Archive for the ‘Religius’ Category

Doa

November 27, 2009

Nenek Merry sedang menyambut cucu-cucunya pulang dari sekolah. Mereka adalah anak-anak muda – anak muda yang sangat cerdas dan sering menggoda nenek mereka. Kali ini, Tom mulai menggoda dia dengan berkata, “Nek, apakah nenek masih pergi ke gereja pada hari minggu?” Tentu!”
“Apa yang nenek peroleh dari gereja? Apakah nenek bisa memberitahu kami tentang Injil minggu lalu..?”
“Tidak, nenek sudah lupa. Nenek hanya ingat bahwa nenek menyukainya. “

“Lalu apa khotbah dari pastor?”
“Nenek tidak ingat. Nenek sudah semakin tua dan ingatan nenek melemah. Nenek hanya ingat bahwa ia telah memberikan khotbah yang memberi kekuatan, Nenek menyukai khotbah itu.”

Tom menggoda, “Apa untungnya pergi ke gereja jika nenek tidak mendapatkan sesuatu dariNya?”
Nenek itu terdiam oleh kata-kata itu dan ia duduk di sana termenung.
Dan anak-anak lain tampak menjadi malu. Kemudian nenek itu berdiri dan keluar dari ruangan tempat mereka semua duduk, dan berkata, “Anak-anak, ayo ikut nenek ke dapur.”

Ketika mereka tiba di dapur, dia mengambil tas rajutan yang penuh debu dan memberikannya kepada Tom sambil berkata, “Bawalah ini ke mata air, dan isilah dengan air, lalu bawa kemari!”
“Nenek, apa nenek tidak sedang melucu? Air didalam tas rajutan….! ” Nek, apa ini bukan lelucon?” tanya Tom. “Tidak.., lakukanlah seperti yang kuperintahkan. Saya ingin memperlihatkan kepadamu sesuatu.”
Maka Tom berlari keluar dan dalam beberapa menit ia kembali dengan tas
yang basah oleh air.
“Lihat,nek,” katanya. “Tidak ada air di dalamnya.”
“Benar,” katanya. “Tapi lihatlah betapa bersihnya tas itu sekarang. Meskipun kadang kita berdoa dan ke Gereja tidak mendapatkan apa-apa, tpi karena Tuhan membersihkan diri kita tanpa kita sadari. Kalu kalian jarang berdoa atau ke gereja, betapa dekilnya hati kalian dipenuhi kotoran seperti tas nenek tadi yang penuh debu!”

Kita tidak tahan memakai baju kotor selama seminggu, badan jadi gatal dan bau. Tpi kita betah memakai jiwa yang kotor yag sudah bertahun-tahun tidak dicuci. Bgmana jiwa akan damai? Yang ada justru kegelisahan, ketidaktenangan dan hidup kita bikin bau sesama.

Ceritakan Pada Dunia Untukku

July 14, 2009

Sekitar 14 tahun yang lalu, aku berdiri menyaksikan para mahasiswaku berbaris memasuki kelas untuk mengikuti kuliah pertama tentang teologi iman. Pada hari itulah untuk pertama kalinya aku melihat Tommy. Dia sedang menyisir rambutnya yang terurai sampai sekitar 20 cm dibawah bahunya. Penilaian singkatku: dia seorang yang aneh ? sangat aneh. Tommy ternyata menjadi tantanganku yang terberat. Dia terus-menerus mengajukan keberatan. Dia juga melecehkan tentang kemungkinan Tuhan mencintai secara tanpa pamrih. Ketika dia muncul untuk mengikuti ujian di akhir kuliah, dia bertanya dengan agak sinis, “Menurut Pastor apakah saya akan pernah menemukan Tuhan?” Tidak,” jawabku dengan sungguh-sungguh. “Oh,” sahutnya. “Rasanya Anda memang tidak pernah mengajarkan bagaimana menemukan Tuhan.” Kubiarkan dia berjalan sampai lima langkah lagi dari pintu, lalu kupanggil. “Saya rasa kamu tak akan pe rnah menemukan-Nya. Tapi, saya yakin Dialah yang akan menemukanmu. ” Tommy mengangkat bahu, lalu pergi. Aku merasa agak kecewa karena dia tidak bisa menangkap maksud kata-kataku. Kemudian kudengar Tommy sudah lulus, dan saya bersyukur. Namun kemudian tiba berita yang menyedihkan: Tommy mengidap kanker yang sudah parah. Sebelum saya sempat mengunjunginya, dia yang lebih dulu menemui saya. Saat dia melangkah masuk ke kantor saya, tubuhnya sudah menyusut, dan rambutnya yang panjang sudah rontok karena pengobatan dengan kemoterapi. Namun, matanya tetap bercahaya dan suaranya, untuk pertama kalinya, terdengar tegas. “Tommy ! Saya sering memikirkanmu. Katanya kamu sakit keras?” tanyaku langsung. “Oh ya, saya memang sakit keras. Saya menderita kanker. Waktu saya hanya tinggal beberapa minggu lagi.” “Kamu mau membicarakan itu?” “Boleh saja. Apa yang ingin Pastor ketahui?” “Bagaimana rasanya baru berumur 24 tahun, tapi kematian sudah menjelang?” Jawabnya, “Ini lebih baik ketimbang jadi lelaki berumur 50 tahun namun mengira bahwa minum minuman keras, bermain perempuan, dan memburu harta adalah hal-hal yang ‘utama’ dalam hidup ini.” Lalu dia mengatakan mengapa dia menemuiku. “Sesuatu yang Pastor pernah katakan pada saya pada hari terakhir kuliah Pastor. Saya bertanya waktu itu apakah saya akan pernah menemukan Tuhan, dan Pastor mengatakan tidak. Jawaban yang sungguh mengejutkan saya. Lalu, Pastor mengatakan bahwa Tuhanlah yang akan menemukan saya. Saya sering memikirkan kata-kata Bapak itu, meskipun pencarian Tuhan yang saya lakukan pada masa itu tidaklah sungguh-sungguh. “Tetapi, ketika dokter mengeluarkan segumpal daging dari pangkal paha saya”, Tommy melanjutkan “dan mengatakan bahwa gumpalan itu ganas, saya pun mulai serius melacak Tuhan. Dan ketika tumor ganas itu menyebar sampai ke organ-organ vital,saya benar-benar menggedor-gedor pintu surga. Tapi tak terjadi apa pun..” Lalu, saya terbangun di suatu hari, dan saya tidak lagi berusaha keras mencari-cari pesan itu. Saya menghentikan segala usaha itu. Saya memutuskan untuk tidak peduli sama sekali pada Tuhan, kehidupan setelah kematian, atau hal-hal sejenis itu.” “Saya memutuskan untuk melewatkan waktu yang tersisa melakukan hal-hal penting,” lanjut Tommy. “Saya teringat tentang Pastor dan kata-kata Pastor yang lain: Kesedihan yang paling utama adalah menjalani hidup tanpa mencintai. Tapi hampir sama sedihnya, meninggalkan dunia ini tanpa mengatakan pada orang yang saya cintai bahwa kau mencintai mereka. Jadi saya memulai dengan orang yang tersulit : ayah saya. Ayah Tommy waktu itu sedang membaca koran saat anaknya menghampirinya. “Pa, aku ingin bicara.” “Bicara saja.” “Pa, ini penting sekali.” Korannya turun perlahan 8 cm. ” Ada apa?” “Pa, aku cinta Papa. Aku hanya ingin Papa tahu itu.” Tommy tersenyum padaku saat mengenang saat itu. “Korannya jatuh ke lantai. Lalu ayah saya melakukan dua hal yang seingatku belum pernah dilakukannya. Ia menangis dan memelukku. Dan kami mengobrol semalaman, meskipun dia harus bekerja besok paginya.” “Dengan ibu saya dan adik saya lebih mudah,” sambung Tommy. “Mereka menangisbersama saya, dan kami berpelukan, dan berbagi hal yang kami rahasiakan bertahun-tahun. Saya hanya menyesalkan mengapa saya harus menunggu sekian lama. Saya berada dalam bayang-bayang kematian, dan saya baru memulai terbuka pada semua orang yang sebenarnya dekat dengan saya. “Lalu suatu hari saya berbalik dan Tuhan ada di situ. Ia tidak datang saat saya memohon pada-Nya. Rupanya Dia bertindak menurut kehendak-Nya dan pada waktu-Nya. Yang penting adalah Pastor benar. Dia menemukan saya bahkan setelah saya berhenti mencari-Nya. ” “Tommy,” aku tersedak, “Menurut saya, kata-katamu lebih universal daripada yang kamu sadari. Kamu menunjukkan bahwa cara terpasti untuk menemukan Tuhan adalah bukan dengan membuatnya menjadi milik pribadi atau penghiburan instan saat membutuhkan, melainkan dengan membuka diri pada cinta kasih.” “Tommy,” saya menambahkan, “boleh saya minta tolong? Maukah kamu datang ke kuliah teologi iman dan mengatakan kepada para mahasiswa saya apa yang baru kamu ceritakan?” Meskipun kami menjadwalkannya, ia tak berhasil hadir hari itu. Tentu saja, karena ia harus berpulang. Ia melangkah jauh dari iman ke visi. Ia menemukan kehidupan yang jauh lebih indah daripada yang pernah dilihat mata kemanusiaan atau yang pernah dibayangkan. Sebelum ia meninggal, kami mengobrol terakhir kali. Saya tak akan mampu hadir di kuliah Bapak,” katanya. “Saya tahu, Tommy.” “Maukah Bapak menceritakannya untuk saya? Maukah Bapak menceritakannya pada dunia untuk saya?” “Ya, Tommy. Saya akan melakukannya. “

Jangan Takut Akan Masa Depan

July 14, 2009

Kenapa kita selalu risau bila membayangkan masa depan? Bukankah Tuhan telah memberikan kita hidup ini untuk di jalani. Seringkali kita berpikir kenapa aku mesti hidup kalau hidupku sangat menderita begini. Tetapi tahukan kamu bahwa lebih banyak lagi orang yang hidup menderita tetapi tidak pernah mengeluh dengan hidupnya. Dan banyak lagi orang yang tidak menderita dengan hidupnya tetapi masih saja merasa tidak puas dengan kehidupannya yang sudah ada.

Ada sebuah cerita di suatu universitas di USA, CEO Coca Cola, Brian Dyson, berbicara mengenai hubungan antara pekerjaan dan kewajiban (komitmen) hidup yang lain.

“Bayangkan hidup sebagai suatu permainan ketangkasan dimana kita harus memainkan keseimbangan 5 buah bola yang dilempar ke udara. Bola-bola tersebut bernama : Pekerjaan, Keluarga, Kesehatan, Teman dan Spirit dan kita harus menjaga agar ke-5 bola ini seimbang di udara.

Kita akan segera mengerti bahwa ternyata “Pekerjaan” hanyalah sebuah bola karet. Jika kita menjatuhkannya maka ia akan dapat memantul kembali. Tetapi empat bola lainnya *Keluarga, Kesehatan, Teman dan Spirit – terbuat dari gelas.

Dan jika kita menjatuhkan salah satunya maka ia akan dapat terluka, tertandai, tergores, rusak atau bahkan hancur berkeping-keping. Dan ingatlah*mereka tidak akan pernah kembali seperti aslinya.

Kita harus memahaminya benar dan berusaha keras untuk menyeimbangkannya.

Bagaimana caranya? Jangan rusak nilai kita dengan membandingkannya dengan nilai orang lain. Perbedaan yang ada diciptakan untuk membuat masing-masing diri kita special. Jangan tetapkan tujuan dan sasaran Kita dengan mengacu pada apa yang orang lain anggap itu penting. Hanya Kita yang mengerti dan dapat merasa “apa yang terbaik untuk kita”.

Jangan mengganggap remeh sesuatu yang dekat di hati kita, melekatlah padanya seakan-akan ia adalah bagian yang membuat kita hidup, dimana tanpanya, hidup menjadi kurang berarti.

Jangan biarkan hidup kita terpuruk dengan hidup di ‘masa lampau’ atau dalam mimpi masa depan. Satu hari hidup pada suatu waktu berarti hidup untuk seluruh waktu hidupmu.

Jangan menyerah ketika masih ada sesuatu yang dapat kita berikan. Tidak ada yang benar-benar kalah sampai kita berhenti berusaha / mati.

Jangan takut mengakui bahwa diri kita tidaklah sempurna. Ketidaksempurnaan inilah yang merupakan sulaman benang rapuh untuk mengikat kita satu sama lain.

Jangan takut menghadapi resiko. Anggaplah resiko sebagai kesempatan kita untuk belajar bagaimana menjadi berani.

Jangan takut menghadapi usia yang terus berjalan karena kita belum menemukan jodoh, karena yakinlah kalau kita berusaha dan membuka hati pasangan itu pasti ada dan sudah di persiapkan oleh Tuhan.

Jangan berusaha untuk mengunci Cinta memasuki hidupmu dengan berkata “tidak mungkin saya temukan”. Cara tercepat untuk mendapatkan cinta adalah dengan memberinya, cara tercepat untuk kehilangan cinta adalah dengan menggenggamnya sekencang mungkin, dan cara terbaik untuk menjaga agar cinta tetap tumbuh adalah dengan memberinya “sayap”. Janganlah berlari, meskipun hidup tampak sangat cepat, sehingga kita lupa dari mana kita berasal dan juga lupa sedang menuju ke mana kita.

Jangan lupa bahwa kebutuhan emosi terbesar dari seseorang adalah kebutuhan untuk merasa dihargai.

Jangan takut untuk belajar sesuatu. Ilmu Pengetahuan adalah harta karun yang selalu dapat Kita bawa kemanapun tanpa membebani. Jangan gunakan waktu dan kata-kata dengan sembrono. Karena keduanya tidak mungkin kita ulang kembali jika telah lewat.

Hidup bukanlah pacuan melainkan suatu perjalanan dimana setiap tahap sepanjang jalannya harus dinikmati.

Dan akhirnya resapilah:

Masa lalu adalah Sejarah, Masa Depan merupakan Misteri dan saat ini adalah Karunia Allah. Jadi kenapa kita masih saja takut akan masa depan?

Kepompong dan Kupu2

September 23, 2008

Seseorang menemukan kepompong seekor kupu-kupu. Suatu hari lubang kecil muncul. Orang itu duduk dan mengamati dalam beberapa jam ketika kupu-kupu itu berjuang memaksa dirinya melewati lubang kecil itu.Kemudian kupu-kupu itu berhenti membuat kemajuan. Kelihatannya kupu-kupu itu telah berusaha semampunya dan dia tidak bisa lebih jauh lagi. Akhirnya orang tersebut memutuskan untuk membantunya, dia ambil sebuah gunting dan memotong sisa kekangan dari kepompong itu. Kupu-kupu itu keluar dengan mudahnya.

Namun, kupu-kupu itu mempunyai tubuh gembung dan kecil serta sayap-sayapnya mengkerut. Orang tersebut terus mengamatinya karena dia berharap bahwa, pada suatu saat, sayap-sayap itu akan mekar dan melebar sehingga mampu menopang tubuh kupu-kupu itu, yang mungkin akan berkembang.

Namun semuanya tidak akan pernah terjadi. Kenyataannya, kupu-kupu itu menghabiskan sisa hidupnya merangkak dengan tubuh gembung dan sayap-sayap mengkerut. Kupu-kupu itu tidak pernah bisa terbang. Yang tidak dimengerti dari kebaikan orang tersebut adalah bahwa kepompong yang menghambat dan perjuangan yang dibutuhkan kupu-kupu untuk melewati lubang kecil adalah jalan Tuhan untuk memaksa cairan dari kupu-kupu itu masuk ke dalam sayap-sayapnya sedemikian rupa sehingga dia akan siap terbang begitu dia memperoleh kebebasan dari kepompong tersebut.

Kadang-kadang perjuangan adalah yang kita perlukan dalam hidup kita.
Jika Tuhan membiarkan kita hidup tanpa hambatan, itu mungkin melumpuhkan kita.
Kita mungkin tidak sekuat yang semestinya kita mampu. Kita mungkin Tidak pernah dapat terbang.

Saya mohon Kekuatan … Dan Tuhan memberi saya kesulitan-kesulitan untuk membuat saya kuat.

Saya memohon Kebijakan … Dan Tuhan memberi saya persoalan untuk diselesaikan.

Saya memohon Kemakmuran … Dan Tuhan memberi saya Otak dan Tenaga untuk bekerja.

Saya memohon Keteguhan hati …Dan Tuhan memberi saya Bahaya untuk diatasi.

Saya memohon Cinta … Dan Tuhan memberi saya orang-orang bermasalah untuk ditolong.

Saya memohon Kemurahan/Kebaikan hati … Dan Tuhan memberi saya kesempatan-kesempatan.

Saya tidak memperoleh yang saya inginkan, saya mendapatkan segala yang saya butuhkan.

Tuhan Selalu Menjawab “TIDAK”

September 9, 2008

Aku meminta kepada Tuhan untuk menyingkirkan MASALAH-MASALAHKU. Tuhan menjawab: TIDAK. Itu bukan untuk-Ku singkirkan, tetapi agar kau MENGALAHKANNYA.

Aku meminta kepada Tuhan untuk menyembuhkan KECACATANKU. Tuhan menjawab: TIDAK. Jiwa adalah SEMPURNA, badan hanyalah SEMENTARA.

Aku meminta kepada Tuhan untuk memberiku BERKAT. Tuhan menjawab: TIDAK. Aku memberimu RASA SYUKUR. Agar hidupmu tidak pernah kekurangan.

Aku meminta kepada Tuhan untuk manjauhkan PENDERITAAN. Tuhan menjawab: TIDAK. Penderitaan menjauhkanmu dari perhatian duniawi dan membawamu dekat pada-Ku.

Aku meminta kepada Tuhan untuk MENUMBUHKAN IMAN KU. Tuhan menjawab: TIDAK. Kau harus menumbuhkannya sendiri, tetapi AKU akan memangkas untuk membuatmu berbuah lebih cepat.

Aku meminta kepada Tuhan SEGALA HAL sehingga aku dapat MENIKMATI HIDUP. Tuhan menjawab: TIDAK. Aku akan MEMBERIMU HIDUP sehingga kau dapat MENIKMATI SEGALA HAL.

Aku meminta kepada Tuhan membantuku mengasihi orang lain seperti Ia mengasihiku. Tuhan tersenyum dan menjawab: “Aaaahhhhh………., akhirnya kau mengerti juga”

Pasangan dari Tuhan………

June 2, 2008

Bertahun2 yg lalu, saya berdoa kepada Tuhan memberikan
saya pasangan, “Engkau tidak memiliki pasangan karena
engkau tidak memintanya”, Tuhan menjawab.
Tidak hanya saya meminta kepada Tuhan, saya
menjelaskan kriteria pasangan yg saya inginkan. Saya
menginginkan pasangan yg baik hati, lembut, mudah
mengampuni, hangat, jujur, penuh dengan damai dan
sukacita, murah hati, penuh pengertian, pintar,
humoris, penuh perhatian. Saya bahkan memberikan
kriteria pasangan tersebut secara fisik yg selama ini
saya impikan.

Sejalan dengan berlalunya waktu, saya menambahkan
daftar kriteria yg saya inginkan dalam pasangan saya.
Suatu malam, dalam doa, Tuhan berkata dalam hati saya,
“HambaKu, Aku tidak dapat memberikan apa yg engkau
inginkan.” Saya bertanya, “Mengapa Tuhan?” dan Ia
menjawab, “Karena Aku adalah Tuhan dan Aku adalah
adil. Aku adalah Kebenaran dan segala yg Aku lakukan
adalah benar.” Aku bertanya lagi, “Tuhan, aku tidak
mengerti mengapa aku tidak dapat memperoleh apa yg aku
pinta dariMu? ” Jawab Tuhan, “Aku akan menjelaskannya
kepadaMu. Adalah suatu ketidakadilan dan ketidak
benaran bagiKu untuk memenuhi keinginganmu karena Aku
tidak dapat memberikan sesuatu yg bukan seperti
engkau. Tidaklah adil bagiKu untuk memberikan
seseorang yg penuh dengan cinta dan kasih kepadamu
jika terkadang engkau masih kasar, atau memberikan
seseorang yg pemurah tetapi engkau masih kejam, atau
seseorang yg mudah mengampuni; tetapi engkau sendiri
masih suka menyimpan dendam, seseorang yg sensitif,
namun engkau sendiri tidak….”
Kemudian Ia berkata kepada saya, “adalah lebih baik
jika AKu memberikan kepadamu seseorang yg Aku tahu
dapat menumbuhkan segala kualitas yg engkau cari
selama ini daripada membuat engkau membuang waktu
mencari seseorang yg sudah mempunyai semuanya itu.
Pasanganmu akan berasal dari tulangmu dan dagingmu,
dan engkau akan melihat dirimu sendiri di dalam
dirinya dan kalian berdua akan menjadi satu.
Pernikahan adalah seperti sekolah, suatu pendidikan
jangka panjang. Pernikahan adalah tempat di mana
engkau dan pasanganmu akan saling menyesuaikan diri
dan tidak hanya bertujuan untuk menyenangkan hati satu
sama lain, tetapi untuk menjadikan kalian manusia yg
lebih baik, dan membuat suatu kerjasama yg solid. Aku
tidak memberikan pasangan yg sempurna karena engkau
tidak sempurna. Aku memberikanmu seseorang yg dapat
bertumbuh bersamamu……….

Si Kikir dan Malaikat Maut

May 24, 2008

Si Kikir Dan Malaikat Maut

Setelah bekerja keras, berdagang dan menjadi rentenir, si kikir telah menumpuk harta, tiga ratus ribu dinar. Ia memiliki tanah luas, beberapa gedung, dan segala macam harta benda. Kemudian ia memutuskan untuk beristirahat selama satu tahun, hidup nyaman, dan kemudian menentukan tentang masa depannya.

Tetapi, segera setelah ia berhenti mengumpulkan uang, Malaikat Maut muncul di hadapannya untuk mencabut nyawanya. Si kikir pun berusaha dengan segala daya upaya agar Malaikat Maut itu tidak jadi menjalankan tugasnya. Si kikir berkata, “Bantulah aku, barang tiga hari saja. Maka aku akan memberimu sepertiga hartaku.”

Malaikat Maut menolak, dan mulai menarik nyawa si kikir. Kemudian si kikir memohon lagi, “Jika engkau membolehkan aku tinggal dua hari saja, akan kuberi engkau dua ratus ribu dinar dari gudangku.”

Tetapi Malaikat Maut pantang menyerah dan tak mau mendengarkannya. Bahkan ia menolak memberi tambahan satu hari demi tiga ratus ribu dinar dari si Kikir.

Akhirnya si kikir menulis berkata, “Kalau begitu, tolong beri aku waktu untuk menulis sebentar.”

Kali ini Malaikat Maut mengijinkannya, dan si kikir menulis dengan darahnya sendiri: “Wahai manusia, manfaatkanlah hidupmu. Aku tidak dapat membelinya dengan tiga ratus ribu dinar. Pastikan engkau menyadari nilai dari waktu yang engkau miliki.”

God Love U

May 8, 2008

Pernahkah saat kau duduk santai Dan menikmati Hari, dalam seketika kau ingin berbuat sesuatu untuk orang yang kau sayangi? Itu adalah TUHAN yang sedang berbicara denganmu melalui roh kudus-Nya.

Pernahkah saat kau sedang sedih, kecewa tetapi tidak Ada org yang disekitarmu yang dapat kau curhati? Itu lah saat dimana TUHAN menginginkanmu untuk berbicara pada-Nya.

Pernahkah saat kau memikirkan seseorang yang sudah lama tak kau temui, Dan seketika itu juga kau bertemu dengannya atau menerima telp darinya? Itu adalah kuasa Tuhan. Tidak Ada namanya kebetulan.

Pernahkah kau menerima sesuatu yang tak kau harapkan, yang tak sanggup kau dapatkan, yang kau ingin kan ? Itu adalah Tuhan yang mengetahui keinginan/suara hatimu.

Pernahkah kau berada dalam situaSi yang buntu, tidak tahu cara memperbaikinya, bagaimana luka itu hilang atau sembuh, kau harus sadari bahwa itu adalah saat dimana Tuhan ingin memberikan cobaan untuk mu, sehingga kau memperoleh Hari yang lebih cerah.

Bersukacitalah kawan… He KnOws the best for you.

Bambu dan Pakis

May 6, 2008

Suatu Hari aku memutuskan untuk berhenti.
Berhenti dari pekerjaanku, berhenti dari hubunganku
dengan sesama dan berhenti dari spiritualitasku. Aku
pergi ke hutan untuk bicara dengan Tuhan untuk yang
terakhir kalinya.
“Tuhan”, kataku, “berikan aku satu alasan untuk tidak
berhenti?”

Dia memberi jawaban yang mengejutkanku.

“Lihat ke sekelilingmu” kataNya. “Apakah engkau
memperhatikan tanaman pakis dan bambu yang ada di
hutan ini?”

“Ya”, jawabku.

Lalu Tuhan berkata, “Ketika pertama kali Aku menanam
mereka, Aku menanam dan merawat benih-benih mereka
dengan seksama. Aku beri mereka cahaya, Aku beri
mereka air, pakis-pakis itu tumbuh dengan sangat
cepat. Warna hijaunya yang menawan menutupi tanah,
namun tidak ada yang terjadi dari benih bambu tapi Aku
tidak berhenti merawatnya.

Dalam tahun kedua, pakis-pakis itu tumbuh lebih cepat
dan lebih banyak lagi. Namun, tetap tidak ada yang
terjadi dari benih bambu tetapi Aku tidak menyerah
terhadapnya.”

“Dalam tahun ketiga tetap tidak ada yang tumbuh dari
benih bambu itu tapi Aku tetap tidak menyerah begitu
juga dengan tahun ke empat.”

“Lalu pada tahun ke lima sebuah tunas yang kecil
muncul dari dalam tanah bandingkan dengan pakis, tunas
itu kelihatan begitu kecil dan sepertinya tidak
berarti. Namun enam bulan kemudian, bambu ini tumbuh
dengan mencapai ketinggian lebih dari 100 kaki. Dia
membutuhkan waktu lima tahun untuk menumbuhkan
akar-akarnya. Akar-akar itu membuat dia kuat dan
memberikan apa yang dia butuhkan untuk bertahan. Aku
tidak akan memberikan ciptaanKu tantangan yang tidak
bisa mereka tangani.”

“Tahukan engkau anakKu, dari semua waktu pergumulanmu,
sebenarnya engkau sedang menumbuhkan akar-akarmu? Aku
tidak menyerah terhadap bambu itu, Aku juga tidak akan
pernah menyerah terhadapmu.”

Tuhan berkata “Jangan bandingkan dirimu dengan orang
lain. Bambu-bambu itu m emi liki tujuan yang berbeda
dibandingkan dengan pakis, tapi keduanya tetap membuat
hutan ini menjadi lebih indah.”

“Saat mu akan tiba”, Tuhan mengatakan itu kepadaku.
“Engkau akan tumbuh sangat tinggi”
“Seberapa tinggi aku harus bertumbuh Tuhan?” tanyaku.
“Sampai seberapa tinggi bambu-bambu itu dapat tumbuh?”
Tuhan balik bertanya.
“Setinggi yang mereka mampu?” aku bertanya
“Ya.” jawabNya, “Muliakan Aku dengan pertumbuhanmu,
setinggi yang engkau dapat capai.”

Lalu aku pergi meninggalkan hutan itu, menyadari bahwa
Allah tidak akan pernah menyerah terhadap Ku Dan Dia
juga tidak akan pernah menyerah terhadap anda.

Jangan pernah menyesali hidup yang saat ini Anda
jalani sekalipun itu hanya untuk satu Hari.
Hari-Hari yang baik memberikan kebahagiaan; Hari-Hari
yang kurang baik memberi pengalaman; kedua-duanya
memberi arti bagi kehidupan ini.

Jikalah

May 6, 2008

Jikalah derita akan menjadi masa lalu pada akhirnya,

Mengapa mesti dijalani dengan sepedih rasa,

Sedang keTEGARan akan lebih indah dikenang nanti

Jikalah kesedihan akan menjadi masa lalu pada akhirnya,

Maka mengapa tak dinikmati saja,

Sedangkan RATAP TANGIS tak akan mengubah apa-apa

Jikalah luka dan kecewa akan menjadi masa lalu pada akhirnya,

Maka mengapa mesti dibiarkan meracuni jiwa,

Sedang keTABAHan dan keSABARan lebih utama

Jikalah kebencian dan kemarahan akan menjadi masa lalu pada akhirnya,

Maka mengapa mesti diumbar sepuas jiwa,

Sedang menahan DIRI adalah lebih berPAHALA.

Jikalau kesalahan akan menjadi masa lalu pada akhirnya,

Maka mengapa mesti tenggelam di dalamnya,

Sedang TAUBAT itu lebih utama

Jikalah harta akan menjadi masa lalu pada akhirnya,

Maka mengapa mesti ingin di kukuhi sendiri,

Sedang keDERMAWANan justru akan melipat gandakan

Jikalah Kepandaian akan menjadi masa lalu pada akhirnya,

Maka mengapa mesti membusungkan dada dan membuat kerusakan di dunia,

Sedang dengannya manusia diminta MEMIMPIN dunia menuju
Rahmatan Lil Alamin

Jikalah cinta akan menjadi masa lalu pada akhirnya,

Maka mengapa mesti ingin memiliki dan selalu bersama,

Sedang MEMBERI akan lebih banyak menuai arti dalam makna hakiki

Jikalah bahagia akan menjadi masa lalu pada akhirnya,

Maka mengapa mesti dirasakan sendiri,

Sedang BERBAGI akan membuatnya INDAH

Jikalah hidup akan menjadi masa lalu pada akhirnya,

Maka mengapa mesti diisi dengan kesia-siaan belaka,

Sedang BERSERAH diri pada Ilahi Robbi adalah jalan yang terbaik

Tebarkan senyumm…,
Ukir Simpati…, Lebarkan tangan..,
Hilangkan iri dengki…,
Bukalah Maaf dalam Hati Nurani…

Hidup akan lebih bermakna dan berarti….

Menuju 1 (satu) yang Maha Suci
Dialah Ilahi Rabbi