Archive for the ‘Keluarga’ Category

Mengapa Wanita Menangis???

July 14, 2009
Seorang anak laki-laki kecil bertanya
kepada ibunya “Mengapa engkau menangis?”

“Karena aku seorang wanita”, kata
sang ibu kepadanya.

“Aku tidak mengerti”, kata anak itu.

Ibunya hanya memeluknya dan berkata,
“Dan kau tak akan pernah mengerti”

Kemudian anak laki-laki itu bertanya
kepada ayahnya, “Mengapa ibu suka menangis tanpa alasan?”

“Semua wanita menangis tanpa alasan”, hanya itu yang dapat dikatakan oleh ayahnya.

Anak laki-laki kecil itu pun lalu
tumbuh menjadi seorang laki-laki dewasa, tetap ingin tahu mengapa wanita menangis.

Akhirnya
ia menghubungi Tuhan, dan ia bertanya, “Tuhan, mengapa wanita begitu mudah menangis?”

Tuhan berkata:


“Ketika Aku
menciptakan seorang wanita, ia diharuskan untuk menjadi seorang yang
istimewa. Aku membuat bahunya cukup kuat untuk menopang dunia; namun,
harus cukup lembut untuk memberikan kenyamanan”

“Aku
memberikannya kekuatan dari dalam untuk mampu melahirkan anak dan menerima
penolakan yang seringkali datang dari anak-anaknya “

“Aku
memberinya kekerasan untuk membuatnya tetap tegar ketika orang-orang lain
menyerah, dan mengasuh keluarganya dengan penderitaan dan kelelahan tanpa
mengeluh “

“Aku
memberinya kepekaan untuk mencintai anak-anaknya dalam setiap keadaan,
bahkan ketika anaknya bersikap sangat menyakiti hatinya “

“Aku
memberinya kekuatan untuk mendukung suaminya dalam kegagalannya dan
melengkapi dengan tulang rusuk suaminya untuk melindungi hatinya

“Aku
memberinya kebijaksanaan untuk mengetahui bahwa seorang suami yang baik
takkan pernah menyakiti isterinya, tetapi kadang menguji kekuatannya dan
ketetapan hatinya untuk berada disisi suaminya tanpa ragu

“Dan
akhirnya, Aku memberinya air mata untuk diteteskan.

Ini adalah
khusus miliknya untuk digunakan kapan pun ia butuhkan.”

“Kau tahu:


Kecantikan
seorang wanita bukanlah dari pakaian yang dikenakannya, sosok yang ia
tampilkan, atau bagaimana ia menyisir rambutnya.”

“Kecantikan
seorang wanita harus dilihat dari matanya, karena itulah pintu hatinya -
tempat dimana cinta itu ada.”

Kirimkan ini kepada
setiap wanita cantik yang Anda kenal hari ini untuk memperingati Bulan
Sejarah Wanita.

Jika Anda lakukan,
sesuatu yang baik akan terjadi.

Anda akan menambah
harga diri wanita!

Karena setiap
Wanita itu Cantik.

Kirimkan juga kepada para pria

agar senantiasa dapat menghormati wanita,

siapapun mereka

ibu,istri,kekasih, kakak,adik
dan bahkan wanita yg tidak ia kenal yg kebetulan berada didekatnya..

Ketika Cinta Terurai Menjadi Perbuatan

June 28, 2008

Kulitnya hitam. Wajahnya jelek. Usianya tua. Waktu pertama kali masuk ke rumah wanita itu, hampir saja ia percaya kalau ia berada di rumah hantu.

Lelaki kaya dan tampan itu sejenak ragu kembali. Sanggupkah ia menjalani keputusannya? Tapi ia segera kembali pada tekadnya. Ia sudah memutuskan untuk menikahi dan mencintai perempuan itu. Apapun resikonya.

Suatu saat perempuan itu berkata padanya, “Ini emas-emasku yang sudah lama kutabung, pakailah ini untuk mencari wanita idamanmu, aku hanya membutuhkan status bahwa aku pernah menikah dan menjadi seorang istri.” Tapi lelaki tu malah menjawab, “Aku sudah memutuskan untuk mencintaimu. Aku takkan menikah lagi.”

Semua orang terheran-heran. Keluarga itu tetap utuh sepanjang hidup mereka.
Bahkan mereka dikaruniai anak-anak dengan kecantikan dan ketampanan yang luar biasa.
Bertahun-tahun kemudian orang-orang menanyakan rahasia ini padanya. Lelaki itu menjawab enteng, “Aku memutuskan untuk mencintainya.

Aku berusaha melakukan yang terbaik. Tapi perempuan itu melakukan semua kebaikan yang bisa ia lakukan untukku. Sampai aku bahkan tak pernah merasakan kulit hitam dan wajah jeleknya dalam kesadaranku. Yang kurasakan adalah kenyamanan jiwa yang melupakan aku pada fisik.”
Begitulah cinta ketika ia terurai jadi perbuatan. Ukuran integritas cinta adalah ketika ia bersemi dalam hati…terkembang dalam kata… terurai dalam perbuatan…

Kalau hanya berhenti dalam hati, itu cinta yang lemah dan tidak berdaya.
Kalau hanya berhenti dalam kata, itu cinta yang disertai dengan kepalsuan
dan tidak nyata… Kalau cinta sudah terurai jadi perbuatan, cinta itu sempurna seperti pohon; akarnya terhunjam dalam hati, batangnya tegak dalam kata, buahnya menjumbai dalam perbuatan. Persis seperti iman, terpatri dalam hati, terucap dalam lisan, dan dibuktikan oleh amal.

Semakin dalam kita merenungi makna cinta, semakin kita temukan fakta besar ini, bahwa cinta hanya kuat ketika ia datang dari pribadi yang kuat, bahwa integritas cinta hanya mungkin lahir dari pribadi yang juga punya integritas. Karena cinta adalah keinginan baik kepada orang yang kita cintai yang harus menampak setiap saat sepanjang kebersamaan.

Rahasia dari sebuah hubungan yang sukses bertahan dalam waktu lama adalah pembuktian cinta terus menerus. Yang dilakukan para pecinta sejati di sini adalah memberi tanpa henti. Hubungan bertahan lama bukan karena perasaan cinta yang bersemi di dalam hati, tapi karena kebaikan tiada henti yang dilahirkan oleh perasaan cinta itu.

Seperti lelaki itu, yang terus membahagiakan istrinya, begitu ia memutuskan untuk mencintainya. Dan istrinya, yang terus menerus melahirkan kebajikan dari cinta tanpa henti.

Cinta yang tidak terurai jadi perbuatan adalah jawaban atas angka-angka perceraian yang semakin menganga lebar dalam masyarakat kita
Jika kita memiliki kesempatan utk menjadi seseorang yg LUAR BIASA ,Kenapa kita memilih utk menjadi biasa-biasa saja? Bukankah hidup ini hanya sekali saja? Pastikan diri kita BERGUNA untuk orang banyak.”

RAUTAN MEJA KAYU

June 2, 2008

Suatu ketika, ada seorang kakek yang harus tinggal dengan anaknya. Selain
itu, tinggal pula menantu, dan anak mereka yang berusia 6 tahun. Tangan
orangtua ini begitu rapuh, dan sering bergerak tak menentu. Penglihatannya
buram, dan cara berjalannya pun ringkih.

Keluarga itu biasa makan bersama di ruang makan. Namun, sang orangtua yang
pikun ini sering mengacaukan segalanya. Tangannya yang bergetar dan mata
yang rabun, membuatnya susah untuk menyantap makanan. Sendok dan garpu kerap
jatuh Ke bawah.

Saat si kakek meraih gelas, segera saja susu itu tumpah membasahi taplak.
Anak dan menantunya pun menjadi gusar. Mereka merasa direpotkan dengan semua
ini. “Kita harus lakukan sesuatu,” ujar sang suami. “Aku sudah bosan
membereskan semuanya untuk pak tua ini.”

Lalu, kedua suami-istri ini pun membuatkan sebuah meja kecil di sudut
ruangan. Di sana, sang kakek akan duduk untuk makan sendirian, saat semuanya
menyantap makanan. Karena sering memecahkan piring, keduanya juga memberikan
mangkuk kayu untuk si kakek.

Sering saat keluarga itu sibuk dengan makan malam mereka, terdengar isak
sedih dari sudut ruangan. Ada airmata yang tampak mengalir dari gurat
keriput si kakek. Meski tak ada gugatan darinya. Tiap kali nasi yang dia
suap, selalu ditetesi air mata yang jatuh dari sisi pipinya. Namun, kata
yang keluar dari suami-istri ini selalu omelan agar ia tak menjatuhkan
makanan lagi.

Anak mereka yang berusia 6 tahun memandangi semua dalam diam. Suatu malam,
sebelum tidur, sang ayah memperhatikan anaknya yang sedang memainkan mainan
kayu. Dengan lembut ditanyalah anak itu. “Kamu sedang membuat apa?”.

Anaknya menjawab, “Aku sedang membuat meja kayu buat ayah dan ibu, untuk
makan saatku besar nanti. Nanti, akan kuletakkan di sudut itu, dekat tempat
kakek biasa makan.” Anak itu tersenyum dan melanjutkan pekerjaannya.

Jawaban itu membuat kedua orangtuanya begitu sedih dan terpukul. Mereka tak
mampu berkata-kata lagi. Lalu, airmatapun mulai bergulir dari kedua pipi
mereka. Walau tak ada kata-kata yang terucap, kedua orangtua ini mengerti,
ada sesuatu yang harus diperbaiki.

Mereka makan bersama di meja makan. Tak ada lagi omelan yang keluar saat ada
piring yang jatuh, makanan yang tumpah atau taplak yang ternoda. Kini,
mereka bisa makan bersama lagi di meja utama. Dan anak itu, tak lagi meraut
untuk membuat meja kayu.

Sahabat, anak-anak adalah persepsi dari kita. Mata mereka akan selalu
mengamati, telinga mereka akan selalu menyimak, dan pikiran mereka akan
selalu mencerna setiap hal yang kita lakukan.

Mereka adalah peniru. Jika mereka melihat kita memperlakukan orang lain
dengan sopan, hal itu pula yang akan dilakukan oleh mereka saat dewasa
kelak. Orangtua yang bijak, akan selalu menyadari, setiap “bangunan jiwa”
yang disusun, adalah pondasi yang kekal buat masa depan anak-anak.

Mari, susunlah bangunan itu dengan bijak. Untuk anak-anak kita, untuk masa
depan kita, untuk semuanya. Sebab, untuk merekalah kita akan selalu belajar,
bahwa berbuat baik pada orang lain, adalah sama halnya dengan tabungan masa
depan.

Jika anak hidup dalam kritik, ia belajar mengutuk.

Jika anak hidup dalam kekerasan, ia belajar berkelahi.

Jika anak hidup dalam pembodohan, ia belajar jadi pemalu.

Jika anak hidup dalam rasa dipermalukan, ia belajar terus merasa bersalah.

Jika anak hidup dalam toleransi, ia belajar menjadi sabar.

Jika anak hidup dalam dorongan, ia belajar menjadi percaya diri.

Jika anak hidup dalam penghargaan, ia belajar mengapresiasi.

Jika anak hidup dalam rasa adil, ia belajar keadilan.

Jika anak hidup dalam rasa aman, ia belajar yakin.

Jika anak hidup dalam persetujuan, ia belajar menghargai diri sendiri.

Jika anak hidup dalam rasa diterima dan persahabatan, ia belajar mencari
cinta di seluruh dunia.

Betapa terlihat di sini peran orang tua sangat penting karena mereka
diistilahkan oleh Khalil Gibran sebagai busur kokoh yang dapat melesatkan
anak-anak dalam menapaki jalan masa depannya. Tentu hari ini harus lebih
baik dari hari kemarin, dan esok harus lebih baik dari hari ini dan tentu
kita selalu berharap generasi yang akan datang harus lebih baik dari
kita….

Kasih Orang Tua Sepanjang Masa

June 2, 2008

Waktu kamu berumur 1 tahun, dia menyuapi dan memandikanmu. Sebagai balasannya, kamu menangis sepanjang malam.
Waktu kamu berumur 2 tahun, dia mengajarimu bagaimana caranya berjalan. Sebagai balasannya, kamu kabur waktu dia memanggilmu.
Waktu kamu berumur 3 tahun, dia memasak semua makananmu dengan kasih sayang. Sebagai balasannya, kamu buang piring berisi makananmu ke lantai.
Waktu kamu berumur 4 tahun, dia memberimu pensil warna. Sebagai balasannya, kamu corat coret tembok rumah dan meja makan.
Waktu kamu berumur 5 tahun, dia membelikanmu baju-baju mahal dan indah. Sebagai balasannya, kamu memakainya bermain di kubangan lumpur.
Waktu kamu berumur 6 tahun, dia mengantarmu pergi ke sekolah. Sebagai balasannya, kamu berteriak : aku nggak mau diantarkan ke sekolah !
Waktu kamu berumur 7 tahun, dia membelikanmu bola. Sebagai balasannya, kamu melemparkan bola ke jendela tetangga.
Waktu kamu berumur 8 tahun, dia memberimu es krim. Sebagai balasannya, kamu tumpahkan dan mengotori seluruh bajumu.
Waktu kamu berumur 9 tahun, dia membayar mahal untuk kursus-kursusmu. Sebagai balasannya, kamu sering bolos dan sama sekali nggak mau belajar.
Waktu kamu berumur 10 tahun, dia mengantarmu kemana saja, dari kolam renang sampai pesta ulang tahun. Sebagai balasannya, kamu melompat keluar mobil tanpa memberi salam.
Waktu kamu berumur 11 tahun, dia mengantar kamu dan teman-teman kamu ke bioskop. Sebagai balasannya, kamu meminta dia duduk di barisan lain.
Waktu kamu berumur 12 tahun, dia melarangmu melihat acara TV khusus untuk orang dewasa. Sebagai balasannya, kamu tunggu sampai dia keluar rumah.
Waktu kamu berumur 13 tahun, dia menyarankanmu untuk memotong rambut karena sudah waktunya. Sebagai balasannya, kamu bilang tidak tahu mode.
Waktu kamu berumur 14 tahun, dia membayar biaya untuk kemahmu selama liburan. Sebagai balasannya, kamu enggak pernah menelponnya.
Waktu kamu berumur 15 tahun, pulang kerja dia ingin memelukmu. Sebagai balasannya,kamu kunci pintu kamarmu.
Waktu kamu berumur 16 tahun, dia mengajari kamu mengemudi mobil. Sebagai balasannya, kamu pakai mobilnya setiap ada kesempatan tanpa memperdulikan kepentingannya.
Waktu kamu berumur 17 tahun, dia menunggu telpon yang penting. Sebagai balasannya, kamu pakai telpon nonstop semalaman.
Waktu kamu berumur 18 tahun, dia menangis terharu ketika kamu lulus SMA. Sebagai balasannya, kamu berpesta atau dugem dengan teman-temanmu sampai pagi.
Waktu kamu berumur 19 tahun, dia membayar semua biaya kuliahmu dan mengantarmu ke kampus pada hari pertama. Sebagai balasannya, kamu minta di turunkan jauh dari pintu gerbang bia nggak malu sama temen-temen.
Waktu kamu berumur 20 tahun, dia bertanya : Darimana saja seharian ini? Sebagai balasannya, kamu menjawab : Ah, cerewet amat sih, pengen tahu urusan orang.
Waktu kamu berumur 21 tahun, dia menyarankanmu satu pekerjaan bagus untuk karier masa depanmu. Sebagai balasannya, kamu bilang : Aku nggak mau seperti kamu.
Waktu kamu berumur 22 tahun, dia memelukmu dan terharu waktu kamu lulus perguruan tinggi. Sebagai balasannya, kamu nanya kapan kamu bisa main ke luar negeri.
Waktu kamu berumur 23 tahun, dia membelikanmu 1 set furniture untuk rumah barumu. Sebagai balasannya, kamu ceritakan ke temanmu betapa jeleknya furniture itu.
Waktu kamu berumur 24 tahun, dia bertemu dengan tunanganmu dan bertanya tentang rencana masa depan. Sebagai balasannya, kamu mengeluh : Aduh, gimana sih, kok bertanya seperti itu.
Waktu kamu berumur 25 tahun, dia membantumu membiayai pernikahanmu. Sebagai balasannya,kamu pindah ke kota lain yang jaraknya lebih dari 500 km.
Waktu kamu berumur 30 tahun, dia memberimu nasehat bagaimana merawat bayimu. Sebagai balasannya,kamu katakan : Sekarang jamannya sudah beda.
Waktu kamu berumur 40 tahun, dia menelponmu untuk memberitahu pesta salah satu saudara dekatmu. Sebagai balasannya, kamu jawab : Aku sibuk sekali nggak ada waktu.
Waktu kamu berumur 50 tahun, dia sakit-sakitan sehingga memerlukan perawatanmu. Sebagai balasannya, kamu baca tentang pengaruh negatif orang tua yang numpang tinggal di rumah anaknya.
Dan hingga SUATU HARI, dia meninggal dengan tenang.
Dan tiba-tiba kamu teringat semua yang belum pernah kamu lakukan,dan itu MENGHANTAM HATIMU bagaikan pukulan godam.
MAKA JIKA ORANG TUAMU MASIH ADA, BERIKANLAH KASIH SAYANG DAN PERHATIAN LEBIH DARI YANG PERNAH KAMU BERIKAN SELAMA INI.
JIKA ORANG TUAMU SUDAH TIADA, INGATLAH KASIH SAYANG DAN CINTANYA YANG TELAH DIBERIKANNYA DENGAN TULUS TANPA SYARAT KEPADAMU.

Cinta Kasih Seorang Ibu

May 6, 2008

Suatu hari seorang Ibu meminta tolong kepada anaknya untuk membantu merapikan kamar tidur karena sang Ibu saat itu sedang sibuk menyiapkan lauk di dapur. Tanpa
mengucapkan sepatah kata sang anak pergi menginggalkan Ibunya, beberapa saat kemudian anak itu kembali dan mendapatkan Ibunya masih sibuk menyediakan makan malam di dapur.
Kemudian dia mengulurkan sekeping kertas yang bertulis sesuatu.
Sang Ibu segera membersihkan tangan lalu menerima kertas yang diberikan oleh sang anak dan membacanya.

Ongkos membantu Ibu:
1) Membantu Pergi Ke Warung : Rp 20.000
2) Menjaga adik : Rp 20.000
3) Membuang sampah : Rp 5.000
4) Membereskan Tempat Tidur : Rp 10.000
5) Menyiram bunga : Rp 15.000
6) Menyapu Halaman : Rp 15.000
Jumlah Hutang Ibu : Rp 85.000

Selesai membaca, si Ibu tersenyum memandang si anak yang raut mukanya berbinar-binar. Si Ibu mengambil pena dan menulis sesuatu dibelakang kertas yang sama.

1) Ongkos mengandung dirimu selama 9 bulan – GRATIS
2) Ongkos berjaga sepanjang malam ketika kamu sakit -
GRATIS
3) Ongkos mengasuh dan merawatmu selamanya – GRATIS
4) Ongkos mendidikmu – GRATIS
5) Ongkos menyediakan makan minum, pakaian dan
keperluanmu – GRATIS
Jumlah Keseluruhan Cinta Kasih Ibu padamu – GRATIS

Air mata si anak berlinang setelah membaca. Si anak menatap wajah Ibu, memeluknya dan berkata, “Saya Mencintai Ibu”. Kemudian si anak mengambil pena dan menulis sesuatu didepan surat yang ditulisnya : ” LUNAS, Telah Dibayar” dan kemudian menyerahkan pada Ibunya

SEBERAPA DALAM KAMU MENCINTAI IBUMU ????

mother is the best super hero in the world.

Cinta Seorang Ibu

May 6, 2008

Alkisah di sebuah desa, ada seorang ibu yang sudah tua, hidup berdua dengan anak satu-satunya

Suaminya sudah lama meninggal karena sakit.

Sang ibu sering kali merasa sedih memikirkan anak satu-satunya.

Anaknya mempunyai tabiat yang sangat buruk yaitu suka mencuri, berjudi, mengadu ayam dan banyak lagi

Ibu itu sering menangis meratapi nasibnya yang malang,

Namun ia sering berdoa memohon kepada Tuhan :

“Tuhan tolong sadarkan anakku yang kusayangi, supaya tidak berbuat dosa lagi

Aku sudah tua dan ingin menyaksikan dia bertobat sebelum aku mati”

Namun semakin lama si anak semakin larut dengan perbuatan jahatnya, sudah sangat sering ia keluar masuk penjara karena kejahatan yang dilakukannya

Suatu hari ia kembali mencuri di rumah penduduk desa, namun malang dia tertangkap

Kemudian dia dibawa ke hadapan raja utk diadili dan dijatuhi hukuman pancung

pengumuman itu diumumkan ke seluruh desa, hukuman akan dilakukan keesokan hari

di depan rakyat desa dan tepat pada saat lonceng berdentang menandakan pukul enam pagi

Berita hukuman itu sampai ke telinga si ibu

dia menangis meratapi anak yang dikasihinya dan berdoa berlutut kepada Tuhan

“Tuhan ampuni anak hamba, biarlah hamba yang sudah tua ini yang menanggung dosa nya”

Dengan tertatih tatih dia mendatangi raja dan memohon supaya anaknya dibebaskan

Tapi keputusan sudah bulat, anakknya harus menjalani hukuman

Dengan hati hancur, ibu kembali ke rumah

Tak hentinya dia berdoa supaya anaknya diampuni, dan akhirnya dia tertidur karena kelelahan

Dan dalam mimpinya dia bertemu dengan tuhan

Keesokan harinya, ditempat yang sudah ditentukan, rakyat berbondong2 manyaksikan hukuman tersebut

Sang algojo sudah siap dengan pancungnya dan anak sudah pasrah dengan nasibnya

Terbayang di matanya wajah ibunya yang sudah tua, dan tanpa terasa ia menangis menyesali perbuatannya

Detik-detik yang dinantikan akhirnya tiba

Sampai waktu yang ditentukan tiba, lonceng belum juga berdentang

sudah lewat lima menit dan suasana mulai berisik, akhirnya petugas yang bertugas membunyikan lonceng datang

Ia mengaku heran karena sudah sejak tadi dia menarik tali lonceng tapi suara dentangnya tidak ada

Saat mereka semua sedang bingung, tiba2 dari tali lonceng itu mengalir darah

Darah itu berasal dari atas tempat di mana lonceng itu diikat

Dengan jantung berdebar2 seluruh rakyat menantikan saat beberapa orang naik ke atas menyelidiki sumber darah

Tahukah anda apa yang terjadi?

Ternyata di dalam lonceng ditemui tubuh si ibu tua dengan kepala hancur berlumuran darah

dia memeluk bandul di dalam lonceng yang menyebabkan lonceng tidak berbunyi,

dan sebagai gantinya, kepalanya yang terbentur di dinding lonceng

Seluruh orang yang menyaksikan kejadian itu tertunduk dan meneteskan air mata

Sementara si anak meraung raung memeluk tubuh ibunya yang sudah diturunkan

Menyesali dirinya yang selalu menyusahkan ibunya

Ternyata malam sebelumnya si ibu dengan susah payah memanjat ke atas dan mengikat dirinya di lonceng

Memeluk besi dalam lonceng untuk menghindari hukuman pancung anaknya

Demikianlah sangat jelas kasih seorang ibu utk anaknya

Betapapun jahat si anak, ia tetap mengasihi sepenuh hidupnya.

Marilah kita mengasihi orang tua kita masing masing selagi kita masih mampu

karena mereka adalah sumber kasih Tuhan bagi kita di dunia ini

Sesuatu untuk dijadikan renungan utk kita…

Agar kita selalu mencintai sesuatu yang berharga yang tidak bisa dinilai dengan apapun

There is a story living in us that speaks of our place in the world

It is a story that invites us to love what we love and simply be ourselves

Ambillah waktu untuk berpikir, itu adalah sumber kekuatan

Ambillah waktu untuk bermain, itu adalah rahasia dari masa muda yang abadi

Ambillah waktu untuk berdoa, itu adalah sumber ketenangan

Ambillah waktu untuk belajar, itu adalah sumber kebijaksanaa

Ambillah waktu untuk mencintai dan dicintai, itu adalah hak istimewa yang diberikan Tuhan

Ambillah waktu untuk bersahabat, itu adalah jalan menuju kebahagiaan

Ambillah waktu untuk tertawa, itu adalah musik yang menggetarkan hati

Ambillah waktu untuk memberi, itu membuat hidup terasa berarti

Ambillah waktu untuk bekerja, itu adalah nilai keberhasilan

Ambillah waktu utk beramal, itu adalah kunci utk menuju surga

Gunakah waktu sebaik mungkin, karena waktu tidak akan bisa diputar kembali

Saya Mendapati Ini Indah

May 6, 2008

Aku bersyukur…

Mendengar anggota keluargaku ngomel-ngomel dan berisik dirumah,

berarti aku masih punya keluarga yang utuh

Merasa lelah dan pegal linu setiap sore, sebab itu berarti aku mampu bekerja keras.

Membersihkan piring dan gelas kotor setelah menerima tamu dirumah,

karena itu berarti aku dikelilingi teman-teman.

Pakaianku terasa agak sempit,

karena itu berarti bahwa makanku cukup kenyang.

Mencuci dan menyetrika tumpukan baju,

sebab itu berarti aku memiliki pakaian.

Membersihkan halaman rumah, membersihkan kamar, dan melihat kamar penuh barang2,

karena itu berarti aku memiliki tempat tinggal dan seisinya.

Duduk kembali ke sekolah,

Sebab itu berarti masih ada sekolah / univ yang mau mengajari ku menggali ilmu,

dan percaya kemampuan ku dengan memberikan tugas2 banyak dan berat.

Atau aku harus bekerja,

sebab kemudian aku mempunyai perusahaan yang menggaji ku sesuai dengan kemampuan dan usaha ku.

Mendengar nyanyian suara yang fals, karena itu berarti aku bisa mendengar.

Mendengar bunyi jam alarm dipagi hari,

sebab itu berarti… aku hidup. Setiap pagi adalah awal dari hidup.

Hebatnya Seorang Ibu

May 3, 2008

Ini adalah mengenai Nilai kasih Ibu dari

Seorang anak yang mendapatkan ibunya sedang sibuk menyediakan makan malam di dapur.

Kemudian dia menghulurkan sekeping kertas yang bertulis sesuatu. si ibu segera membersihkan tangan dan lalu menerima kertas yang dihulurkan oleh si anak dan membacanya.

OngKos upah membantu ibu:

1) Membantu Pergi Ke Warung: Rp20.000

2) Menjaga adik Rp20.000

3) Membuang sampah Rp5.000

4) Membereskan Tempat Tidur Rp10.000

5) menyiram bunga Rp15.000

6) Menyapu Halaman Rp15.000

Jumlah : Rp85.000

Selesai membaca, si ibu tersenyum memandang si anak yang raut mukanya berbinar-binar.Si ibu mengambil pena dan menulis sesuatu dibelakang kertas yang sama.

1) OngKos mengandungmu selama 9bulan- GRATIS

2) OngKos berjaga malam karena menjagamu -GRATIS

3) OngKos air mata yang menetes karenamu -GRATIS

4) OngKos Khawatir kerana selalu memikirkan keadaanmu -GRATIS

5) OngKos menyediakan makan minum, pakaian dan keperluanmu – GRATIS

Jumlah Keseluruhan Nilai Kasihku – GRATIS

Air mata si anak berlinang setelah membaca. Si anak menatap wajah ibu, memeluknya dan berkata, “Saya Sayang Ibu”.Kemudian si anak mengambil pena dan menulis sesuatu didepan surat yang ditulisnya: “Telah Dibayar”.

mother is the best super hero in the world. :)

Pelajaran Bagus dari Ayah

May 3, 2008

Pernah ada anak lelaki dengan watak buruk.Ayahnya memberi sekantung penuh paku, dan menyuruh memaku satu batang paku di pagar Pekarangan setiap kali dia kehilangan kesabarannya atau berselisih paham dengan orang lain.

Hari pertama dia memaku 37 batang di pagar.Pada minggu-minggu berikutnya dia belajar untuk menahan diri, dan jumlah paku yang dipakainya berkurang dari hari ke hari. Dia mendapatkan bahwa lebih gampang menahan diri daripada memaku di pagar.

Akhirnya tiba hari ketika dia tidak perlu lagi memaku sebatang paku pun dan dengan gembira disampaikannya hal itu kepada ayahnya.Ayahnya kemudian menyuruhnya mencabut sebatang paku dari pagar setiap hari bila dia berhasil manahan diri/bersabar.Hari-hari berlalu dan akhirnya tiba harinya dia bisa menyampaikan kepada ayahnya bahwa semua paku sudah tercabut dari pagar.

Sang ayah membawa anaknya ke pagar dan berkata :Anakku, kamu sudah berlaku baik, tetapi coba lihat betapa banyak lubang yang ada dipagar. Pagar ini tidak akan kembali seperti semula.Kalau kamu berselisih paham atau bertengkar dengan orang lain, hal itu selalu Meninggalkan luka seperti pada pagar. Kau bisa menusukkan pisau di punggung orang dan mencabutnya kembali, tetapi akan meninggalkan luka.

Cinta Sejati 100%

May 3, 2008

MAMPUKAH KITA MENCINTAI TANPA SYARAT

Based on True Story..

Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yg sudah senja

bahkan sudah mendekati malam,pak Suyatno 58 tahun kesehariannya diisi dengan merawat istrinya yang sakit istrinya juga sudah tua. mereka

menikah sudah lebih 32 tahun

Mereka dikarunia 4 orang anak disinilah awal cobaan menerpa,setelah

istrinya melahirkan anak ke empat tiba2 kakinya lumpuh dan tidak bisa

digerakkan itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga seluruh

tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi.

Setiap hari pak suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi, dan mengangkat istrinya keatas tempat tidur. Sebelum berangkat kerja dia letakkan istrinya didepan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian.

Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya

tersenyum, untunglah tempat usaha pak suyatno tidak begitu jauh dari

rumahnya sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan

siang. sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian dan

selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan

apa2 saja yg dia alami seharian.

Walaupun istrinya hanya bisa memandang tapi tidak bisa menanggapi, pak suyatno sudah cukup senang bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap berangkat tidur.

Rutinitas ini dilakukan pak suyatno lebih kurang 25 tahun, dengan sabar

dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke empat buah hati mereka, sekarang anak2 mereka sudah dewasa tinggal si bungsu yg masih kuliah.

Pada suatu hari ke empat anak suyatno berkumpul dirumah orang tua mereka sambil menjenguk ibunya. Karena setelah anak mereka menikah sudah tinggal dengan keluarga masing2 dan pak suyatno memutuskan ibu mereka dia yg merawat, yang dia inginkan hanya satu semua anaknya berhasil.

Dengan kalimat yg cukup hati2 anak yg sulung berkata ” Pak kami ingin sekali merawat ibu semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak……. ..bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu” .

Dengan air mata berlinang anak itu melanjutkan kata2nya “sudah yg keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun akan mengijinkannya,

kapan bapak menikmati masa tua bapak dengan berkorban seperti ini kami sudah tidak tega melihat bapak, kami janji kami akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian”.

Pak suyatno menjawab hal yg sama sekali tidak diduga anak2 mereka.”

Anak2ku ……… Jikalau perkawinan & hidup didunia ini hanya untuk nafsu, mungkin bapak akan menikah….. .tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian disampingku itu sudah lebih dari cukup, dia telah melahirkan kalian.. sejenak kerongkongannya tersekat,… kalian yg selalu kurindukan hadir didunia ini dengan penuh cinta yg tidak satupun dapat menghargai dengan apapun. coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaanya seperti Ini.

Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia

meninggalkan ibumu dengan keadaanya sekarang, kalian menginginkan bapak yg masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain,

bagaimana dengan ibumu yg masih sakit.”

Sejenak meledaklah tangis anak2 pak suyatno merekapun melihat butiran2 kecil jatuh dipelupuk mata ibu suyatno.. dengan pilu ditatapnya mata suami yg sangat dicintainya itu.. Sampailah akhirnya pak suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi nara sumber dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada suyatno kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat Istrinya yg sudah tidak bisa apa2.. disaat itulah meledak tangis beliau dengan tamu yg hadir di studio

kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru disitulah pak Suyatno bercerita.

“Jika manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya, tetapi tidak mau memberi ( memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian ) adalah kesia-siaa