Pada suatu hari, ada seorang penebang kayu yang sedang menebangi cabang sebuah pohon yang melintang di atas sungai. Tiba-tiba kapaknya terjatuh ke sungai itu. Ketika ia menangis, Tuhan menampakkan diri dan bertatrya, “Mengapa kamu mengangis?“ Si penebang kayu menjawab bahwa kapaknya telah terjatuh ke dalam sungai. Segera Tuhan masuk ke dalam air dan muncul dengan sebuah kapak emas. “Inikah kapakmu?” Tuhanbertanya. “Bukan,” si penebang kayu menjawab. Tuhan masuk kembali ke dalam sungai dan muncul dengan membawa kapak perak. “Inikah kapakmu?” Tuhan bertanya lagi. “Bukan!” si penebang kayu menjawab. Sekali lagi Tuhan masuk ke dalam air lagi dan muncul dengan kapak besi. “Inikah kapakmu?” Tuhan bertanya. “Ya, Tuhan, ini kapak saya!” Tuhan sangat senang atas kejujurannya dan Tuhan memberikan ketiga kapak itu kepadanya. Penebang kayu pulang kje rumahnya dengan hati gembira. Beberapa waktu kemudian, si penebang kayu berjalan-jalan di sepanjang sungai dengan isterinya. Tiba-tiba sang isteri tercinta jatuh ke dalam sungai itu. Ketika penebang kayu menangis Tuhan dating menampakkan diri dan bertanya, “Mengapa engkau menangis anak-Ku?” “Maafkan saya Ya Tuhan. Ini hanya kesalahpahaman belaka. Kalau saya berkata ‘bukan’ pada Stelora, Engkau pasti kembali dengan Sisil. Kalau saya berkata ‘bukan’ kepadanya, pada akhirnya Engkau pasti akan muncul dengan istri saya dan akan berkata ‘Ya’. Kemudian Engkau pasti akan memberikan kepada saya. Tuhan, saya adalah orang miskin saya tidak mampu menghidupi mereka bertiga, Itu sebab saya menjawab “Ya”
Buah Kejujuran
October 19, 2009 by isyssKopi Asin
October 19, 2009 by isyssSeorang pria bertemu dengan seorang gadis di sebuah pesta. Si gadis tampil luar biasa “Banyak lelaki yang mencoba mengejar si gadis. Di pria sebaliknya, tampil biasa saja dan tidak ada yang begitu memperhatikannya. Tetapi, saat seusai pesta, dia memberanikan diri mengajak si gadis untuk sekedar mencari minuman hangat. Si gadis agak terkejut, tetapi karena kesopanan si pria itu, dia mengangguk mereka berdua akhirnya duduk di sebuah coffee shop. Si pria sangat gugup, tangannya acap bergetar dan dia tidak berkata apapun. Si gadis yang merasakan ketegangan itu, kian tak nyaman. Dia pun berkata ”Tidakkah kita lebih baik pulang saja? Namun, tiba-tiba pria itu berkata untuk pertama kalinya, sambil melambaikan tangannya kepada pelayana, “bisa minta garam untuk kopi saya?” Semua orang yang mendengar, memandang dengan aneh ke arah si pria itu. Si pria, jelas wajahnya berubah, tetapi tetap saja dia memasukkan garam tersebut ke dalam kopinya, dan dengan tenang meminumnya. Si gadis dengan penuh penasaran bertanya, “Kenapa kamu bisa punya hobi seperti ini? Si pria menjawab, “Ketika saya kecil, saya tinggal di daerah pantai dekat laut. Saya suka bermain di laut, saya dapat merasakan air laut, asin dan sedikit mengigit, sama seperti kopi asin ini. Dan setiap saya minum kopi asin saya selalu ingat kampung halaman saya sangat rindu kampung halaman saya, saya kangen orang tua saya yang masih tinggal di sana.” Begitu kalimat terakhir mata si pria mulai berkaca-kaca,dan si gadis itu sanngat tersentuh akan perasaan tulus dari ucapan pria di hadapan nya. Si gadis berpikir, bila seorang pria dapat berceita bahwa ia rindu kampung halamannya, pasti pria itu mencinta rumahnya”. Peduli akan rumahnya mempunyai tanggung jawab terhadap rumahnya. Kemudian si gadis juga mulai berbicara bercerita tentang kampung halamannya nun jauh di sana, masa kecilnya, dan keluarganya. Suasana kaku langsung berubah menjadi sebuah perbincangan yang hangat, juga menjadi sebuah awal yang indah dalam cerita mereka berdua. Mereka akhirnya berpacaran. Si gadis akhirnya menemukan bahwa si pria itu adalah seorang lelaki yang dapat memenuhi segala permintaannya; dia sangat perhatian, baik hati, hangat, sangat peduli, betul-betul seseorang yang sangat baik. Ah, dia hampir saja kehilangan seorang lelaki seperti itu. Untung ada kopi asin. Kemudian cerita berlanjut seperti layaknya cerita cinta, sang putri menikah dengan sang pangeran dan mereka hidup bahagia selamanya. Dan setiap hari sang istri membuat kopi untuk sang pangeran ia selalu membubuhkan garam di dalamnya, bukan gula di dalamnya, bukan gula, karena ia tahu bahwa itulah yang disukai oleh suaminya. Setelah empat puluh tahun si pria meninggal dan meninggalkan sebuah surat. Dengan gemetar, si isteri membaca surat itu . “Sayangku yang tercinta, mohon maafkan aku, sebab seumur hidupku bersamamu adalah sebuah dusta belaka. Meski hanya kebohongan yang aku katakan kepadamu..tentang kopi asin. Ingatkah kamu, sewaktu kita pertama kali jalan bersama? Saya sangat gugup waktu itu. Sebenarnya aku ingin minta gula teteapi malah berkata garam. Sulit sekali bagiku untuk mengubahnya karena kamu pasti akan merasa tidak nyaman. Jadi saya maju terus. Saya tak pernah berpikir bahwa hal itu ternyata menjadi awal komunikasi kita! Awal keakraban dan mata cinta kita. saya mencoba untuk berkata sejujurnya selama ini, untuk menjelaskan padamu, tetapi saya tertalu takut. Karena saya telah berjanji untuk tidak berbohong, sekalipun. Sekarang saya sekarat saya tidak takut apa-apa lagi, jadi saya katakan kepadamu yang sejujurnya: saya tidak suka kopi asin, betul-betul aneh dan rasanya sungguh tidak enak. Tapi, saya selalu dapat kopi asin seumur hidupku sejak bertemu denganmu dan saya tidak pernah sekalipun menyesal untuk segala sesuatu yang saya lakukan untukmu. Memilikimu adalah kebahagian terbesar dalam seluruh hidupku. Bila saya dapat hidup untuk kedua kalinya, saya ingin tetap bertemu lagi dan memilikimu seumur hidupku, meskipun saya harus minum kopi asin itu lagi.” Air mata si istri betul-betul tak terbendung lagi dan surat itu manjadi basah. Kemudian hari bila ada seseorang yang yang bertanya padanya apa rasanya minum kopi pakai garam? Si gadis pasti menjawab, ”rasanya manis” dengan senyuman dan dua titik air mata di pipinya
Bunga Tapal Kuda
September 21, 2009 by isyssSeseorang yang bangga akan halaman rumahnya yang berumput indah, menjadi kecewa melihat tumbuh suburnya bunga-bunga tapal kuda. Semua usaha sudah dicobanya untuk membasmi bunga-bunga itu, namun mereka tetap saja merajalela.
Akhirnya ia menulis surat kepada Departemen Pertanian. Satu per satu ia menyebutkan semua usaha yang telah dicobanya dan mengakhiri suratnya dengan pertanyaan: ‘Apa yang semestinya kulakukan sekarang?’ Tidak lama kemudian datanglah surat balasan: ‘Kami menganjurkan supaya anda berusaha menyenangi bunga tapal kuda’
Aku juga punya halaman rumput yang kubanggakan; dan pikiranku juga diganggu oleh bunga tapal kuda, maka aku berusaha keras untuk memberantasnya. Oleh karena itu, berusaha menyukainya sungguh tidak mudah. Aku berusaha berbicara dengan mereka setiap hari. Dengan akrab, dengan ramah. Namun mereka diam seribu bahasa. Mereka masih menyimpan dendam atas peperangan yang pernah kulancarkan melawan mereka. Rupanya mereka juga masih sedikit curiga akan alasan-alasan yang ku kemukakan. Tetapi tidak lama kemudian mereka tersenyum kembali. Tidak bersitegang lagi. Malahan mananggapi kata-kataku. Segera saja kami menjadi sahabat baik.
Memang halaman berumputku jelek nampaknya. Tetapi tamanku segera menjadi sangat indah berseri.
“Satu-satunya jalan untuk keluar adalah dengan melaluinya, Satu-satunya cara untuk menyembuhkan kepedihan adalah dengan menerimanya.”
Jangan Berubah
September 21, 2009 by isyssAku sudah lama mudah naik darah. Aku serba kuatir, mudah tersinggung dan egois sekali. Setiap orang mengatakan bahwa aku harus berubah. Dan setiap orang terus-menerus menekankan, betapa mudah aku menjadi marah
Aku sakit hati terhadap mereka, biarpun sebetulnya aku menyetujui nasehat mereka. Aku memang ingin berubah, tetapi aku tidak berdaya untuk berubah, betapapun aku telah berusaha.
Aku merasa paling tersinggung ketika sahabat karibku juga mengatakan, bahwa aku mudah naik pitam. Ia juga terus-menerus mendesak supaya aku berubah. Aku mengakui bahwa ia benar, meskipun aku tidak bisa membencinya. Aku merasa sama sekali tak berdaya dan terpasung.
Namun pada suatu hari ia berkata kepadaku: ‘Jangan berubah!’ Tetaplah seperti itu saja. Sungguh, tidak jadi soal, apakah engkau berubah atau tidak. Aku mencintaimu sebagaimana kau ada. Aku tidak bisa tidak mencintaimu.
Kata-kata itu berbunyi merdu dalam telingaku: ‘Jangan berubah….Jangan berubah….Jangan berubah…. Aku mencintaimu’ Dan aku menjadi tenang. Aku mulai bergairah. Dan oh…sungguh mengherankan, aku berubah!
Sekarang aku tahu bahwa aku tidak dapat benar-benar berubah, sebelum aku menemukan orang yang kan tetap mencintaiku, entah aku berubah atau tidak.
Kisah Seekor Belalang
September 21, 2009 by isyssSeekor belalang telah lama terkurung dalam sebuah kotak. Suatu hari ia berhasil keluar dari kotak yang mengurungnya tersebut. Dengan gembira ia melompat-lompat menikmati kebebasannya. Di perjalanan dia bertemu dengan seekor belalang lain. Namun dia keheranan mengapa belalang itu bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh darinya. Dengan penasaran ia menghampiri belalang itu, dan bertanya, ”Mengapa kau bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh, padahal kita tidak jauh berbeda dari usia ataupun bentuk tubuh ?”. Belalang itu pun menjawabnya dengan pertanyaan, ”Dimanakah kau selama ini tinggal? Karena semua belalang yang hidup di alam bebas pasti bisa melakukan seperti yang aku lakukan”. Saat itu si belalang baru tersadar bahwa selama ini kotak itulah yang membuat lompatannya tidak sejauh dan setinggi belalang lain yang hidup di alam bebas. Renungan : Kadang-kadang kita sebagai manusia, tanpa sadar, pernah juga mengalami hal yang sama dengan belalang. Lingkungan yang buruk, hinaan, trauma masa lalu, kegagalan yang beruntun, perkataan teman atau pendapat tetangga, seolah membuat kita terkurung dalam kotak semu yang membatasi semua kelebihan kita. Lebih sering kita mempercayai mentah-mentah apapun yang mereka voniskan kepada kita tanpa pernah berpikir benarkah Anda separah itu? Bahkan lebih buruk lagi, kita lebih memilih mempercayai mereka daripada mempercayai diri sendiri. Tidakkah Anda pernah mempertanyakan kepada nurani bahwa Anda bisa “melompat lebih tinggi dan lebih jauh” kalau Anda mau menyingkirkan “kotak” itu? Tidakkah Anda ingin membebaskan diri agar Anda bisa mencapai sesuatu yang selama ini Anda anggap diluar batas kemampuan Anda? Beruntung sebagai manusia kita dibekali Tuhan kemampuan untuk berjuang, tidak hanya menyerah begitu saja pada apa yang kita alami. Karena itu teman, teruslah berusaha mencapai apapun yang Anda ingin capai. Sakit memang, lelah memang, tapi bila Anda sudah sampai di puncak, semua pengorbanan itu pasti akan terbayar. Kehidupan Anda akan lebih baik kalau hidup dengan cara hidup pilihan Anda. Bukan cara hidup seperti yang mereka pilihkan untuk Anda.
Orang Brengsek adalah Guru Sejati
July 14, 2009 by isyssEntah apa dan di mana menariknya, Bank Indonesia amat senang mengundang saya untuk menyampaikan presentasi dengan judul Dealing With Difficult People. Yang jelas, ada ratusan staf bank sentral ini yang demikian tertarik dan tekunnya mendengar ocehan saya. Motifnya, apa lagi kalau bukan dengan niat untuk sesegera mungkin jauh dan bebas dari manusia-manusia sulit seperti keras kepala, suka menghina, menang sendiri, tidak mau kerja sama, dll. Di awal presentasi, hampir semua orang bernafsu sekali untuk membuat manusia sulit jadi baik. Dalam satu hal jelas, mereka yang datang menemui saya menganggap dirinya bukan manusia sulit, dan orang lain di luar sana sebagian adalah manusia sulit. Namun, begitu mereka saya minta berdiskusi di antara mereka sendiri untuk memecahkan persoalan kontroversial, tidak sedikit yang memamerkan perilaku-perilaku manusia sulit. Bila saya tunjukkan perilaku mereka; seperti keras kepala, menang sendiri, dll dan kemudian saya tanya apakah itu termasuk perilaku manusia sulit, sebagian dari mereka hanya tersenyum kecut. Bertolak dari sinilah, maka sering saya menganjurkan untuk membersihkan kaca mata terlebih dahulu, sebelum melihat orang lain. Dalam banyak kasus, karena kita tidak sadar dengan kotornya kaca mata maka orangpun kelihatan kotor. Dengan kata lain, sebelum menyebut orang lain sulit, yakinlah kalau bukan Anda sendiri yang sulit. Karena Anda amat keras kepala, maka orang berbeda pendapat sedikit saja pun jadi sulit. Karena Anda amat mudah tersinggung, maka orang yang tersenyum sedikit saja sudah membuat Anda jadi kesal. Nah, pembicaraan mengenai manusia sulit hanya boleh dibicarakan dalam keadaan kaca mata bersih dan bening. Setelah itu, saya ingin mengajak Anda masuk ke dalam sebuah pemahaman tentang manusia sulit. Dengan meyakini bahwa setiap orang yang kita temui dalam hidup adalah guru kehidupan, maka guru terbaik kita sebenarnya adalah manusia- manusia super sulit. Terutama karena beberapa alasan. Pertama, manusia super sulit sedang mengajari kita dengan menunjukkan betapa menjengkelkannya mereka. Bayangkan, ketika orang-orang ramai menyatukan pendapat, ia mau menang sendiri. Tatkala orang belajar melihat dari segi positif, ia malah mencaci dan menghina orang lain. Semakin sering kita bertemu orang-orang seperti ini, sebenarnya kita sedang semakin diingatkan untuk tidak berperilaku sejelek dan sebrengsek itu. Saya berterimakasih sekali ke puteri Ibu kost saya yang amat kasar dan suka menghina dulu. Sebab, dari sana saya pernah berjanji untuk tidak mengizinkan putera-puteri saya sekasar dia kelak. Sekarang, bayangan tentang anak kecil yang kasar dan suka menghina, menjadi inspirasi yang amat membantu pendidikan anak-anak di rumah. Sebab, saya pernah merasakan sendiri betapa sakit hati dan tidak enaknya dihina anak kecil. Kedua, manusia super sulit adalah sparring partner dalam membuat kita jadi orang sabar. Sebagaimana sering saya ceritakan, badan dan jiwa ini seperti karet. Pertama ditarik melawan, namun begitu sering ditarik maka ia akan longgar juga. Dengan demikian, semakin sering kita dibuat panas kepala, mengurut-urut dada, atau menarik nafas panjang oleh manusia super sulit, itu berarti kita sedang menarik karet ini ( baca : tubuh dan jiwa ini ) menjadi lebih longgar ( sabar ). Saya pernah mengajar sekumpulan anak-anak muda yang tidak saja amat pintar, namun juga amat rajin mengkritik. Setiap di depan kelas saya diuji, dimaki bahkan kadang dihujat. Awalnya memang membuat tubuh ini susah tidur. Tetapi lama kelamaan, tubuh ini jadi kebal. Seorang anggota keluarga yang mengenal latar belakang masa kecil saya, pernah heran dengan cara saya menangani hujatan-hujatan orang lain. Dan gurunya ya itu tadi, manusia-manusia pintar tukang hujat di atas. Ketiga, manusia super sulit sering mendidik kita jadi pemimpin jempolan. Semakin sering dan semakin banyak kita memimpin dan dipimpin manusia sulit, ia akan menjadi Universitas Kesulitan yang mengagumkan daya kontribusinya. Saya tidak mengecilkan peran sekolah bisnis, tetapi pengalaman memimpin dan dipimpin oleh manusia sulit, sudah terbukti membuat banyak sekali orang menjadi pemimpin jempolan. Rekan saya menjadi jauh lebih asertif setelah dipimpin lama oleh purnawirawan jendral yang amat keras dan diktator. Keempat, disadari maupun tidak manusia sulit sedang memproduksi kita menjadi orang dewasa. Lihat saja, berhadapan dengan tukang hina tentu saja kita memaksa diri untuk tidak menghina balik. Bertemu dengan orang yang berhobi menjelekkan orang lain tentu membuat kita berefleksi, betapa tidak enaknya dihina orang lain. Kelima, dengan sedikit rasa dendam yang positif manusia super sulit sebenarnya sedang membuat kita jadi hebat. Di masa kecil, saya termasuk orang yang dibesarkan oleh penghina-penghina saya. Sebab, hinaan mereka membuat saya lari kencang dalam belajar dan berusaha. Dan kemudian, kalau ada kesempatan saya bantu orang-orang yang menghina tadi. Dan betapa besar dan hebatnya diri ini rasanya, kalau berhasil membantu orang yang tadinya menghina kita.
Ceritakan Pada Dunia Untukku
July 14, 2009 by isyssSekitar 14 tahun yang lalu, aku berdiri menyaksikan para mahasiswaku berbaris memasuki kelas untuk mengikuti kuliah pertama tentang teologi iman. Pada hari itulah untuk pertama kalinya aku melihat Tommy. Dia sedang menyisir rambutnya yang terurai sampai sekitar 20 cm dibawah bahunya. Penilaian singkatku: dia seorang yang aneh ? sangat aneh. Tommy ternyata menjadi tantanganku yang terberat. Dia terus-menerus mengajukan keberatan. Dia juga melecehkan tentang kemungkinan Tuhan mencintai secara tanpa pamrih. Ketika dia muncul untuk mengikuti ujian di akhir kuliah, dia bertanya dengan agak sinis, “Menurut Pastor apakah saya akan pernah menemukan Tuhan?” Tidak,” jawabku dengan sungguh-sungguh. “Oh,” sahutnya. “Rasanya Anda memang tidak pernah mengajarkan bagaimana menemukan Tuhan.” Kubiarkan dia berjalan sampai lima langkah lagi dari pintu, lalu kupanggil. “Saya rasa kamu tak akan pe rnah menemukan-Nya. Tapi, saya yakin Dialah yang akan menemukanmu. ” Tommy mengangkat bahu, lalu pergi. Aku merasa agak kecewa karena dia tidak bisa menangkap maksud kata-kataku. Kemudian kudengar Tommy sudah lulus, dan saya bersyukur. Namun kemudian tiba berita yang menyedihkan: Tommy mengidap kanker yang sudah parah. Sebelum saya sempat mengunjunginya, dia yang lebih dulu menemui saya. Saat dia melangkah masuk ke kantor saya, tubuhnya sudah menyusut, dan rambutnya yang panjang sudah rontok karena pengobatan dengan kemoterapi. Namun, matanya tetap bercahaya dan suaranya, untuk pertama kalinya, terdengar tegas. “Tommy ! Saya sering memikirkanmu. Katanya kamu sakit keras?” tanyaku langsung. “Oh ya, saya memang sakit keras. Saya menderita kanker. Waktu saya hanya tinggal beberapa minggu lagi.” “Kamu mau membicarakan itu?” “Boleh saja. Apa yang ingin Pastor ketahui?” “Bagaimana rasanya baru berumur 24 tahun, tapi kematian sudah menjelang?” Jawabnya, “Ini lebih baik ketimbang jadi lelaki berumur 50 tahun namun mengira bahwa minum minuman keras, bermain perempuan, dan memburu harta adalah hal-hal yang ‘utama’ dalam hidup ini.” Lalu dia mengatakan mengapa dia menemuiku. “Sesuatu yang Pastor pernah katakan pada saya pada hari terakhir kuliah Pastor. Saya bertanya waktu itu apakah saya akan pernah menemukan Tuhan, dan Pastor mengatakan tidak. Jawaban yang sungguh mengejutkan saya. Lalu, Pastor mengatakan bahwa Tuhanlah yang akan menemukan saya. Saya sering memikirkan kata-kata Bapak itu, meskipun pencarian Tuhan yang saya lakukan pada masa itu tidaklah sungguh-sungguh. “Tetapi, ketika dokter mengeluarkan segumpal daging dari pangkal paha saya”, Tommy melanjutkan “dan mengatakan bahwa gumpalan itu ganas, saya pun mulai serius melacak Tuhan. Dan ketika tumor ganas itu menyebar sampai ke organ-organ vital,saya benar-benar menggedor-gedor pintu surga. Tapi tak terjadi apa pun..” Lalu, saya terbangun di suatu hari, dan saya tidak lagi berusaha keras mencari-cari pesan itu. Saya menghentikan segala usaha itu. Saya memutuskan untuk tidak peduli sama sekali pada Tuhan, kehidupan setelah kematian, atau hal-hal sejenis itu.” “Saya memutuskan untuk melewatkan waktu yang tersisa melakukan hal-hal penting,” lanjut Tommy. “Saya teringat tentang Pastor dan kata-kata Pastor yang lain: Kesedihan yang paling utama adalah menjalani hidup tanpa mencintai. Tapi hampir sama sedihnya, meninggalkan dunia ini tanpa mengatakan pada orang yang saya cintai bahwa kau mencintai mereka. Jadi saya memulai dengan orang yang tersulit : ayah saya. Ayah Tommy waktu itu sedang membaca koran saat anaknya menghampirinya. “Pa, aku ingin bicara.” “Bicara saja.” “Pa, ini penting sekali.” Korannya turun perlahan 8 cm. ” Ada apa?” “Pa, aku cinta Papa. Aku hanya ingin Papa tahu itu.” Tommy tersenyum padaku saat mengenang saat itu. “Korannya jatuh ke lantai. Lalu ayah saya melakukan dua hal yang seingatku belum pernah dilakukannya. Ia menangis dan memelukku. Dan kami mengobrol semalaman, meskipun dia harus bekerja besok paginya.” “Dengan ibu saya dan adik saya lebih mudah,” sambung Tommy. “Mereka menangisbersama saya, dan kami berpelukan, dan berbagi hal yang kami rahasiakan bertahun-tahun. Saya hanya menyesalkan mengapa saya harus menunggu sekian lama. Saya berada dalam bayang-bayang kematian, dan saya baru memulai terbuka pada semua orang yang sebenarnya dekat dengan saya. “Lalu suatu hari saya berbalik dan Tuhan ada di situ. Ia tidak datang saat saya memohon pada-Nya. Rupanya Dia bertindak menurut kehendak-Nya dan pada waktu-Nya. Yang penting adalah Pastor benar. Dia menemukan saya bahkan setelah saya berhenti mencari-Nya. ” “Tommy,” aku tersedak, “Menurut saya, kata-katamu lebih universal daripada yang kamu sadari. Kamu menunjukkan bahwa cara terpasti untuk menemukan Tuhan adalah bukan dengan membuatnya menjadi milik pribadi atau penghiburan instan saat membutuhkan, melainkan dengan membuka diri pada cinta kasih.” “Tommy,” saya menambahkan, “boleh saya minta tolong? Maukah kamu datang ke kuliah teologi iman dan mengatakan kepada para mahasiswa saya apa yang baru kamu ceritakan?” Meskipun kami menjadwalkannya, ia tak berhasil hadir hari itu. Tentu saja, karena ia harus berpulang. Ia melangkah jauh dari iman ke visi. Ia menemukan kehidupan yang jauh lebih indah daripada yang pernah dilihat mata kemanusiaan atau yang pernah dibayangkan. Sebelum ia meninggal, kami mengobrol terakhir kali. Saya tak akan mampu hadir di kuliah Bapak,” katanya. “Saya tahu, Tommy.” “Maukah Bapak menceritakannya untuk saya? Maukah Bapak menceritakannya pada dunia untuk saya?” “Ya, Tommy. Saya akan melakukannya. “
Mengapa Wanita Menangis???
July 14, 2009 by isysskepada ibunya “Mengapa engkau menangis?”
“Karena aku seorang wanita”, kata
sang ibu kepadanya.
“Aku tidak mengerti”, kata anak itu.
Ibunya hanya memeluknya dan berkata,
“Dan kau tak akan pernah mengerti”
Kemudian anak laki-laki itu bertanya
kepada ayahnya, “Mengapa ibu suka menangis tanpa alasan?”
“Semua wanita menangis tanpa alasan”, hanya itu yang dapat dikatakan oleh ayahnya.
Anak laki-laki kecil itu pun lalu
tumbuh menjadi seorang laki-laki dewasa, tetap ingin tahu mengapa wanita menangis.
Akhirnya
ia menghubungi Tuhan, dan ia bertanya, “Tuhan, mengapa wanita begitu mudah menangis?”
Tuhan berkata:
“Ketika Aku
menciptakan seorang wanita, ia diharuskan untuk menjadi seorang yang
istimewa. Aku membuat bahunya cukup kuat untuk menopang dunia; namun,
harus cukup lembut untuk memberikan kenyamanan”
“Aku
memberikannya kekuatan dari dalam untuk mampu melahirkan anak dan menerima
penolakan yang seringkali datang dari anak-anaknya “
“Aku
memberinya kekerasan untuk membuatnya tetap tegar ketika orang-orang lain
menyerah, dan mengasuh keluarganya dengan penderitaan dan kelelahan tanpa
mengeluh “
“Aku
memberinya kepekaan untuk mencintai anak-anaknya dalam setiap keadaan,
bahkan ketika anaknya bersikap sangat menyakiti hatinya “
“Aku
memberinya kekuatan untuk mendukung suaminya dalam kegagalannya dan
melengkapi dengan tulang rusuk suaminya untuk melindungi hatinya
“
“Aku
memberinya kebijaksanaan untuk mengetahui bahwa seorang suami yang baik
takkan pernah menyakiti isterinya, tetapi kadang menguji kekuatannya dan
ketetapan hatinya untuk berada disisi suaminya tanpa ragu
“
“Dan
akhirnya, Aku memberinya air mata untuk diteteskan.
Ini adalah
khusus miliknya untuk digunakan kapan pun ia butuhkan.”
“Kau tahu:
Kecantikan
seorang wanita bukanlah dari pakaian yang dikenakannya, sosok yang ia
tampilkan, atau bagaimana ia menyisir rambutnya.”
“Kecantikan
seorang wanita harus dilihat dari matanya, karena itulah pintu hatinya -
tempat dimana cinta itu ada.”
Kirimkan ini kepada
setiap wanita cantik yang Anda kenal hari ini untuk memperingati Bulan
Sejarah Wanita.
Jika Anda lakukan,
sesuatu yang baik akan terjadi.
Anda akan menambah
harga diri wanita!
Karena setiap
Wanita itu Cantik.
Kirimkan juga kepada para pria
agar senantiasa dapat menghormati wanita,
siapapun mereka
ibu,istri,kekasih, kakak,adik
dan bahkan wanita yg tidak ia kenal yg kebetulan berada didekatnya..
Bahasa Indonesia vs Malaysia
July 14, 2009 by isyss> INDAHNYA > BAHASA INDONESIA !! > > Semoga > bermanfaat dan menjadikan kita makin lebih Mencintai Bahasa > Kita Sendiri, BAHASA INDONESIA !!
> > > INDONESIA : Kementerian Hukum dan HAM > MALAYSIA : Kementerian Tuduh Menuduh
> > INDONESIA : Kementerian Agama > MALAYSIA : Kementerian Tak Berdosa (oh please…)
> > INDONESIA : Angkatan Darat > MALAYSIA : Laskar Hentak-Hentak Bumi
> > INDONESIA : Angkatan Udara > MALAYSIA : Laskar Angin-Angin
> > INDONESIA : ” Pasukaaan.. bubar jalan !!! ” > MALAYSIA : ” Pasukaaan.. cerai berai !!! “
> > INDONESIA : Merayap > MALAYSIA : Bersetubuh dengan bumi
> > INDONESIA : rumah sakit bersalin > MALAYSIA : hospital korban lelaki (bener juga sih…)
> > INDONESIA : telepon selular > MALAYSIA : talipon bimbit
> > INDONESIA : Pasukan terjung payung > MALAYSIA : Aska begayut
> > INDONESIA : belok kiri, belok kanan > MALAYSIA : pusing kiri, pusing kanan
> > INDONESIA : Departemen Pertanian > MALAYSIA : Departemen Cucuk Tanam (yuukk > mari…)
> > INDONESIA : 6.30 = jam setengah tujuh > MALAYSIA : 6.30 = jam enam setengah
> > INDONESIA : gratis bicara 30 menit > MALAYSIA : percuma berbual 30 minit
> > INDONESIA : tidak bisa > MALAYSIA : tak boleh
> > INDONESIA : WC > MALAYSIA : tandas
> > INDONESIA : Satpam / sekuriti > MALAYSIA : Penunggu Maling
> > INDONESIA : Aduk > MALAYSIA : Kacau
> > INDONESIA : Di aduk hingga merata > MALAYSIA : kacaukan tuk datar
> > INDONESIA : 7 putaran > MALAYSIA : 7 pusingan
> > INDONESIA : Imut-imut > MALAYSIA : Comel benar
> > INDONESIA : pejabat negara > MALAYSIA : kaki tangan negara
> > INDONESIA : bertengkar > MALAYSIA : bertumbuk
> > INDONESIA : pemerkosaan > MALAYSIA : perogolan
> > INDONESIA : Pencopet > MALAYSIA : Penyeluk Saku
> > INDONESIA : joystick > MALAYSIA : batang senang > (maksud loe ?!..)
> > INDONESIA : Tidur siang > MALAYSIA : Petang telentang
> > INDONESIA : Air Hangat > MALAYSIA : Air Suam
> > INDONESIA : Terasi > MALAYSIA : Belacan
> > INDONESIA : Pengacara > MALAYSIA : Penguam
> > INDONESIA : Sepatu > MALAYSIA : Kasut
> > INDONESIA : Ban > MALAYSIA : Tayar
> > INDONESIA : remote > MALAYSIA : kawalan jauh
> > INDONESIA : kulkas > MALAYSIA : peti sejuk
> > INDONESIA : chatting > MALAYSIA : bilik berbual
> > INDONESIA : rusak > MALAYSIA : tak sihat
> > INDONESIA : keliling kota > MALAYSIA : pusing pusing ke bandar
> > INDONESIA : Tank > MALAYSIA : Kereta kebal (suntik kalee…)
> > INDONESIA : Kedatangan > MALAYSIA : ketibaan
> > INDONESIA : bersenang-senang > MALAYSIA : berseronok
> > INDONESIA : bioskop > MALAYSIA : panggung wayang
> > INDONESIA : rumah sakit jiwa > MALAYSIA : gubuk gila
> > INDONESIA : dokter ahli jiwa > MALAYSIA : dokter gila
> > INDONESIA : narkoba > MALAYSIA : dadah
> > INDONESIA : pintu darurat > MALAYSIA : Pintu kecemasan
> > INDONESIA : hantu Pocong > MALAYSIA : hantu Bungkus ( pesen atu bang… > !!)
Kekuatan Sebuah Pujian
July 14, 2009 by isyssAda dua gadis bekerja pada sebuah perusahaan yang sama. Nona Wang dan Chang. Keduanya memiliki karakter yang berbeda dan karenanya tak dapat sharing atau bertukar pikiran bersama. Walaupun keduanya tidak saling membenci, namun mereka bukanlah sahabat karib dan tak saling mengagumi cara kerja serta sifat masing-masing. Suatu hari, nona Chang meminta teman kerja yang lain, Pak Chou, untuk menegur nona Wang agar ia memperbaiki serta mengontrol dorongan emosinya. Sebab kalau tidak demikian, tak akan ada orang yang mau berteman dengannya. Demikian alasan nona Chang. Pak Chou menyetujui permintaan nona Chang itu. Setelah beberapa hari, nona Chang berpapasan dengan nona Wang. Nona Wang dengan penuh ramah dan sopan menegur nona Chang. Sejak itu nona Chang melihat adanya perubahan besar dalam diri nona Wang, yang kelihatannya seakan-akan telah berubah menjadi seorang peribadi baru, seorang peribadi yang menyenangkan dan disukai banyak orang. Nona Chang lalu bertemu Pak Chou untuk mengungkapkan rasa terima kasihnya, serta menanyakan resep yang dipakai Pak Chou menasihati nona Wang. Pak Chou menjawab: ‘Saya hanya berkata kepada nona Wang: Saat ini ada banyak orang yang memuji dan mengagumimu. Terutama nona Chang secara istimewa mengatakan bahwa engkau sangat lemah lembut, tahu mengontrol emosi, serta disukai banyak orang]’. Nona Chang tertegun akan kehebatan Pak Chou yang telah mengubah peribadi nona Wang itu. ——— Kita lebih mudah menilai dan mengukum dari pada memuji dan mengagumi. Namun menilai serta mengadili orang lain sering menghantar orang kepada ketidak-puasan. Jadilah pencipta damai dengan cara memuji dan mengagumi keberadaan orang lain.