<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Isyss's Weblog</title>
	<atom:link href="http://isyss.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://isyss.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Thu, 01 Dec 2011 11:54:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='isyss.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Isyss's Weblog</title>
		<link>http://isyss.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://isyss.wordpress.com/osd.xml" title="Isyss&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://isyss.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Keranjang Berkah</title>
		<link>http://isyss.wordpress.com/2011/12/01/keranjang-berkah/</link>
		<comments>http://isyss.wordpress.com/2011/12/01/keranjang-berkah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Dec 2011 11:54:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>isyss</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://isyss.wordpress.com/?p=265</guid>
		<description><![CDATA[Kisah ini dialami oleh sebuah keluarga yang sangat sederhana. Pada suatu hari, pagi-pagi sekali, seorang anak lelaki sudah terbangun dari tidurnya. Tapi karena ia tidak mau mengganggu ayah dan ibunya yang disangkanya masih tertidur pulas karena kecapekan, anak itu pun tetap berbaring di tempat tidur, berpura-pura tidur. Orangtua si anak sebetulnya sudah bangun sejak tadi. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=isyss.wordpress.com&amp;blog=3587982&amp;post=265&amp;subd=isyss&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kisah ini dialami oleh sebuah keluarga yang sangat sederhana. Pada suatu hari, pagi-pagi sekali, seorang anak lelaki sudah terbangun dari tidurnya. Tapi karena ia tidak mau mengganggu ayah dan ibunya yang disangkanya masih tertidur pulas karena kecapekan, anak itu pun tetap berbaring di tempat tidur, berpura-pura tidur.</p>
<p>Orangtua si anak sebetulnya sudah bangun sejak tadi. Hanya saja mereka enggan melihat sinar mata kecewa sang anak karena hari ini adalah hari Kamis terakhir di bulan November. Di tempat mereka tinggal, hari itu adalah hari pengucapan syukur atau Thanksgiving. Mereka adalah keluarga tak mampu, sehingga tidak bisa merayakan hari libur besar ini dengan kado dan makanan seperti keluarga-keluarga lainnya.</p>
<p>Meskipun miskin, sang ayah bisa dikatakan paling anti untuk meminta-minta. Karena itulah, ia selalu menolak uluran tangan dermawan yang suka membagi-bagikan makanan untuk keluarga yang memang membutuhkan.</p>
<p>Hari itu tiba-tiba terdengar ketokan beberapa kali di pintu rumah mereka yang berukuran ala kadarnya. Si anak bergegas membuka pintu. Di depan pintu ternyata sudah berdiri seorang lelaki dengan satu keranjang penuh makanan dan kado di tangan kanannya. Sembari tersenyum lebar, lelaki itu menyapa, &#8220;<em>Happy Thanksgiving Day</em>! Saya mengantarkan keranjang ini dari seseorang untuk kalian semua. Dia berharap kalian menyadari di dunia ini masih ada orang yang memperhatikan dan menyayangi kalian.&#8221;</p>
<p>Mendengar ucapan lelaki kurir itu, Anda pasti sudah bisa menebak reaksi sang ayah! Maka si kurir balas berkata, &#8220;Tolong jangan ditolak.. karena saya cuma seorang kurir.&#8221;</p>
<p>Dengan masih tersenyum lebar, lelaki itu mengulurkan keranjang ke tangan si anak. &#8220;Sekali lagi, <em>Happy Thanksgiving Day</em>!&#8221; Setelah berkata begitu, ia berlalu.</p>
<p>Kejadian ini ternyata sangat menyentuh hati sanubari si anak, sehingga terus dikenangnya sampai ia beranjak dewasa. Pengalaman mengharukan ini juga turut mempengaruhi kehidupan si anak di kemudian hari. Saat dewasa, ia menjadi seorang dermawan yang gemar membantu orang lain. Meskipun penghasilannya terbatas, si anak yang sudah dewasa ini selalu membeli makanan dalam jumlah banyak. Bahkan, ia sendiri yang mengantarkan bingkisan makanan itu ke rumah-rumah orang miskin.</p>
<p>Saat mengantar, ia selalu berkata, &#8220;Saya hanya seorang &#8216;kurir&#8217; yang dimintai tolong untuk mengantarkan bingkisan makanan ini. Orang yang memberi bingkisan ini menitip pesan, &#8216;jika suatu hari kalian mampu, jangan lupa untuk membantu orang lain yang lebih memerlukan.&#8217;&#8221;</p>
<p>Setiap kali habis membagi-bagikan &#8220;keranjang berkah&#8221;, rasa bahagia selalu menyusup di hatinya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/isyss.wordpress.com/265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/isyss.wordpress.com/265/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/isyss.wordpress.com/265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/isyss.wordpress.com/265/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/isyss.wordpress.com/265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/isyss.wordpress.com/265/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/isyss.wordpress.com/265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/isyss.wordpress.com/265/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/isyss.wordpress.com/265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/isyss.wordpress.com/265/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/isyss.wordpress.com/265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/isyss.wordpress.com/265/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/isyss.wordpress.com/265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/isyss.wordpress.com/265/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=isyss.wordpress.com&amp;blog=3587982&amp;post=265&amp;subd=isyss&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://isyss.wordpress.com/2011/12/01/keranjang-berkah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3667faa3edda63c6e8079dd841271cea?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">isyss</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mencari Kebahagiaan</title>
		<link>http://isyss.wordpress.com/2011/11/17/mencari-kebahagiaan/</link>
		<comments>http://isyss.wordpress.com/2011/11/17/mencari-kebahagiaan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Nov 2011 02:30:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>isyss</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://isyss.wordpress.com/?p=263</guid>
		<description><![CDATA[Alkisah pada suatu senja temaram, tampak seorang perempuan cantik berusia empat puluhan, berpakaian indah dan santun, turun dari mobil mewah yang ditumpangi. Dengan wajah yang tidak bahagia, dia mendatangi rumah bibinya yang berada di pinggir kota, jauh dari keramaian. Setelah melepas kangen, sambil menarik napas panjang, perempuan itu berkata, &#8220;Bibi. Setelah anak-anak besar, saya merasa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=isyss.wordpress.com&amp;blog=3587982&amp;post=263&amp;subd=isyss&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alkisah pada suatu senja temaram, tampak seorang perempuan cantik berusia empat puluhan, berpakaian indah dan santun, turun dari mobil mewah yang ditumpangi. Dengan wajah yang tidak bahagia, dia mendatangi rumah bibinya yang berada di pinggir kota, jauh dari keramaian.<br />
Setelah melepas kangen, sambil menarik napas panjang, perempuan itu berkata, &#8220;Bibi. Setelah anak-anak besar, saya merasa kesepian dan tidak bahagia. Saya merasakan kehidupan yang hampa dan tidak bermakna lagi.&#8221;</p>
<p>Sambil tersenyum bijak, tanpa berkomentar sedikit pun si bibi memanggil seorang perempuan, yang bekerja sebagai pembantu harian di rumah itu.</p>
<p>&#8220;Mbak Anik. Ini keponakan ibu. Datang dari kota ingin mendengar kisah bahagia. Nah, tolong diceritakan, bagaimana caranya menemukan kebahagiaan?&#8221;</p>
<p>Anik duduk di kursi yang ada di dekat perempuan itu, lalu mulai bercerita dengan gaya bahasanya yang lugu dan sederhana. Suaranya jernih dan jelas.</p>
<p>&#8220;Begini, Non. Saya pernah punya suami dan anak. Tetapi, suami saya meninggal karena kanker. Celakanya, tiga bulan kemudian putra tunggal saya menyusul bapaknya, meninggal ditabrak truk. Saat itu, saya tidak punya siapa pun. Saya enggak bisa tidur, enggak enak makan, enggak bisa tersenyum apalagi tertawa. Tiap hari selalu ada waktu untuk menangisi nasib saya yang jelek ini. Saya bahkan berpikir mau bunuh diri saja.</p>
<p>Lalu suatu malam, waktu pulang kerja, seekor kucing mengikuti saya. Karena di luar dingin, saya membiarkan anak kucing itu masuk ke dalam rumah. Saya memberinya susu, yang langsung habis diminum. Anak kucing itu mengeong dan menggosok-gosokkan badannya ke kaki saya. Untuk pertama kalinya dalam bulan itu, saya bisa tersenyum.</p>
<p>Saya sendiri merasa keheranan, lalu berpikir, jika membantu seekor anak kucing saja bisa membuat saya tersenyum, mungkin melakukan sesuatu untuk orang lain bisa membuat saya bahagia. Jadi, hari berikutnya, saya membuat kue pisang dan memberikannya ke tetangga yang lagi sakit dan tak bisa bangun dari tempat tidurnya. Dia sangat senang menerima pemberian saya dan kami pun sempat ngobrol dengan bahagia.</p>
<p>Setiap hari, saya mencoba berbuat baik, paling sedikit satu kali sehari berbuat baik. Karena yang saya rasakan, saat melihat orang lain bahagia, saya juga merasa bahagia. Hari ini, rasanya tidak ada orang yang bisa makan lahap dan tidur pulas seperti saya. Saya menemukan kebahagiaan ketika bisa membahagiakan orang lain.&#8221;</p>
<p>Mendengar cerita Anik, sontak perempuan kaya itu menangis. Ia sadar, ia punya segala sesuatu yang bisa dibeli dengan uang, tapi dia kehilangan hal-hal yang tak bisa dibeli uang. Kekayaan yang dipunyai ternyata tidak mampu membuatnya bahagia.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/isyss.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/isyss.wordpress.com/263/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/isyss.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/isyss.wordpress.com/263/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/isyss.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/isyss.wordpress.com/263/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/isyss.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/isyss.wordpress.com/263/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/isyss.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/isyss.wordpress.com/263/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/isyss.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/isyss.wordpress.com/263/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/isyss.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/isyss.wordpress.com/263/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=isyss.wordpress.com&amp;blog=3587982&amp;post=263&amp;subd=isyss&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://isyss.wordpress.com/2011/11/17/mencari-kebahagiaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3667faa3edda63c6e8079dd841271cea?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">isyss</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Arti Sebuah Tugas</title>
		<link>http://isyss.wordpress.com/2011/06/03/arti-sebuah-tugas/</link>
		<comments>http://isyss.wordpress.com/2011/06/03/arti-sebuah-tugas/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Jun 2011 05:26:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>isyss</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://isyss.wordpress.com/?p=260</guid>
		<description><![CDATA[Peristiwa ini terjadi pukul 18.50 saat dilakukan pertandingan lari maraton di stadion olimpiade, Mexico City 1968. Ketika itu suasana stadion sudah sepi karena lomba maraton sudah selesai. Upacara penerimaan medali pun sudah dilakukan setengah jam yang lalu. Begitu pula penontonnya, sudah pulang meninggalkan stadion. Yang masih berada di sana tinggal para petugas pertandingan serta segelintir [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=isyss.wordpress.com&amp;blog=3587982&amp;post=260&amp;subd=isyss&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Peristiwa ini terjadi pukul 18.50 saat dilakukan pertandingan lari maraton di stadion olimpiade, Mexico City 1968. Ketika itu suasana stadion sudah sepi karena lomba maraton sudah selesai. Upacara penerimaan medali pun sudah dilakukan setengah jam yang lalu. Begitu pula penontonnya, sudah pulang meninggalkan stadion. Yang masih berada di sana tinggal para petugas pertandingan serta segelintir wartawan TV yang sedang memberesi peralatannya.</p>
<p>Tanpa mendapat perhatian dari mereka yang masih ada di stadion, dari pintu di sebelah kanan muncul Stephen Akwari, pelari marathon Tanzania. Kaki kirinya tampak berdarah sehingga larinya pincang. Terseok-seok pelari kulit hitam itu memutari lintasan menuju garis finis.</p>
<p>Pemandangan langka ini terlihat oleh seorang kamerawan TV, Bud Greenspan. Terkesan oleh keuletan pelari ini, Bud lalu mendatangi Akwari dan menanyakan, mengapa ia harus menyelesaikan tugas yang melelahkan itu ke garis finis. Toh, perlombaan sudah usai. Dengan suara perlahan Akwari menjawab, “Tanzania tidak mengirimkan saya ke olimpiade ini untuk mengikuti perlombaan lari 42,192 km. Mereka mengirim saya untuk menyelesaikan lari 42,192 km.”</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/isyss.wordpress.com/260/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/isyss.wordpress.com/260/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/isyss.wordpress.com/260/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/isyss.wordpress.com/260/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/isyss.wordpress.com/260/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/isyss.wordpress.com/260/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/isyss.wordpress.com/260/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/isyss.wordpress.com/260/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/isyss.wordpress.com/260/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/isyss.wordpress.com/260/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/isyss.wordpress.com/260/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/isyss.wordpress.com/260/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/isyss.wordpress.com/260/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/isyss.wordpress.com/260/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=isyss.wordpress.com&amp;blog=3587982&amp;post=260&amp;subd=isyss&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://isyss.wordpress.com/2011/06/03/arti-sebuah-tugas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3667faa3edda63c6e8079dd841271cea?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">isyss</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PEDAGANG BATU-BATU</title>
		<link>http://isyss.wordpress.com/2011/06/03/pedagang-batu-batu/</link>
		<comments>http://isyss.wordpress.com/2011/06/03/pedagang-batu-batu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Jun 2011 05:24:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>isyss</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Religius]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://isyss.wordpress.com/?p=257</guid>
		<description><![CDATA[Pada suatu ketika, hiduplah seorang pedagang batu-batuan. Setiap hari dia berjalan dari kota ke kota untuk memperdagangkan barang-barangnya itu. Ketika dia sedang berjalan menuju ke suatu kota, ada suatu batu kecil di pinggir jalan yang menarik hatinya. Batu itu tidak bagus, kasar, dan tidak mungkin untuk dijual. Namun pedagang itu memungutnya dan menyimpannya dalam sebuah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=isyss.wordpress.com&amp;blog=3587982&amp;post=257&amp;subd=isyss&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada suatu ketika, hiduplah seorang pedagang batu-batuan. Setiap hari dia berjalan dari kota ke kota untuk memperdagangkan barang-barangnya itu. Ketika dia sedang berjalan menuju ke suatu kota, ada suatu batu kecil di pinggir jalan yang menarik hatinya. Batu itu tidak bagus, kasar, dan tidak mungkin untuk dijual. Namun pedagang itu memungutnya dan menyimpannya dalam sebuah kantong, dan kemudian pedagang itu meneruskan perjalanannya. Setelah lama berjalan dia membuka kembali bungkusan yang berisi batu itu. Diperhatikannya batu itu dengan seksama, kemudian batu itu digosoknya dengan hati-hati. Karena kesabaran pedagang itu, batu yang semula buruk itu, sekarang terlihat indah dan mengkilap. Puaslah hati pedagang itu, kemudian ia meneruskan perjalanannya. Selama dia berjalan lagi, tiba-tiba dia melihat ada yang berkilau-kilauan di pinggir jalan. Setelah diperhatikan, ternyata itu adalah sebuah mutiara indah. Alagkah senangnya hati pedagang tersebut, mutiara itu diambil dan disimpannya tetapi dalam kantong yang berbeda dengan kantong tempat batu tadi. Kemudian ia meneruskan perjalanannya kembali. Adapun si batu kecil merasa bahwa pedagang itu begitu memperhatikan dirinya, dan ia merasa begitu bahagia. Namun pada suatu saat mengeluhlah batu kecil itu kepada dirinya sendiri. “Tuan begitu baik padaku, setiap hari aku digosoknya walaupun aku ini hanya sebuah batu yang jelek, namun aku merasa kesepian. Aku tidak mempunyai teman seorangpun, seandainya saja Tuan memberikan kepadaku seorang teman”. Rupanya keluhan batu kecil malang ini didengar oleh pedagang itu. Dia merasa kasihan dan kemudian dia berkata kepada batu kecil itu, “Wahai batu kecil, aku mendengar keluh kesahmu, baiklah aku akan memberikan kepadamu sesuai dengan yang engkau minta.”</p>
<p>Setelah itu kemudian pedagang tersebut memindahkan mutiara indah yang ditemukannya di pinggir jalan itu ke dalam kantong tempat batu kecil itu berada. Dapat dibayangkan betapa senangnya hati batu kecil itu mendapat teman mutiara yang indah itu. Sungguh betapa tidak disangkanya, bahwa pedagang itu akan memberikan miliknya yang terbaik kepadanya. Waktu terus berjalan si batu dan mutiara pun berteman dengan akrab. Setiap kali pedagang itu beristirahat, ia selalu menggosok kembali batu dan mutiara itu. Namun, pada suatu ketika, setelah selesai menggosok keduanya, tiba-tiba saja pedagang itu memisahkan batu kecil dan mutiara itu. Mutiara itu ditempatkannya kembali di dalam kantongnya semula, dan batu kecil itu tetap di dalam kantongnya sendiri. Maka sedihlah hati batu kecil itu. Tiap-tiap hari dia menangis dan memohon kepada pedagang itu agar mengembalikan mutiara itu bersama dengan dia. Namun seolah-olah pedagang itu tidak mendengarkan dia. Maka putus asalah batu kecil itu, dan di tengah-tengah keputusasaannya itu, berteriaklah dia kepada pedagang itu, “Oh tuanku, mengapa engkau berbuat demikian? Mengapa engkau mengecewakan aku?” Rupanya keluh kesah ini didengar oleh pedagang batu tersebut. Kemudian dia berkata kepada batu kecil itu, “Wahai batu kecil, kamu telah kupungut dari pinggir jalan. Engkau yang semula buruk kini telah menjadi indah. Mengapa engkau mengeluh? Mengapa engkau berkeluh kesah? Mengapa hatimu berduka saat aku mengambil mutiara itu daripadamu? Bukankah mutiara itu miliku dan aku bebas mengambilnya setiap saat menurut kehendakku? Engkau telah kupungut dari jalan, engkau yang semula buruk kini telah menjadi indah. Ketahuilah bahwa bagiku, engkau sama berharganya seperti mutiara itu, engkau telah ku pungut dan engkau kini menjadi miliku juga. Biarlah aku bebas menggunakanmu sekehendak hatiku. Aku tidak akan pernah membuangmu kembali.”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>              Yang dimaksud dengan batu kecil itu adalah kita-kita semua, sedangkan pedagang itu adalah Tuhan sendiri. Kita semua ini buruk dan hina di hadapan-Nya, namun karena kasih-Nya itu Dia memoles kita sehingga kita dijadikannya indah dihadapan-Nya.</em></p>
<p><em>            Sedangkan yang dimaksud dengan mutiara itu adalah berkat Tuhan bagi kita semua. </em></p>
<p><em>            Siapa yang tidak senang menerima berkat? Berkat itu dapat berupa apa saja dalam kehidupan kita sehari-hari, mungkin berupa kegembiraan, kesehatan, orang tua, saudara, sahabat, dan masih banyak lagi. Apakah kita pernah bersyukur, setiap kali kita mendapat berkat itu? Dan apakah kita tetap bersyukur, jika seandainya Tuhan mengambil semua itu dari kita? Bukankah semua itu milik-Nya dan Ia bebas mengambilnya kembali kapan pun Ia mau? Bersyukurlah selalu kepada-Nya, karena Dia tidak akan pernah mengecewakan kita semua.</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/isyss.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/isyss.wordpress.com/257/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/isyss.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/isyss.wordpress.com/257/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/isyss.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/isyss.wordpress.com/257/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/isyss.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/isyss.wordpress.com/257/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/isyss.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/isyss.wordpress.com/257/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/isyss.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/isyss.wordpress.com/257/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/isyss.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/isyss.wordpress.com/257/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=isyss.wordpress.com&amp;blog=3587982&amp;post=257&amp;subd=isyss&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://isyss.wordpress.com/2011/06/03/pedagang-batu-batu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3667faa3edda63c6e8079dd841271cea?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">isyss</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bunga Lily</title>
		<link>http://isyss.wordpress.com/2010/11/03/bunga-lily/</link>
		<comments>http://isyss.wordpress.com/2010/11/03/bunga-lily/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Nov 2010 06:13:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>isyss</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://isyss.wordpress.com/?p=251</guid>
		<description><![CDATA[Dikisahkan, di tepian tebing yang terjal, tumbuhlah setangkai tunas bunga lily. Saat tunas bunga lily mulai bertumbuh, dia tampak seperti sebatang rumput biasa. Tetapi, dia mempunyai keyakinan yang kuat, bahwa kelak dia pasti akan tumbuh menjadi sekuntum bunga lily yang indah. Rumput-rumput liar di sekitarnya mengejek dan menertawakannya. Burung-burung dan serangga pun menasihatinya agar tunas [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=isyss.wordpress.com&amp;blog=3587982&amp;post=251&amp;subd=isyss&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dikisahkan, di tepian tebing yang terjal, tumbuhlah setangkai tunas bunga lily. Saat tunas bunga lily mulai bertumbuh, dia tampak seperti sebatang rumput biasa. Tetapi, dia mempunyai keyakinan yang kuat, bahwa kelak dia pasti akan tumbuh menjadi sekuntum bunga lily yang indah.</p>
<p>Rumput-rumput liar di sekitarnya mengejek dan menertawakannya. Burung-burung dan serangga pun menasihatinya agar tunas lily jangan bermimpi menjadi bunga. Mereka pun berkata, &#8220;Hai tunas muda, sekalipun kamu bisa mekar menjadi kuntum bunga lily yang cantik, tetapi lihatlah sekitarmu. Di tebing yang terpencil ini, biarpun secantik apa pun dirimu kelak, tidak ada orang yang akan datang melihat dan menikmati keindahanmu.&#8221;</p>
<p>Diejek seperti itu, tunas bunga lily tetap diam dan semakin rajin menyerap air dan sinar matahari agar akar dan batangnya bertumbuh kuat. Akhirnya, suatu pagi di musim semi, saatnya kuncup pertama pun mulai bertumbuh. Bunga lily merasa senang sekali. Usaha dan kerja kerasnya tidak sia-sia. Hal itu menambah keyakinan dan kepercayaan dirinya.</p>
<p>Dia berkata kepada dirinya sendiri, &#8220;Aku akan mekar menjadi sekuntum bunga lily yang indah. Kewajibanku sebagai bunga adalah mekar dan berbunga. Tidak peduli apakah ada orang yang akan melihat atau menikmati keberadaanku. Aku tetap harus mekar dan berbunga sesuai dengan identitasku sebagai bunga lily.&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hari demi hari, waktu terus berjalan. Akhirnya, kuncup bunga lily pun mekar berkembang-tampak indah dan putih warnanya. Saat itulah, rumput liar, burung-burung, dan serangga tidak berani lagi mengejek dan menertawakan si bunga lily.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bunga lily pun tetap rajin memperkuat akar dan bertumbuh terus. Dari satu kuntum menjadi dua kuntum, berkembang lagi, terus dan terus berkembang, semakin banyak. Sehingga jika dilihat dari kejauhan, tebing pun seolah diselimuti oleh hamparan putih bunga-bunga lily yang indah. Orang-orang dari kota maupun desa, mulai berdatangan untuk menikmati keindahan permadani putih bunga lily. Dan tempat itu pun kemudian terkenal dengan sebutan &#8220;Tebing Bunga Lily.&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p>Cerita semangat bunga lily ini menginspirasikan kepada kita, <strong>saat kita  mempunyai impian, ide, keinginan, atau apapun yang menjadi keyakinan kita untuk diwujudkan, jangan peduli ejekan orang lain! Jangan takut diremehkan oleh orang lain! </strong>Tidak perlu menanggapi semua itu dengan emosi, apalagi membenci. Justru sebaliknya, tetaplah yakin dan berjuang dengan segenap kemampuan yang kita miliki. Buktikan semua mimpi bisa menjadi nyata.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hanya dengan bukti keberhasilan yang mampu kita ciptakan, maka identitas kita, jati diri kita, lambat atau cepat pasti akan diakui dan diterima; selaras dengan pepatah yang menyatakan: &#8220;A great pleasure in life is doing what people say, you cannot do.&#8221; <strong>Kepuasan terbesar  dalam hidup ini adalah mampu melakukan apa yang dikatakan orang lain  tidak dapat kita lakukan</strong>.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/isyss.wordpress.com/251/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/isyss.wordpress.com/251/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/isyss.wordpress.com/251/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/isyss.wordpress.com/251/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/isyss.wordpress.com/251/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/isyss.wordpress.com/251/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/isyss.wordpress.com/251/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/isyss.wordpress.com/251/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/isyss.wordpress.com/251/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/isyss.wordpress.com/251/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/isyss.wordpress.com/251/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/isyss.wordpress.com/251/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/isyss.wordpress.com/251/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/isyss.wordpress.com/251/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=isyss.wordpress.com&amp;blog=3587982&amp;post=251&amp;subd=isyss&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://isyss.wordpress.com/2010/11/03/bunga-lily/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3667faa3edda63c6e8079dd841271cea?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">isyss</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>8 Kebohongan Ibu</title>
		<link>http://isyss.wordpress.com/2010/10/25/8-kebohongan-ibu/</link>
		<comments>http://isyss.wordpress.com/2010/10/25/8-kebohongan-ibu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Oct 2010 13:28:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>isyss</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://isyss.wordpress.com/?p=247</guid>
		<description><![CDATA[Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa kebohongan akan membuat manusia terpuruk dalam penderitaan yang mendalam, tetapi kisah ini justru sebaliknya. Dengan adanya kebohongan ini, makna sesungguhnya dari kebohongan ini justru dapat membuka mata kita dan terbebas dari penderitaan, ibarat sebuah energi yang mampu mendorong mekarnya sekuntum bunga yang paling indah di dunia. Cerita bermula [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=isyss.wordpress.com&amp;blog=3587982&amp;post=247&amp;subd=isyss&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- 		@page { margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } --><span style="color:#800000;">Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa kebohongan akan membuat manusia terpuruk dalam penderitaan yang mendalam, tetapi kisah ini justru sebaliknya. Dengan adanya kebohongan ini, makna sesungguhnya dari kebohongan ini justru dapat membuka mata kita dan terbebas dari penderitaan, ibarat sebuah energi yang mampu mendorong mekarnya sekuntum bunga yang paling indah di dunia.</p>
<p>Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan porsi nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata: &#8220;Makanlah nak, aku tidak lapar&#8221; &#8212;&#8212;&#8212;-KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA</p>
<p>Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan waktu senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekat rumah, ibu berharap dari ikan hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan bergizi untuk petumbuhan. Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan yang segar dan mengundang selera. Sewaktu aku memakan sup ikan itu, ibu duduk di sampingku dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku makan. Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalu menggunakan sendokku dan memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya, ia berkata : &#8220;Makanlah nak, aku tidak suka makan ikan&#8221; &#8212;&#8212;&#8212;- KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA</p>
<p>Sekarang aku sudah masuk SMP, demi membiayai sekolah abang dan kakakku, ibu pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah kotak korek api untuk ditempel, dan hasil tempelannya itu membuahkan sedikit uang untuk menutupi kebutuhan hidup. Di kala musim dingin tiba, aku bangun dari tempat tidurku, melihat ibu masih bertumpu pada lilin kecil dan dengan gigihnya melanjutkan pekerjaannya menempel kotak korek api. Aku berkata :&#8221;Ibu, tidurlah, udah malam, besok pagi ibu masih harus kerja.&#8221; Ibu tersenyum dan berkata :&#8221;Cepatlah tidur nak, aku tidak capek&#8221; &#8212;&#8212;&#8212;- KEBOHONGAN IBU YANG KETIGA</p>
<p>Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku pergi ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari, ibu yang tegar dan gigih menunggu aku di bawah terik matahari selama beberapa jam. Ketika bunyi lonceng berbunyi, menandakan ujian sudah selesai. Ibu dengan segera menyambutku dan menuangkan teh yang sudah disiapkan dalam botol yang dingin untukku. Teh yang begitu kental tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental. Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan gelasku untuk ibu sambil menyuruhnya minum. Ibu berkata :&#8221;Minumlah nak, aku tidak haus!&#8221; &#8212;&#8212;&#8212;- KEBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT</p>
<p>Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu, dia harus membiayai kebutuhan hidup sendiri. Kehidupan keluarga kita pun semakin susah dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat kondisi keluarga yang semakin parah, ada seorang paman yang baik hati yang tinggal di dekat rumahku pun membantu ibuku baik masalah besar maupun masalah kecil. Tetangga yang ada di sebelah rumah melihat kehidupan kita yang begitu sengsara, seringkali menasehati ibuku untuk menikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan nasehat mereka, ibu berkata : &#8220;Saya tidak butuh cinta&#8221; &#8212;&#8212;&#8212;- KEBOHONGAN IBU YANG KELIMA</p>
<p>Setelah aku, kakakku dan abangku semuanya sudah tamat dari sekolah dan bekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu tidak mau, ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit sayur untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kakakku dan abangku yang bekerja di luar kota sering mengirimkan sedikit uang untuk membantu memenuhi kebutuhan ibu, tetapi ibu bersikukuh tidak mau menerima uang tersebut. Malahan mengirim balik uang tersebut. Ibu berkata : &#8220;Saya punya duit&#8221; &#8212;&#8212;&#8212;- KEBOHONGAN IBU YANG KEENAM</p>
<p>Setelah lulus dari S1, aku pun melanjutkan studi ke S2 dan kemudian memperoleh gelar master di sebuah universitas ternama di Amerika berkat sebuah beasiswa di sebuah perusahaan. Akhirnya aku pun bekerja di perusahaan itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksud membawa ibuku untuk menikmati hidup di Amerika. Tetapi ibu yang baik hati, bermaksud tidak mau merepotkan anaknya, ia berkata kepadaku &#8220;Aku tidak terbiasa&#8221; &#8212;&#8212;&#8212;- KEBOHONGAN IBU YANG KETUJUH</p>
<p>Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit kanker lambung, harus dirawat di rumah sakit, aku yang berada jauh di seberang samudra atlantik langsung segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Aku melihat ibu yang terbaring lemah di ranjangnya setelah menjalani operasi. Ibu yang keliatan sangat tua, menatap aku dengan penuh kerinduan. Walaupun senyum yang tersebar di wajahnya terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya. Terlihat dengan jelas betapa penyakit itu menjamahi tubuh ibuku sehingga ibuku terlihat lemah dan kurus kering. Aku sambil menatap ibuku sambil berlinang air mata. Hatiku perih, sakit sekali melihat ibuku dalam kondisi seperti ini. Tetapi ibu dengan tegarnya berkata : &#8220;jangan menangis anakku, Aku tidak kesakitan&#8221; &#8212;&#8212;&#8212;- KEBOHONGAN IBU YANG KEDELAPAN.</p>
<p>Setelah mengucapkan kebohongannya yang kedelapan, ibuku tercinta menutup matanya untuk yang terakhir kalinya.</p>
<p>Dari cerita di atas, saya percaya teman-teman sekalian pasti merasa tersentuh dan ingin sekali mengucapkan : &#8221; Terima kasih ibu !&#8221;</p>
<p>Coba dipikir-pikir teman, sudah berapa lamakah kita tidak menelepon ayah ibu kita? Sudah berapa lamakah kita tidak menghabiskan waktu kita untuk berbincang dengan ayah ibu kita? Di tengah-tengah aktivitas kita yang padat ini, kita selalu mempunyai beribu-ribu alasan untuk meninggalkan ayah ibu kita yang kesepian. Kita selalu lupa akan ayah dan ibu yang ada di rumah.</p>
<p>Jika dibandingkan dengan pacar kita, kita pasti lebih peduli dengan pacar kita. Buktinya, kita selalu cemas akan kabar pacar kita, cemas apakah dia sudah makan atau belum, cemas apakah dia bahagia bila di samping kita.</p>
<p>Namun, apakah kita semua pernah mencemaskan kabar dari ortu kita?<br />
Cemas apakah ortu kita sudah makan atau belum? Cemas apakah ortu kita sudah bahagia atau belum? Apakah ini benar? Kalau ya, coba kita renungkan kembali lagi..</p>
<p>Di waktu kita masih mempunyai kesempatan untuk membalas budi ortu kita, lakukanlah yang terbaik. Jangan sampai ada kata &#8220;MENYESAL&#8221; di kemudian hari.</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/isyss.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/isyss.wordpress.com/247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/isyss.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/isyss.wordpress.com/247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/isyss.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/isyss.wordpress.com/247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/isyss.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/isyss.wordpress.com/247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/isyss.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/isyss.wordpress.com/247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/isyss.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/isyss.wordpress.com/247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/isyss.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/isyss.wordpress.com/247/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=isyss.wordpress.com&amp;blog=3587982&amp;post=247&amp;subd=isyss&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://isyss.wordpress.com/2010/10/25/8-kebohongan-ibu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3667faa3edda63c6e8079dd841271cea?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">isyss</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kisah Seekor Belalang</title>
		<link>http://isyss.wordpress.com/2010/10/25/kisah-seekor-belalang-2/</link>
		<comments>http://isyss.wordpress.com/2010/10/25/kisah-seekor-belalang-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Oct 2010 13:22:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>isyss</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://isyss.wordpress.com/?p=243</guid>
		<description><![CDATA[Seekor belalang telah lama terkurung dalam sebuah kotak.Suatu hari ia berhasil keluar dari kotak yang mengurungnya tersebut. Dengan gembira ia melompat-lompat menikmati kebebasannya. Di perjalanan dia bertemu dengan seekor belalang lain. Namun dia keheranan mengapa belalang itu bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh darinya. Dengan penasaran ia menghampiri belalang itu, dan bertanya, &#8220;Mengapa kau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=isyss.wordpress.com&amp;blog=3587982&amp;post=243&amp;subd=isyss&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seekor belalang telah lama terkurung dalam sebuah kotak.Suatu hari ia berhasil keluar dari kotak yang mengurungnya  tersebut. Dengan gembira ia melompat-lompat menikmati  kebebasannya.  Di perjalanan dia bertemu dengan seekor belalang lain.  Namun dia keheranan mengapa belalang itu bisa melompat  lebih tinggi dan lebih jauh darinya.  Dengan penasaran ia menghampiri belalang itu, dan bertanya, &#8220;Mengapa kau bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh, padahal kita tidak jauh berbeda dari usia ataupun bentuk tubuh ?&#8221;.  Belalang itu pun menjawabnya dengan pertanyaan, &#8220;Dimanakah kau selama ini tinggal? Karena semua belalang yang hidup di alam bebas pasti bisa melakukan seperti yang aku lakukan&#8221;. Saat itu si belalang baru tersadar bahwa selama ini kotak itulah yang membuat lompatannya tidak sejauh dan setinggi belalang lain yang hidup di alam bebas.</p>
<p>Renungan : Kadang-kadang kita sebagai manusia, tanpa sadar, pernah juga mengalami hal yang sama dengan belalang.  Lingkungan yang buruk, hinaan, trauma masa lalu, kegagalan yang beruntun, perkataan teman atau pendapat tetangga, seolah membuat kita terkurung dalam kotak semu yang membatasi semua kelebihan kita. Lebih sering kita mempercayai mentah-mentah apapun yang mereka voniskan kepada kita tanpa pernah berpikir benarkah Anda separah itu?  Bahkan lebih buruk lagi, kita lebih memilih mempercayai  mereka daripada mempercayai diri sendiri.  Tidakkah Anda pernah mempertanyakan kepada nurani bahwa Anda bisa &#8220;melompat lebih tinggi dan lebih jauh&#8221; kalau Anda mau menyingkirkan &#8220;kotak&#8221; itu? Tidakkah Anda ingin membebaskan diri agar Anda bisa mencapai sesuatu yang selama ini Anda anggap diluar batas kemampuan Anda? Beruntung sebagai manusia kita dibekali Tuhan kemampuan untuk berjuang, tidak hanya menyerah begitu saja pada apa yang kita alami.</p>
<p>Karena itu teman, teruslah berusaha mencapai apapun yang Anda ingin capai. Sakit memang, lelah memang, tapi bila Anda sudah sampai di puncak, semua pengorbanan itu pasti akan terbayar.  Kehidupan Anda akan lebih baik kalau hidup dengan cara hidup pilihan Anda. Bukan cara hidup seperti yang mereka pilihkan untuk Anda.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/isyss.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/isyss.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/isyss.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/isyss.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/isyss.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/isyss.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/isyss.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/isyss.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/isyss.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/isyss.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/isyss.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/isyss.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/isyss.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/isyss.wordpress.com/243/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=isyss.wordpress.com&amp;blog=3587982&amp;post=243&amp;subd=isyss&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://isyss.wordpress.com/2010/10/25/kisah-seekor-belalang-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3667faa3edda63c6e8079dd841271cea?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">isyss</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aku Belajar&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</title>
		<link>http://isyss.wordpress.com/2010/08/07/aku-belajar/</link>
		<comments>http://isyss.wordpress.com/2010/08/07/aku-belajar/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Aug 2010 12:46:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>isyss</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://isyss.wordpress.com/?p=240</guid>
		<description><![CDATA[Aku belajar&#8230;.bahwa pelajaran dikelas terbaik didunia dipelajari didekat kaki orangtua yg bijak. Aku belajar&#8230;. bahwa saat kita jatuh cinta, itu akan jelas terlihat. Aku belajar&#8230; bahwa hanya karena seseorang berkata padaku &#8220;Engkau membahagiakan hariku!&#8221; maka itu akan membahagiakan hariku. Aku belajar&#8230; bahwa menjadi seorang yg baik, adalah lebih penting dari menjadi benar. Aku belajar&#8230; bahwa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=isyss.wordpress.com&amp;blog=3587982&amp;post=240&amp;subd=isyss&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aku belajar&#8230;.bahwa pelajaran dikelas terbaik didunia dipelajari  didekat kaki orangtua yg bijak.</p>
<p>Aku belajar&#8230;. bahwa saat kita  jatuh cinta, itu akan jelas terlihat.</p>
<p>Aku belajar&#8230; bahwa hanya  karena seseorang berkata padaku &#8220;Engkau membahagiakan hariku!&#8221; maka itu  akan membahagiakan hariku.</p>
<p>Aku belajar&#8230; bahwa menjadi seorang  yg baik, adalah lebih penting dari menjadi benar.</p>
<p>Aku belajar&#8230;  bahwa aku selalu bisa berdoa utk seseorang, khususnya disaat aku tak  mempunyai kemampuan apapun utk menolongnya dengan cara lain.</p>
<p>I&#8217;ve  learned&#8230;. That no matter how serious your life requires you to be,  sometimes everyone needs a friend to act goofy with. Aku belajar&#8230;.  bahwa seberapapun seriusnya hidup yang harus anda jalani, kadang setiap  orang membutuhkan seorang teman untuk &#8220;gila2an&#8221;bersamanya.</p>
<p>Aku  belajar&#8230;. bahwa kadang2 yg dibutuhkan semua orang hanyalah tangan  seseorang yang memegang &amp; membimbing dan hati yang mengerti.</p>
<p>Aku  belajar&#8230;bahwa hidup ini seperti kertas tissue toilet, menjelang  penghabisan, semakin cepat habis.</p>
<p>Aku belajar&#8230; bahwa kita harus  bersyukur bahwa ALLAH tidak memberikan semua hal yang kita minta,  sehingga kita tidak serakah.</p>
<p>Aku belajar&#8230; bahwa uang tak dapat  membeli kehormatan.</p>
<p>Aku belajar&#8230; bahwa hal2 kecil yang terjadi  sehari2lah yg sering membuat hidup ini menjadi luar biasa.</p>
<p>I&#8217;ve  learned &#8230; That under everyone&#8217;s hard shell is someone who wants to be  appreciated and loved. Aku belajar&#8230; bahwa dibalik seseorang  berpenampilan keras, adalah seseorg yg butuh dihargai &amp; dicintai.</p>
<p>Aku  belajar&#8230; bahwa Tuhan tidak menciptakan dunia ini dalam sehari. Jadi  apa yang membuatku berpikir bahwa aku bisa melakukan banyak hal dalam  sehari? kemajuan dicapai setahap demi tahap.</p>
<p>I&#8217;ve learned&#8230;.  That to ignore the facts does not change the facts. Aku belajar&#8230; bahwa  mengabaikan kenyataan, tidak akan merubah kenyataan.</p>
<p>Aku  belajar&#8230; bahwa Cinta, bukan waktu, yang akan menyembuhkan semua luka2  hati.</p>
<p>Aku belajar&#8230; bahwa cara termudah bagiku utk tumbuh  menjadi pribadi yang cerdas adalah menempatkan diriku bersama orang2  yang lebih cerdas dariku.</p>
<p>Aku belajar&#8230; bahwa setiap orang yg  anda temui layak untuk disambut dgn senyuman.</p>
<p>Aku belajar&#8230;  tiada seorang yg sempurna hingga anda jatuh cinta dgn seseorang.</p>
<p>Aku  belajar&#8230; bahwa hidup ini keras, tapi aku lebih kuat.</p>
<p>Aku  belajar&#8230; kesempatan2 takkan pernah hilang, hanya seseorg akan  mengambil kesempatan2 yg kita lewatkan.</p>
<p>Aku belajar&#8230; bahwa saat  anda melabuhkan kepahitan &amp; dendam, maka kebahagiaan akan merapat  ke tempat lain.</p>
<p>Aku belajar.. bahwa aku berharap telah  menyampaikan pada ibuku bahwa aku mencintainya, sekali lagi, sebelum  nanti ia pergi kehadapan yang Kuasa.</p>
<p>Aku belajar&#8230; bahwa sebuah  senyuman adalah satu cara termurah utk memperbaiki penampilan anda.</p>
<p>Aku  belajar&#8230; bahwa aku tak dapat memilih perasaanku, tapi aku dapat  memilih apa yg akan kulakukan terhadap perasaan itu.</p>
<p>Aku  belajar&#8230; bahwa setiap orang ingin hidup dipuncak gunung kesuksesannya,  namun sebenarnya semua kebahagiaan &amp; pertumbuhan terjadi saat kita  mendakinya.</p>
<p>Aku belajar&#8230; bahwa adalah baik utk memberi nasehat  hanya saat dalam dua keadaan; saat diminta &amp; saat dlm situasi yg  membahayakan hidup.</p>
<p>Aku belajar&#8230; bahwa semakin singkat waktu  bekerja, justru semakin banyak hal yang dapat kuselesaikan.</p>
<p>Aku  belajar&#8230;. bahwa berjalan kaki sejenak bersama ayahku mengelilingi  komplek perumahan dimalam hari saat masa kecilku, ternyata menjadi saat2  terindah &amp; menakjubkan yg tak terlupakan, bahkan hingga di-saat aku  telah dewasa.</p>
<p>Aku belajar&#8230;. bahwa saat seorang bayi kecil  terlelap dibahuku, itu adalah saat yang paling penuh damai didalam  hidupku</p>
<p>Aku belajar &#8230; bahwa disaat seorang bayi  yang baru  lahir memegang jemari anda dalam genggaman tangan mungilnya, maka anda  sdg terjebak dlm kelembutan cintanya.</p>
<p>Dan akhirnya akupun ingin  mengajak kalian belajar tentang hal itu.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/isyss.wordpress.com/240/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/isyss.wordpress.com/240/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/isyss.wordpress.com/240/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/isyss.wordpress.com/240/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/isyss.wordpress.com/240/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/isyss.wordpress.com/240/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/isyss.wordpress.com/240/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/isyss.wordpress.com/240/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/isyss.wordpress.com/240/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/isyss.wordpress.com/240/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/isyss.wordpress.com/240/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/isyss.wordpress.com/240/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/isyss.wordpress.com/240/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/isyss.wordpress.com/240/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=isyss.wordpress.com&amp;blog=3587982&amp;post=240&amp;subd=isyss&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://isyss.wordpress.com/2010/08/07/aku-belajar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3667faa3edda63c6e8079dd841271cea?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">isyss</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Don&#8217;t be sad</title>
		<link>http://isyss.wordpress.com/2010/04/13/dont-be-sad/</link>
		<comments>http://isyss.wordpress.com/2010/04/13/dont-be-sad/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Apr 2010 03:54:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>isyss</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://isyss.wordpress.com/?p=238</guid>
		<description><![CDATA[Saat bertemu orang yang pernah kau benci, Sapalah dengan senyum tulus, Karena ia telah membuatmu semakin teguh dan kuat. Saat bertemu orang yang pernah mengkhianatimu,  bersikap baiklah, berbincanglah biasa dengannya. Sebab jika bukan karena dia, hari ini engkau tak memahami sisi lain dari cinta. Karena dia, justru cinta dan kesetiaanmu semakin memancar. Lihatlah, semua yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=isyss.wordpress.com&amp;blog=3587982&amp;post=238&amp;subd=isyss&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat bertemu orang yang pernah kau benci, Sapalah dengan senyum tulus,<br />
Karena ia telah membuatmu semakin teguh dan kuat.</p>
<p>Saat bertemu orang yang pernah mengkhianatimu,  bersikap baiklah, berbincanglah biasa dengannya. Sebab jika bukan karena dia, hari ini engkau tak memahami sisi lain dari cinta. Karena dia, justru cinta dan kesetiaanmu semakin memancar.</p>
<p>Lihatlah, semua yang buruk yang telah kamu terima dari orang lain, sebenarnya semua itu telah menjadi permata yang justru semakin memperindah diri dan pribadimu.</p>
<p>Jangan lagi meratapi pengalaman kelam mu dengan orang lain,  tetapi ratapi dan doakan orang-orang yang telah menyakitimu, karena mereka telah kehilangan keindahan diri dan pribadinya.</p>
<p>Tuhan yang kuasa dan penuh cinta berkuasa pula mengubah kelam hitam hidupmu menjadi emas yang menjadikan hidupmu makin bernilai dan berkualitas. Kalau saya bisa, yakinlah bahwa anda pun bisa (^_^)</p>
<p>SEMANGAT !!!!!!!! YOLSHIM !!!!!!!!! JIAYOU !!!!!!!!!! GAMBATTE !!!!!!!!!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/isyss.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/isyss.wordpress.com/238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/isyss.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/isyss.wordpress.com/238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/isyss.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/isyss.wordpress.com/238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/isyss.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/isyss.wordpress.com/238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/isyss.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/isyss.wordpress.com/238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/isyss.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/isyss.wordpress.com/238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/isyss.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/isyss.wordpress.com/238/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=isyss.wordpress.com&amp;blog=3587982&amp;post=238&amp;subd=isyss&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://isyss.wordpress.com/2010/04/13/dont-be-sad/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3667faa3edda63c6e8079dd841271cea?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">isyss</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Beban Hidup</title>
		<link>http://isyss.wordpress.com/2009/11/27/beban-hidup/</link>
		<comments>http://isyss.wordpress.com/2009/11/27/beban-hidup/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 03:33:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>isyss</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://isyss.wordpress.com/?p=235</guid>
		<description><![CDATA[Bukan berat Beban yang membuat kita Stress, tetapi lamanya kita memikul beban tersebut. Pada saat memberikan kuliah tentang Manajemen Stress, Stephen Covey mengangkat segelas air dan bertanya kepada para siswanya: &#8220;Seberapa berat menurut anda kira segelas air ini?&#8221; Para siswa menjawab mulai dari 200 gr sampai 500 gr.&#8221;Ini bukanlah masalah berat absolutnya, tapi tergantung berapa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=isyss.wordpress.com&amp;blog=3587982&amp;post=235&amp;subd=isyss&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bukan berat Beban yang membuat kita Stress, tetapi lamanya kita<br />
memikul<br />
beban tersebut.<br />
Pada saat memberikan kuliah tentang Manajemen Stress, Stephen Covey<br />
mengangkat segelas<br />
air dan bertanya kepada para siswanya: &#8220;Seberapa berat menurut anda kira<br />
segelas air ini?&#8221;</p>
<p>Para siswa menjawab mulai dari 200 gr sampai 500 gr.&#8221;Ini bukanlah masalah<br />
berat absolutnya,<br />
tapi tergantung berapa lama anda memegangnya. &#8221; kata Covey.</p>
<p>&#8220;Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada masalah. Jika saya<br />
memegangnya selama 1<br />
jam, lengan kanan saya akan sakit. Dan jika saya memegangnya selama 1<br />
hari penuh, mungkin anda<br />
harus memanggilkan ambulans untuk saya.Beratnya sebenarnya sama, tapi<br />
semakin lama saya<br />
memegangnya, maka bebannya akan semakin berat.&#8221;</p>
<p>&#8220;Jika kita membawa beban kita terus menerus, lambat laun kita tidak akan<br />
mampu membawanya<br />
lagi. Beban itu akan meningkat beratnya.&#8221; lanjut Covey. &#8220;Apa yang<br />
harus kita lakukan adalah<br />
meletakkan gelas tersebut, istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi&#8221;.<br />
Kita harus meninggalkan<br />
beban kita secara periodik, agar kita dapat lebih segar dan mampu<br />
membawanya lagi.</p>
<p>Jadi sebelum pulang ke rumah dari pekerjaan sore ini, tinggalkan beban<br />
pekerjaan. Jangan bawa pulang.</p>
<p>Beban itu dapat diambil lagi besok. Apapun beban yang ada<br />
dipundak anda hari ini, coba<br />
tinggalkan sejenak jika bisa. Setelah beristirahat nanti dapat diambil<br />
lagi.</p>
<p>Hidup ini singkat, jadi cobalah menikmatinya dan memanfaatkannya. ..!! Hal<br />
terindah dan terbaik di dunia ini tak dapat dilihat, atau disentuh, tapi<br />
dapat dirasakan jauh<br />
di relung hati kita.</p>
<p>Nikmati malam ini, letakan dahulu semua beban<br />
biarkan hati dan perasaan menjadi tenang<br />
dan tubuh mengumpulkan tenaga lagi<br />
untuk mengangkat segala sesuatu<br />
yang akan terjadi esok.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/isyss.wordpress.com/235/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/isyss.wordpress.com/235/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/isyss.wordpress.com/235/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/isyss.wordpress.com/235/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/isyss.wordpress.com/235/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/isyss.wordpress.com/235/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/isyss.wordpress.com/235/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/isyss.wordpress.com/235/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/isyss.wordpress.com/235/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/isyss.wordpress.com/235/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/isyss.wordpress.com/235/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/isyss.wordpress.com/235/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/isyss.wordpress.com/235/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/isyss.wordpress.com/235/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=isyss.wordpress.com&amp;blog=3587982&amp;post=235&amp;subd=isyss&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://isyss.wordpress.com/2009/11/27/beban-hidup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3667faa3edda63c6e8079dd841271cea?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">isyss</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
