sedang membentuk Anda. Bentukan-bentukan ini memang menyakitkan tetapi setelah semua proses itu selesai, Anda akan melihat betapa cantiknya Tuhan membentuk

Bambu dan Pakis

May 6, 2008

Suatu Hari aku memutuskan untuk berhenti.
Berhenti dari pekerjaanku, berhenti dari hubunganku
dengan sesama dan berhenti dari spiritualitasku. Aku
pergi ke hutan untuk bicara dengan Tuhan untuk yang
terakhir kalinya.
“Tuhan”, kataku, “berikan aku satu alasan untuk tidak
berhenti?”

Dia memberi jawaban yang mengejutkanku.

“Lihat ke sekelilingmu” kataNya. “Apakah engkau
memperhatikan tanaman pakis dan bambu yang ada di
hutan ini?”

“Ya”, jawabku.

Lalu Tuhan berkata, “Ketika pertama kali Aku menanam
mereka, Aku menanam dan merawat benih-benih mereka
dengan seksama. Aku beri mereka cahaya, Aku beri
mereka air, pakis-pakis itu tumbuh dengan sangat
cepat. Warna hijaunya yang menawan menutupi tanah,
namun tidak ada yang terjadi dari benih bambu tapi Aku
tidak berhenti merawatnya.

Dalam tahun kedua, pakis-pakis itu tumbuh lebih cepat
dan lebih banyak lagi. Namun, tetap tidak ada yang
terjadi dari benih bambu tetapi Aku tidak menyerah
terhadapnya.”

“Dalam tahun ketiga tetap tidak ada yang tumbuh dari
benih bambu itu tapi Aku tetap tidak menyerah begitu
juga dengan tahun ke empat.”

“Lalu pada tahun ke lima sebuah tunas yang kecil
muncul dari dalam tanah bandingkan dengan pakis, tunas
itu kelihatan begitu kecil dan sepertinya tidak
berarti. Namun enam bulan kemudian, bambu ini tumbuh
dengan mencapai ketinggian lebih dari 100 kaki. Dia
membutuhkan waktu lima tahun untuk menumbuhkan
akar-akarnya. Akar-akar itu membuat dia kuat dan
memberikan apa yang dia butuhkan untuk bertahan. Aku
tidak akan memberikan ciptaanKu tantangan yang tidak
bisa mereka tangani.”

“Tahukan engkau anakKu, dari semua waktu pergumulanmu,
sebenarnya engkau sedang menumbuhkan akar-akarmu? Aku
tidak menyerah terhadap bambu itu, Aku juga tidak akan
pernah menyerah terhadapmu.”

Tuhan berkata “Jangan bandingkan dirimu dengan orang
lain. Bambu-bambu itu m emi liki tujuan yang berbeda
dibandingkan dengan pakis, tapi keduanya tetap membuat
hutan ini menjadi lebih indah.”

“Saat mu akan tiba”, Tuhan mengatakan itu kepadaku.
“Engkau akan tumbuh sangat tinggi”
“Seberapa tinggi aku harus bertumbuh Tuhan?” tanyaku.
“Sampai seberapa tinggi bambu-bambu itu dapat tumbuh?”
Tuhan balik bertanya.
“Setinggi yang mereka mampu?” aku bertanya
“Ya.” jawabNya, “Muliakan Aku dengan pertumbuhanmu,
setinggi yang engkau dapat capai.”

Lalu aku pergi meninggalkan hutan itu, menyadari bahwa
Allah tidak akan pernah menyerah terhadap Ku Dan Dia
juga tidak akan pernah menyerah terhadap anda.

Jangan pernah menyesali hidup yang saat ini Anda
jalani sekalipun itu hanya untuk satu Hari.
Hari-Hari yang baik memberikan kebahagiaan; Hari-Hari
yang kurang baik memberi pengalaman; kedua-duanya
memberi arti bagi kehidupan ini.

Nice To Read

May 6, 2008

Tuhan yang Mahabaik memberi kita ikan, tetapi kita harus mengail untuk mendapatkannya.
Demikian juga Jika kamu terus menunggu waktu yang tepat, mungkin kamu tidak akan pernah mulai.

Mulailah sekarang…

mulailah di mana kamu berada sekarang dengan apa adanya.

Jangan pernah pikirkan kenapa kita memilih seseorang untuk dicintai,

tapi sadarilah bahwa cintalah yang memilih kita untuk mencintainya.

Perkawinan memang memiliki banyak kesusahan,

tetapi kehidupan lajang tidak memiliki kesenangan.

Buka mata kamu lebar-lebar sebelum menikah,

dan biarkan mata kamu setengah terpejam sesudahnya.

Menikahi wanita atau pria karena kecantikannya atau ketampanannya

sama seperti membeli rumah karena lapisan catnya.

Harta milik yang paling berharga bagi seorang pria di dunia ini adalah …

hati seorang wanita.

Begitu juga Persahabatan, persahabatan adalah 1 jiwa dalam 2 raga

Persahabatan sejati layaknya kesehatan,

nilainya baru kita sadari setelah kita kehilangannya.

Seorang sahabat adalah yang dapat mendengarkan lagu didalam hatimu

dan akan menyanyikan kembali tatkala kau lupa akan bait-baitnya.

Sahabat adalah tangan Tuhan untuk menjaga Kita.

Rasa hormat tidak selalu membawa kepada persahabatan,

tapi Jangan pernah menyesal untuk bertemu dengan orang lain…

tapi menyesal-lah jika orang itu menyesal bertemu dengan kamu.

Bertemanlah dengan orang yang suka membela kebenaran.

Dialah hiasan dikala kamu senang dan perisai diwaktu kamu susah.

Namun kamu tidak akan pernah memiliki seorang teman,

jika kamu mengharapkan seseorang tanpa kesalahan.

Karena semua manusia itu baik kalau kamu bisa melihat kebaikannya

dan menyenangkan kalau kamu bisa melihat keunikannya

tapi semua manusia itu akan buruk dan membosankan

kalau kamu tidak bisa melihat keduanya.

Begitu juga Kebijakan, Kebijakan itu seperti cairan,

kegunaannya terletak pada penerapan yang benar,

orang pintar bisa gagal karena ia memikirkan terlalu banyak hal,

sedangkan orang bodoh sering kali berhasil dengan melakukan tindakan tepat.

Dan Kebijakan sejati tidak datang dari pikiran kita saja,

tetapi juga berdasarkan pada perasaan dan fakta.

Tak seorang pun sempurna.

Mereka yang mau belajar dari kesalahan adalah bijak.

Menyedihkan melihat orang berkeras bahwa mereka benar meskipun terbukti salah.

Apa yang berada di belakang kita dan apa yang berada di depan kita

adalah perkara kecil berbanding dengan apa yang berada di dalam kita.

Kamu tak bisa mengubah masa lalu….

tetapi dapat menghancurkan masa kini dengan mengkhawatirkan masa depan.

Bila Kamu mengisi hati kamu ..

dengan penyesalan untuk masa lalu dan kekhawatiran untuk masa depan,

Kamu tak memiliki hari ini untuk kamu syukuri.

Jika kamu berpikir tentang hari kemarin tanpa rasa penyesalan

dan hari esok tanpa rasa takut,

berarti kamu sudah berada dijalan yang benar menuju sukses.

—————— Have a great day ——————–

Jikalah

May 6, 2008

Jikalah derita akan menjadi masa lalu pada akhirnya,

Mengapa mesti dijalani dengan sepedih rasa,

Sedang keTEGARan akan lebih indah dikenang nanti

Jikalah kesedihan akan menjadi masa lalu pada akhirnya,

Maka mengapa tak dinikmati saja,

Sedangkan RATAP TANGIS tak akan mengubah apa-apa

Jikalah luka dan kecewa akan menjadi masa lalu pada akhirnya,

Maka mengapa mesti dibiarkan meracuni jiwa,

Sedang keTABAHan dan keSABARan lebih utama

Jikalah kebencian dan kemarahan akan menjadi masa lalu pada akhirnya,

Maka mengapa mesti diumbar sepuas jiwa,

Sedang menahan DIRI adalah lebih berPAHALA.

Jikalau kesalahan akan menjadi masa lalu pada akhirnya,

Maka mengapa mesti tenggelam di dalamnya,

Sedang TAUBAT itu lebih utama

Jikalah harta akan menjadi masa lalu pada akhirnya,

Maka mengapa mesti ingin di kukuhi sendiri,

Sedang keDERMAWANan justru akan melipat gandakan

Jikalah Kepandaian akan menjadi masa lalu pada akhirnya,

Maka mengapa mesti membusungkan dada dan membuat kerusakan di dunia,

Sedang dengannya manusia diminta MEMIMPIN dunia menuju
Rahmatan Lil Alamin

Jikalah cinta akan menjadi masa lalu pada akhirnya,

Maka mengapa mesti ingin memiliki dan selalu bersama,

Sedang MEMBERI akan lebih banyak menuai arti dalam makna hakiki

Jikalah bahagia akan menjadi masa lalu pada akhirnya,

Maka mengapa mesti dirasakan sendiri,

Sedang BERBAGI akan membuatnya INDAH

Jikalah hidup akan menjadi masa lalu pada akhirnya,

Maka mengapa mesti diisi dengan kesia-siaan belaka,

Sedang BERSERAH diri pada Ilahi Robbi adalah jalan yang terbaik

Tebarkan senyumm…,
Ukir Simpati…, Lebarkan tangan..,
Hilangkan iri dengki…,
Bukalah Maaf dalam Hati Nurani…

Hidup akan lebih bermakna dan berarti….

Menuju 1 (satu) yang Maha Suci
Dialah Ilahi Rabbi

Untuk Kita Renungkan

May 6, 2008

Aku mengamati semua sahabat, dan tidak menemukan sahabat yang lebih baik daripada menjaga lidah.

Aku memikirkan tentang semua pakaian, tetapi tidak menemukan pakaian yang lebih baik daripada takwa.

Aku merenungkan tentang segala jenis amal baik, namun tidak mendapatkan yang lebih baik daripada memberi nasihat baik.

Aku mencari segala bentuk rejeki, tapi tidak menemukan rejeki yang lebih baik daripada sabar